KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER SUMEDANG: TANGGAPAN Dr. SURYADI TENTANG ISLAM ANTI TOLERANSI GARA-GARA KRISTOLOGI

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl: 125)

Jika kita merujuk pada ayat diatas maka sebenarnya Allah melalui Al-Qur’an telah mengingatkan kepada kita bahwa proses menyeruh kepada kebenaran itu tidak dapat dihindari. Tetapi disitu terdapat kunci dari setiap khawatirkan bahwa jika kita hendak berdebat atau berdiskusi maka harus dengan cara yang baik. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Ust. Kainama pada postingan sebelumnya (Klik di sini)

Ujung dari perdebatan yang sering muncul di masyarakat mengenai terminologi Kristologi yang seringkali berujung pada benturan-benturan yang menimbulkan efek negatif. Sesungguhnya Al-Qur’an sudah mengingatkan bahwa memang tidak bisa dihindari akan terjadi proses infraksi. Pertanyaannya saat ini adalah bagaimana kita bisa menyampaikan kebenaran kalau tidak ada proses-proses yang harus kita tempuh?

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER PEKANBARU: POLEMIK TRINITAS ANTAR UMAT KRISTEN

Perdebatan Ketuhanan Antar Agama Kristen
Tidak Akan Berujung

Perlu kita ketahui bahwa suatu agama atau keyakinan jika masih mempersoalkan tentang ketuhanan maka menimbulkan tanda tanya besar. Nyatanya sampai detik ini ada agama yang masih membahas tentang masalah ketuhanan padahal persumber dari kitab yang sama yakni agama Kristen. Masih sangat marak perbedaan pendapat secara internal diantara mereka yang sudah terjadi semenjak masa para Bapa Gereja hingga saat ini.

Begitu pula di Indonesia, terdapat perbedaan antar umat Kristen ketika menyebut nama Tuhan yang umumnya diketahui yaitu Yesus, Yahwe, Bapa, dan lainnya yang bisa disebut Tuhan. Jadi sungguh miris sekali bukan?

Dalam agama Islam jika mendapati sesuatu hal yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist maka dilarang oleh agama. Bahkan hadist pun sanad/perawihnnya harus jelas dan substansinnya tidak menyalahi ajaran Allah dalam Al-Qur’an. Jadi umat Islam tidak dizinkan bertindak diluar itu, begitu pula dalam mentafsirkan hadist Al-Qur’an atau Hadist karena segala sesuatunya memiliki aturan.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER TOLIKARA: BAGAIMANA AGAR ALLAH MENUTUPI AIB KITA DI DUNIA DAN AKHIRAT ?

Bagi kebanyakan orang untuk terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan adalah harapan yang besar. Sebagaimana dalam kajian Mualaf Center Tolikara menjelaskan bahwa zaman sekarang banyak orang berlomba-lomba menunjukkan kebaikan dirinnya (pencitraan) di media sosial untuk meraih popularitas. Di sisi lain juga menginginkan agar Allah bisa menutupi dosa dan aib kita di dunia dan akhirat.

Sesungguhnya segala hal bisa dilakukan oleh Allah termasuk di dalamnnya adalah menutupi aib dan kesalahan dari hamba-hambanya. Akan tetapi untuk bisa mendapatkan itu semua maka hal perlu kita lakukan adalah sebagai berikut:

Pertama, menutupi aib saudara-saudara kita

Allah maha mengetahui segala bentuk dosa dan kesalahan hamba-Nya dan sewaktu-waktu akan dibongkar sebagaimana mereka membongkar kesalahan saudaranya sendiri. Maka suatu kewajiban bagi kita untuk berusaha untuk menutupi aib saudara kita. Seseorang melakukan dosa pertama kali masih ada kemungkinan untuk bertaubat, sebagaimana maling atau pencuri yang hampir tidak ada yang langsung ketahuan karena Allah masih menutupi dosa-dosanya.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER RIAU: APAKAH ADA SYURGA BAGI ORANG NON MUSLIM YANG BAIK?

Miris, pernyataan menyesatkan aqidah yang sering kita dengar dari beberapa pemuka agama dan tokoh publik !

Banyak tokoh publik atau dalam suatu majelis pengajian Mualaf Center Riau yang mengatakan bahwa “surga itu tidak mutlak untuk orang Islam saja, jadi agama yang lain juga ada orang-orang yang beriman dan mereka juga berhak untuk masuk surga. Sebagaimana dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa ahli kitab yang beribadah dan beriman mendapat pahala dari sisi Allah“.

Padahal kunci orang beriman adalah syahadat, sebagaimana pula dalam beberapa hadist Nabi mengatakan bahwa ahli kitab dan orang beriman lainnya yang ketika mendengar tentang kerasulan utusan Allah tapi tidak mengikuti ajarannya maka tempatnya ada di neraka. Maka bagaimana cara menanggapi pandangan yang berbeda dalam menyikapi persoalan tersebut? mengingat hal itu berhubungan dengan berbedaan aqidah dan keimanan seseorang.

Padahal kita juga tahu bahwa dalam Al-Qur’an menyatakan bahwa orang yang berbuat baik selain umat Islam atau dia adalah kafir bahwa amal ibadahnya sia-sia. Bahkan Rasulullah juga mengatakan jika Nabi Isa dan Nabi Musa masih hidup maka sudah pasti mereka juga akan mengikuti ajaran Nabi Muhammad karena sejatinya ajaran tauhid yang mereka bawa juga berasal dari tuhan yang sama, yakni Allah.

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER WONOSOBO: KISAH PERTAMA KALI NABI ISA AS DIANGGAP SEBAGAI TUHAN

Awalnya dianggap Nabi tapi akhirnya disebut Tuhan

Ibnu Qayim mengatakan dari kalangan salaf yang berkata bahwa setelah mereka meninggal orang-orangpun sering mendatangi kuburan mereka. Lalu membuat patung-patung mereka kemudian setelah masa demi masa berlalu akhirnya disembahlah patung tersebut. Ini maksudnya penjabaran dari tafsir QS. Nuh 23:

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا
Artinya: Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”. (QS. Nuh: 23)

Continue reading