KISAH MUALAF SURABAYA YANG KEMBALI MURTAD KARENA TERTEKAN OLEH KELUARGANYA

Baru-baru ini kami menghadapi kisah mualaf yang cukup rumit, seorang mahasiswi menghubungi kami karena ingin memeluk agama Islam. Pada akhirnya dia bersyahadat dan itu tanpa sepengetahuan orang tuanya. Kemudian, sesuai permintaannya kami mendampinginya untuk menghadap orang tuanya dengan maksud untuk menyampaikan keIslamannya.

Hingga suatu ketika melalui kisah yang panjang maka dan tanpa alasan yang tidak bisa diterima, mualafah ini kembali pada agama yang sebelumnya. Kami akan membagikan cerita saat memperjuangkan seorang mualafah ini. Tidak ada rekayasa apapun dalam hal ini dan kami sepenuh hati memperjuangkan mualafah ini agar bisa beribadah dengan nyaman.

Continue reading

CATATAN PERJALANAN DAKWAH DALAM MEMBANGUN PERADABAN DI DESA YANG SEMUANYA MURTAD MASUK KRISTEN

Catatan perjalanan kami saat pertama kali datang ke pemukiman Suku Da’a, Donggala, Sulawesi Tengah

Sebelumnya MCN AYA SOFYA dan Alm. Ust. Insan LS Mokoginta perna berkunjung ke pemukiman Suku Da’a atas undangan pemuda peduli mualaf untuk mendakwahkan dan memperkuat akidah Islam mereka. Tapi ada yang sangat memprihatinkan, satu-satunya yang dibangun oleh Habib Rotan yang awalnya untuk aktivitas keagamaan, sholat jamaah, dan sholat jum’at sudah tidak digunakan lagi, disislain karena belum bisa dikatakan layak. Mereka mengharapkan adanya sebuah bangunan yang bisa menjadi tempat ibadah tempat dan aktivitas keagamaan yang layah dan nyaman.

Suku Da’a merupakan suku nomaden yang mendiami Sulawesi Tengah dan perbatasan Sulawesi Barat. Mereka bermukim di kawasan hutan dan pegunungan, terutama di gunung Gawalise. Nenek moyang suku Da’a pada awalnya beragama Islam, namun setelah kedatangan misionaris Kristen dan kurangnya kepedulian antar sesama umat Islam terhadap saudara seiman kita, suku Da’a. Sehingga mereka semua pada akhirnya murtad dan masuk Kristen.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER JOMBANG: DIRIKANLAH SHOLAT DAN BERKURBANLAH

Berkurban dalam Islam

Berqurban bukan sekedar ibadah tahunan yang dilakukan oleh ummat Islam. Namun juga merupakan bukti ketaqwaan dan ketulusan cinta kepada Allah Ta’ala. Daging dan darah dari hewan qurban sama sekali tidak sampai kepada Allah tetapi dapat saling berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Sesungguhnya dari berkurban ini yang sampai kepada Allah adalah kualitas taqwa pada diri seorang Muqarib (orang yang berkurban) dalam menjalankan perintah Allah. Sebagaimana firman Allah berikut ini:

Continue reading

KISAH MUALAF: BUNGA DESA SUKU TENGGER DARI TOSARI MASUK ISLAM

Kenapa ingin memeluk agama Islam?

Seorang mualafah pada kali ini bernama Anita Yuniati, lahir pada 10 Juni 1994 (27 Tahun), belum menikah, dan berasal dari agama Hindu. Saat ini beliau bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta. Keinginannya masuk Islam karena muncul rasa ingin tahu dan kenyamanan saat mencoba agama Islam. Menurutnya menjalankan ibadah umat Islam lebih membuatnya tenang daripada agamanya sendiri.

“Dari awal saya iengen tahu tentang Islam dan Kristen itu seperti apa. Tetapi pada saat itu saya lebih tertarik kepada agama Islam, mungkin pengaruh lingkungan saya yang mayoritas Islam, jadi saya mulai belajar tentang Islam. Saya terbiasa melihat teman saya shalat jadi selalu ingin tahu. Terus saya belajar sedikit demi sedikit tentang gimana Islam dan ternyata kok nyaman, kemudian saya mulai tergugah hati saya ingin menjadi muslimah”. Kata Mbak Anita saat menceritakan perejalanan spiritualnya.

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER KEDIRI: KETIKA BAPA MENGHAKIMI YESUS KARENA MENGAKU TUHAN

Agama Islam justru memuliakan Yesus (Nabi Isa) dengan proporsional sebagai seorang Nabi dan Rosul Allah, yang tidak perna disiksa, disalib, dibunuh secara keji. Bahkan diselamatkan oleh Allah dan diberi kedudukan yang mulia, sungguh suatu kebesaran Allah yang tidak bisa disandingkan dengan akal dan pikiran manusia.

Sedangkan agama Kristen mengisahkan Yesus sebagai anak manusia yang disalib, dibunuh, disiksa secara keji, dan bahkan dilambangkan dalam patung-patung salib yang hanya memakai celana pendek, sungguh suatu hal yang sangat menghinakan beliau.

Continue reading