KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER GRESIK: KENAPA BACAAN SHALAT HARUS BERBAHASA ARAB?

“Apakah Tuhan umat Islam itu orang Arab?”
“Kenapa shalat harus menggunakan bahasa Arab?”

Kerap kali pertanyaan menjebak itu dijadikan senjata oleh misionaris Kristen yang akhirnya membuat aqidah umat Islam sedikit goyah karena kurang pemahaman mendalam tentang hakikat Tuhan dan Islam. Padahal jawabannya cukup bisa dinalar secara logis dan realistis. Sebagai manusia kita memang tidak tahu maksud dan kehendak Tuhan. Sebagaimana Tuhan maha mengetahui segala sesuatu yang manusia pun tidak bisa mengetahuinya.

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER YOGYAKARTA: PERINTAH BERDAKWAH KEPADA AHLI KITAB YANG TIDAK BANYAK DIKETAHUI UMAT ISLAM

Pengantar

Berdakwah kepada non muslim adalah perintah Allah yang harus ditunaikan tapi sangat sedikit umat Islam yang mau melakukannya. Bahkan dalam Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Rosulullah ﷺ, Allah memerintahkan kepada kita (umat muslim) untuk mengajak orang-orang yang diberi Alkitab masuk Islam agar diberi petunjuk dan selamat dari siksa neraka.

فَإِنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِىَ لِلَّهِ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِ ۗ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْأُمِّيِّۦنَ ءَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا۟ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَٰغُ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MALAYSIA: CARA MENJALIN HUBUNGAN BAIK DENGAN KERABAT YANG KAFIR DALAM ISLAM

Kisah teladan tentang wajibnya berbakti kepada
orang tua yang masih kafir

Kisah pertama datang dari Al-Auza’i yang  pernah kedatangan tamu yakni seorang pemuda dari Testour yang datang ke Lebanon. Beliau perhatikanya pemuda itu karena tidak bisa mengaji. Bertanyalah Al-Auza’i kepada pemuda itu: “kau dari mana, wahai pemuda?”. Pemuda itupun menjawab: “saya dari Testour“. Kemudian Al-Auzai bertanya lagi: “bagaimana kedua orang tuamu?”.

Pemuda itupun menjawab: “keluargaku masih Majusi”. Ternyata pemuda itu telah masuk Islam sedangkan keluargannya masih majusi. Mendengar jawaban itu, Al-Auza’i meminta pemuda itu untuk pulang menemui orang tuanya: “hai pemuda, pulanglah engkau, sungguh kasihan bapakmu itu. Siapa tahu orang tuamu bisa mendapatkan hidayah melalui engkau”.

Continue reading

CATATAN PERJALANAN DAKWAH: MEMBANGUN PERADABAN MUALAF SUKU DA’A DI DESA YANG SEMUANYA MURTAD MASUK KRISTEN

Catatan perjalanan kami saat pertama kali datang ke pemukiman mualaf Suku Da’a, Donggala, Sulawesi Tengah

Sebelumnya MCN AYA SOFYA dan Alm. Ust. Insan LS Mokoginta perna berkunjung ke pemukiman Suku Da’a atas undangan pemuda peduli mualaf untuk mendakwahkan dan memperkuat akidah Islam mereka. Tapi ada yang sangat memprihatinkan, satu-satunya yang dibangun oleh Habib Rotan yang awalnya untuk aktivitas keagamaan, sholat jamaah, dan sholat jum’at sudah tidak digunakan lagi, disislain karena belum bisa dikatakan layak. Mereka mengharapkan adanya sebuah bangunan yang bisa menjadi tempat ibadah tempat dan aktivitas keagamaan yang layah dan nyaman.

Suku Da’a merupakan suku nomaden yang mendiami Sulawesi Tengah dan perbatasan Sulawesi Barat. Mereka bermukim di kawasan hutan dan pegunungan, terutama di gunung Gawalise. Nenek moyang suku Da’a pada awalnya beragama Islam, namun setelah kedatangan misionaris Kristen dan kurangnya kepedulian antar sesama umat Islam terhadap saudara seiman kita, suku Da’a. Sehingga mereka semua pada akhirnya murtad dan masuk Kristen.

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER SOLO: CARA RASULULLAH BERINTERAKSI DENGAN ORANG KAFIR

Hikmah kajian kristologi Mualaf Center Solo, kita harus menjadikan tolak ukur kehidupan kita adalah seperti kehidupan Rasulullah di Madinah. Pada saat itu di Madina ada 3 suku, yaitu: Yahudi bani Qainuqa, Yahudi bani Nadhir, dan Yahudi bani Quraizhah. Rasulullah tinggal bersama mereka dan bertetangga bersama dengan mereka. Sehingga beliau pastinya pernah berinteraksi dengan mereka.

Dalam Hadist Bukhari mengatakan, sampai ada anak muda Yahudi memeluk Islam waktu Rasulullah ke rumahnya mengajaknya bersyahadat memeluk agama Islam diakhir hidupnya. Pada saat itu Rasulullah memasuki rumahnya dan meminta izin kepada orang tuannya. Orang tua pemuda itu mengizinkan anaknya memeluk agama Islam, Rasulullah pun berkata kepada pemuda itu: “Wahai anak muda, sekarang ucapkanlah kalimat syahadat”.

Continue reading