INILAH KISAH MUALAF DI MANADO: TIGA SYARAT UTAMA MASUK ISLAM SUDAH TERPENUHI

وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Artinya: “Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85)

Sebagai umat manusia yang agama Islam meyakini bahwa tidak ada agama yang benar kecuala Agama Islam. Barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan di terima. Selanjutnya dalam proses seseorang dapat memeluk agama Islam maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:

Continue reading

LUAR BIASA!! INILAH KISAH MUALAF YANG MASUK ISLAM KARENA PENCARIAN SELAMA 3 TAHUN

Motivasi terbesar memeluk agama Islam

Agha Gennadi Sudibyo, seorang mualaf yang pada kali ini memutuskan untuk memeluk agama Islam. Kami biasanya memanggil beliau dengan nama mas Agha. Beliau mengaku bahwa motivasi terbesarnnya memeluk agama Islam karena merasa bahwa saat ini berada pada jalan yang salah hingga ingin meluruskan jalannya dengan cara memeluk agama Islam. Beliau mengaku bahwa kelak pada hari kiamat ingin bisa bertemu dengan Nabi Muhammad.

“Waktu itu saya kenal seorang teman dari majelis shalawat yang pada waktu itu saya masih belum mengenal dan bahkan sedikit anti dengan Islam. Saya mulai sharing dengan teman saya dan sedikit demi sedikit mulai berfikir secara logis. Bahwa sebenarnya apakah benar jika tuhan itu hanya satu? padahal kalau soal trinitas saya sudah paham diluar kepala tapi lama kelamaan saya akhirnya paham bahwa tuhan hanya satu dan tidak lebih”. Jelasnya.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MADIUN: CARA MENJAGA KETEGUHAN IMAN DI MASA MUDA

Seiring perkembangan zaman, pengetahuan, dan teknologi memberikan dampak tersendiri dalam tatanan masyarakat. Terutama yang menjadi sasaran adalah para pemuda yang melek teknologi. Pastinya ada sisi positif dan negatif dari setiap kejadian, hal itu tergantung bagaimana kita mensikapinnya.

Tapi tak sedikit yang terlalu terjerumus dalam kenikmatan yang membuat lalai dan sedikit demi sedikit dapat mengkikis keimanan kita. Mereka terlena dengan kenikmatan yang dihasilkan dari kemajuan teknologi, hingga lupa untuk beribadah dan mendalami agama Islam. Bahkan ada bagian dari kit ayang tidak sadar jika telah terjerumus dalam ke syirikan.

Continue reading

KALAU SEMUA ORANG KRISTEN JUJUR 100% SEPERTI KISAH MUALLAF INI, MAKA AKAN ADA GELOMBANG MASUK ISLAM BESAR-BESARAN

Mualaf kita pada kali ini adalah Fandi Kristanto yang setelah memeluk agama Islam memutuskan untuk mengubahnya menjadi Muhammad Fandi. Banyak kisah dari perjalanan beliau ini yang bisa dijadikan pembelajaran bagi kita yang masih dilema keyakinan atau kita yang ingin memperdalam keimanan Islam.

Hal yang melatar belakangi beliau bisa memeluk agama Islam adalah timbulnya perasaan tidak yakin pada agamannya yakni Kristen. Perasaan itu ada saat beliau masih berada di bangku sekolah dasar. Menurutnya pada saat itu semua agama saat melakukan ibadah seharusnya dengan ketenangan dan kekyusukan. Maka aneh rasanya jika melakukan ibadah kepada Tuhan dengan menyanyi dan menari.

Pada agama Islam, ibadah dikerjakan dengan tenang untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan dalam agama Kristen, beribadannya dengan bermain musik dan menari-nari. Itulah yang membuat beliau tidak yakin dengan agamanya, batinnya mengatakan jika ibadah seperti itu maka tidak ada bedanya dengan menghadiri pagelaran dangdut.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MALAYSIA: CARA MENJALIN HUBUNGAN BAIK DENGAN KERABAT YANG KAFIR DALAM ISLAM

Kisah teladan tentang wajibnya berbakti kepada
orang tua yang masih kafir

Kisah pertama datang dari Al-Auza’i yang  pernah kedatangan tamu yakni seorang pemuda dari Testour yang datang ke Lebanon. Beliau perhatikanya pemuda itu karena tidak bisa mengaji. Bertanyalah Al-Auza’i kepada pemuda itu: “kau dari mana, wahai pemuda?”. Pemuda itupun menjawab: “saya dari Testour“. Kemudian Al-Auzai bertanya lagi: “bagaimana kedua orang tuamu?”.

Pemuda itupun menjawab: “keluargaku masih Majusi”. Ternyata pemuda itu telah masuk Islam sedangkan keluargannya masih majusi. Mendengar jawaban itu, Al-Auza’i meminta pemuda itu untuk pulang menemui orang tuanya: “hai pemuda, pulanglah engkau, sungguh kasihan bapakmu itu. Siapa tahu orang tuamu bisa mendapatkan hidayah melalui engkau”.

Continue reading