CATATAN PERJALANAN DAKWAH DALAM MEMBANGUN PERADABAN DI DESA YANG SEMUANYA MURTAD MASUK KRISTEN

Catatan perjalanan kami saat pertama kali datang ke pemukiman Suku Da’a, Donggala, Sulawesi Tengah

Sebelumnya MCN AYA SOFYA dan Alm. Ust. Insan LS Mokoginta perna berkunjung ke pemukiman Suku Da’a atas undangan pemuda peduli mualaf untuk mendakwahkan dan memperkuat akidah Islam mereka. Tapi ada yang sangat memprihatinkan, satu-satunya yang dibangun oleh Habib Rotan yang awalnya untuk aktivitas keagamaan, sholat jamaah, dan sholat jum’at sudah tidak digunakan lagi, disislain karena belum bisa dikatakan layak. Mereka mengharapkan adanya sebuah bangunan yang bisa menjadi tempat ibadah tempat dan aktivitas keagamaan yang layah dan nyaman.

Suku Da’a merupakan suku nomaden yang mendiami Sulawesi Tengah dan perbatasan Sulawesi Barat. Mereka bermukim di kawasan hutan dan pegunungan, terutama di gunung Gawalise. Nenek moyang suku Da’a pada awalnya beragama Islam, namun setelah kedatangan misionaris Kristen dan kurangnya kepedulian antar sesama umat Islam terhadap saudara seiman kita, suku Da’a. Sehingga mereka semua pada akhirnya murtad dan masuk Kristen.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER JOMBANG: DIRIKANLAH SHOLAT DAN BERKURBANLAH

Berkurban dalam Islam

Berqurban bukan sekedar ibadah tahunan yang dilakukan oleh ummat Islam. Namun juga merupakan bukti ketaqwaan dan ketulusan cinta kepada Allah Ta’ala. Daging dan darah dari hewan qurban sama sekali tidak sampai kepada Allah tetapi dapat saling berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Sesungguhnya dari berkurban ini yang sampai kepada Allah adalah kualitas taqwa pada diri seorang Muqarib (orang yang berkurban) dalam menjalankan perintah Allah. Sebagaimana firman Allah berikut ini:

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MALUKU:SEJARAH KELAM KERAJAAN BANI ISRAIL

Dua Belas keturunan Nabi Yakub itu tidak semuanya berasal dari ibu yang sama. Sebagaimana Nabi Yusuf dan Benyamin lahir dari seorang ibu yang lain tetapi 10 orang lainnya dari ibu yang berbeda, sebagaimana banyak dari kita yang mengetahui kisah Nabi Yusuf. Allah telah menakdirkan Nabi Yusuf untuk bisa menjadi orang kepercayaan Fir’aun dan menjadi bendaharawan Mesir.

Sehingga dengan kedudukan itu Nabi Yusuf memboyong seluruh keluarganya dari Palestina menuju ke Mesir. Akhirnya seluruh putra Nabi Yakub diberikan fasilitas untuk bisa hidup megah dan mewah hingga akhirnya menyebar dan beranak-pinaklah 12 keturuan Nabi Yakub di Mesir, inilah singkat kisah permulaan Bani Israil.

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER SOLO: CARA RASULULLAH BERINTERAKSI DENGAN ORANG KAFIR

Kita harus menjadikan tolak ukur kehidupan kita adalah seperti kehidupan Rasulullah di Madinah. Pada saat itu di Madina ada 3 suku, yaitu: Yahudi bani Qainuqa, Yahudi bani Nadhir, dan Yahudi bani Quraizhah. Rasulullah tinggal bersama mereka dan bertetangga bersama dengan mereka. Sehingga beliau pastinya pernah berinteraksi dengan mereka.

Dalam Hadist Bukhari mengatakan, sampai ada anak muda Yahudi memeluk Islam waktu Rasulullah ke rumahnya mengajaknya bersyahadat memeluk agama Islam diakhir hidupnya. Pada saat itu Rasulullah memasuki rumahnya dan meminta izin kepada orang tuannya. Orang tua pemuda itu mengizinkan anaknya memeluk agama Islam, Rasulullah pun berkata kepada pemuda itu: “Wahai anak muda, sekarang ucapkanlah kalimat syahadat”.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER LOMBOK: CARA RASULULLAH MENDIDIK PARA SAHABAT DALAM WAKTU YANG TIDAK LAMA

Bagaimana Rasulullah berhasil mendidik para sahabat sehingga mereka memiliki keimanan seperti baja?

Kita ketahui bahwa di zaman Rasulullah dan para sahabat terkenal memiliki keimanan yang begitu kuat bahkan kenikmatan duniapun tak bisa menghargai itu semua. Para sahabat bahkan rela mati untuk membela keimanan dalam hatinya. Rasulullah berdakwah pada tahun pertama dan kedua setelah kenabian secara sembunyi-sembunyi, tahun ketiga beliau berdakwah secara terang-terang, dan tahun keempat para sahabat mengalami penyiksaan tapi mereka tetap beriman.

Dalam jangka 3 tahun saja ajaran Rasulullah itu sudah membuat keimanan mereka menjadi kuat, sedangkan kita yang sejak lahir sudah Islam hingga saat ini masih memiliki keimanan yang lemah. Keimanan kita masih lemah dan sangat rawan melakukan kelalaian dan kita juga masih terlalu memprioritaskan kenikamatan dunia.

Continue reading