KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MANADO: AMALAN DUNIA INI BISA MEMUDAHKAN URUSAN KITA DI AKHIRAT

Kajian Mualaf Center Manado tentang bagaimana cara bisnis yang baik? jawabannya adalah mengikuti petunjuk yang diajarkan Rasulullah dengan menjauhi hal larangan Allah. Seperti riba, korupsi, kolusi, dan lainnya, serta melakukan yang dianjurkan. Pada zaman dahulu orang-orang ingin menjadi kaya agar dapat melakukan zakat, infaq, dan sadaqah. Tapi semua itu mustahil dilakukan jika tidak ada uang. Jadi pada zaman dahulu kekayaan adalah hal yang sudah biasa.

Ada iga macam jalan yang dapat dilewati seseorang jika ingin masuk surga yakni hanya dengan memilih salah satu dari ketiga jalan tersebut. Jalan itu bisa saja melalui harta dengan menjadi orang kaya sehingga bisa berbagi kepada yang membutuhkan. Bisa juga melalui ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, dan dengan tenaga yang didedikasikan di jalan Allah.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER JOMBANG: DIRIKANLAH SHOLAT DAN BERKURBANLAH

Berkurban dalam Islam

Berqurban bukan sekedar ibadah tahunan yang dilakukan oleh ummat Islam. Namun juga merupakan bukti ketaqwaan dan ketulusan cinta kepada Allah Ta’ala. Daging dan darah dari hewan qurban sama sekali tidak sampai kepada Allah tetapi dapat saling berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Sesungguhnya dari berkurban ini yang sampai kepada Allah adalah kualitas taqwa pada diri seorang Muqarib (orang yang berkurban) dalam menjalankan perintah Allah. Sebagaimana firman Allah berikut ini:

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER LOMBOK: CARA RASULULLAH MENDIDIK PARA SAHABAT DALAM WAKTU YANG TIDAK LAMA

Bagaimana Rasulullah berhasil mendidik para sahabat sehingga mereka memiliki keimanan seperti baja?

Kita ketahui bahwa di zaman Rasulullah dan para sahabat terkenal memiliki keimanan yang begitu kuat bahkan kenikmatan duniapun tak bisa menghargai itu semua. Kajian Mualaf Center Lombok menjelaskan bahwa para sahabat bahkan rela mati untuk membela keimanan dalam hatinya. Rasulullah berdakwah pada tahun pertama dan kedua setelah kenabian secara sembunyi-sembunyi, tahun ketiga beliau berdakwah secara terang-terang, dan tahun keempat para sahabat mengalami penyiksaan tapi mereka tetap beriman.

Dalam jangka 3 tahun saja ajaran Rasulullah itu sudah membuat keimanan mereka menjadi kuat, sedangkan kita yang sejak lahir sudah Islam hingga saat ini masih memiliki keimanan yang lemah. Keimanan kita masih lemah dan sangat rawan melakukan kelalaian dan kita juga masih terlalu memprioritaskan kenikamatan dunia.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER PAPUA: HIDAYAH TIDAK DATANG SENDIRI TAPI HARUS DICARI

Mualaf Center Nasional Aya Sofya Papua membuka kesempatan untuk umat Islam atau masyarakat yang ingin memeluk Islam. Belajar bersama mendalami agama Islam untuk menjemput hidayah yang telah disebarkan oleh Allah. Kita tahu bahwa hidayah adalah hak preoregatif Allah dan tidak ada seorang manusia yang bisa memberikan hidayah.

Mungkin kita hanya bisa menjelaskan kebenaran tapi hidayah jelas hanya datang dari Allah. Disaat kita beriman kepada Allah maka sudah jelas bahwa kita telah mendapatkan hidayah dari Allah. Kita tahu bahwa hidayah adalah kuasa Allah yang menjadi takdir, sehingga kita tetap perlu mencari hidayah sama halnya seperti takdir lainnya.

Termasuk dalam perkara takdir, hidayah juga merupaka suatu perkara yang tidak diketahui oleh setiap manusia. Kita tidak akan mengetahui apakah mendapat hidayah Allah atau tidak tapi kita memang sudah sepatutnya bersyukur kepada Allah karena mendapatkan hidayah. Kita senantiasa beribadah kepada Allah dan berusaha untuk senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Disaat seseorang berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah maka itu akan memudahkannya menuju surga.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER PATI: KEAJAIBAN MENJELANG KELAHIRAN NABI MUHAMMAD

Pada saat kehamilan, Aminah bermimpi bahwa bayi dalam kandungannya itu akan menyebarkan cahaya keseluruh permukaan bumi. Sebagian ulama menyebutkan bahwa cahaya itu akan sampai dari Makkah ke wilayah Persia atau saat ini kita menyebutnya Irak. Beliaupun bermimpi mengucapkan suatu doa yang jika diartikan adalah: “aku berlindung kepada Allah yang maha agung untuk bayi ini dari semua keburukan dan iri dengki orang lain”.

Berjalanlah kehamilan tersebut hingga beberapa bulan kemudian, beberapa ulama menyebutkan bahwa sekitar 6 bulan hamilnya itu suaminya yakni Abdullah meninggal dunia sehingga bayi yang dikandungnya itu telah menjadi seorang yatim sebelum dilahirkan. Para ulama ahli sejarah banyak menukil bahwa bayi itu lahir pada 12 Rabbiul Awal di Tahun Gajah (Ashabul Fill) lebih tepatnya 50 hari setelah kejadian itu.

Continue reading