
Bagaimana Rasulullah berhasil mendidik para sahabat sehingga mereka memiliki keimanan seperti baja?
Kita ketahui bahwa di zaman Rasulullah dan para sahabat terkenal memiliki keimanan yang begitu kuat bahkan kenikmatan duniapun tak bisa menghargai itu semua. Kajian Mualaf Center Lombok menjelaskan bahwa para sahabat bahkan rela mati untuk membela keimanan dalam hatinya. Rasulullah berdakwah pada tahun pertama dan kedua setelah kenabian secara sembunyi-sembunyi, tahun ketiga beliau berdakwah secara terang-terang, dan tahun keempat para sahabat mengalami penyiksaan tapi mereka tetap beriman.
Dalam jangka 3 tahun saja ajaran Rasulullah itu sudah membuat keimanan mereka menjadi kuat, sedangkan kita yang sejak lahir sudah Islam hingga saat ini masih memiliki keimanan yang lemah. Keimanan kita masih lemah dan sangat rawan melakukan kelalaian dan kita juga masih terlalu memprioritaskan kenikamatan dunia.
Sehingga yang menjadi pertanyaan adalah apakah ada yang salah dengan sistem pendidikan kita? hal itu terlihat bagaimana seorang anak bersekolah sejak pagi sampai dengan siang hari tapi pelajaran agama hanya diajarkan selama 1-2 jam salam seminggu. maka tak heran jika banyak orang hebat tapi keimanannya mudah goyah karena ujian kenikmatan dunia yang begitu menggiyurkan.
Hal itu justru berbeda jauh dari yang dilakukan oleh para sahabat untuk menumbuhkan keimanannya. Pada zaman dahulu mereka mempelajari ayat Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh disetiap saat kemudian mengamalkannya. Lain lagi dengan zaman sekarang, sistem pembelajaran agama dan penanaman tauhid dirasa masih kurang bisa diterima untuk memperkuat keimanan umat Islam. Sebagaimana contoh, saat kita membaca Jus Amma yang berisi surat-surat pendek, tapi masih banyak diantara kita yang belum mengerti dan memahami makna dari surat yang kita baca, bahkan banyak dari kita yang belum memahami surat Al-Fatihah.
Menanamkan aqidah tauhid secara benar
Maka sistem pendidikan yang digunakan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya adalah menanamkan aqidah dan tauhid secara benar. Maka sangat perlu melakukan kajian mengenai tafsir Al-Qur’an, paling tidak kita bisa mengetahui tafsir dari ayat yang kita baca. Jadi setiap kali kita melakukan sholat dan membaca beberapa surat Al-Qur’an maka kita bisa meresapinya.
Terkadang memang orang tua tidak lebih perhatian terhadap agama Islam, jadi banyak anak-anaknya hanya mengerjakan ibadah alakadarnya sebatas “telah mengerjakan kewajiban”. Sebagaimana juga banyak orang tua yang lebih menyayangkan anaknya tidak sekolah daripada ketika anaknya tidak sholat subuh. Masih ada seorang ibu yang tidak tega membangunkan anaknya untuk melakukan sholat subuh dengan alasan belum baligh tapi disisi lain bisa bersikap tegas ketika anaknya tidak mau sekolah.
Jadi sesungguhnya masalahnya ada pada diri kita sendiri, hanya saja kita masih belum menyadarinnya. Sehingga yang perlu dilakukan adalah sistem pendidikan kita yang harus diperbaiki. Sebagaimana Umar bin Khattab pernah mengatakan bahwa: “Aku takut terhadap orang-orang yang lahir Islam dan dia tidak tahu masa Jahiliyah. Sehingga orang ini tidak mensyukuri nikmat Islam bahkan merasa jika Islam itu adalah beban baginya. Hal itu sungguh berbeda dengan orang kafir yang masuk Islam karena hidayah yang Allah diberikan kepadannya”.
Jadi itulah yang membuat para sahabat dengan ilmu yang diperolehnya selama tiga tahun itu menjadikan mereka untuk siap dibantai demi membela keimanannya kepada Allah. Dalam benak mereka hanya Allah satu-satunya tuhan, tidak ada tuhan-tuhan lainnya. Mereka juga meyakini bahwa Allah yang menciptakan langit, bumi, dan seisinya. Sehingga tugas ciptaan-Nya adalah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya saja.
Bagaimana cara mempertahankan iman yang naik turun?
Iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan, sehingga kita memiliki keimanan yang naik turun maka itu bukanlah suatu kemunafikan. Sebagaimana Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist sahih: “Pasti dalam suatu kehidupan itu ada kelemahan Iman, barangsiapa saja yang sedang turun keimanannya sedangkan dia tetap mempertahankan dalam kesalehan maka dia adalah orang yang beruntung. Dan barang siapa yang menghilangkan dirinya dalam kesesatan maka dia telah merugi”.
Permasalahanannya adalah pada iman, kalau kita sudah mepupuk keimanan kita agar menjadi lebih kuat tetapi tiba-tiba ada sesuatu hal yang membuat keimanan turun jauh ke bawah level keimanan sebelumnya. Maka ketika itu kita harus segera menemukan suatu pemicu yang bisa mengangkat kembali keimanan kita. Suatu pemicu itu pastinya lebih besar dari penyebab yang membuat keimana kita turun, sehingga tentunya hal itu bisa menandinginya dan keimanan kita akan kembali ke level sebelumnya.
Semisal di zaman dahulu, seorang sahabat ada yang sampai harus melihat sahabat lain yang saat itu telah meninggal dunia. Hal itu nyatanya bisa membuat keimanannya bertambah karena membuatnya teringat dengan kematian. Oleh karena itu, menjaga iman adalah sesuatu yang penting.
Selain itu saat keimanan kita turun, kita bisa bertanya kepada teman-teman yang ahli ibadah. Mendengarkan ceramah secara online, mendatangi majelis ilmu. Sebagaimana yang sering dilakukan oleh para ulama ketika keimanannya turun adalah dengan meminta nasehat kepada sahabatnya sesama ulama, atau mendatangi orang-orang yang shaleh.
Sebagaimana seorang ulama perna berkata: “ketika keimanan kita turun, kami selalu mendatangi Hasan Al-Bashri”. Perlu kita ketahui bahwa Hasan Al-Bashri adalah seorang ulama yang mashur pada saat itu dalam menjaga keimanannya beliau selalu membicarakan tentang surga, neraka, dan kematian.
Sehingga dalam menjaga keimanannya, para ulama akan menemui para ulama lainnya karena ketika melihat mereka saja keimanannya bisa bertambah. Jadi ketika keimana kita turun maka bisa mendatangi orang-orang saleh, jangan sampai terlambat menyadari dan setan sudah membuat kita terlena dengan kembali kepada masa jahiliyah dan kemaksiatan.
Sesungguhnya Allah memerintahkan kita (ummat Islam) untuk senantiasa mengajak saudara kita yang belum mendapatkan hidayah Allah untuk berusaha mendapatkan hidayah-nya dengan cara belajar agama Islam. Bersama Mualaf Center Lombok dan Mualaf Center Nasional Aya Sofya, siap membantu mualaf yang membutuhkan pertolongan baik secara fisik, materi, ataupun solusi dari masalah yang dialami seorang mualaf.
Kami siap melakukan edukasi atau advokasi bagi mualaf di seluruh Indonesia untuk mendalami dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kesehariannya, serta membina para mualaf agar produktif dalam syi’ar dan dakwah, serta mandiri secara finansial dalam kehidupan yang berlandaskan iman, taqwa, dan cinta tanah air.
Mualaf Center Nasional Aya Sofya senantiasa menyambut dengan hangat saudara kita yang telah mendapatkan hidayah ingin memeluk agama Islam. Adanya pembinaan dari mulai pengenalan dasar ke-Islaman hingga mempelajari ilmu keagamaan mulai dari tingkat dasar sampai lanjutan.
Lembaga ini juga difokuskan dalam pemberdayaan ummat kepada para mualaf di seluruh Indonesia. Menjadi media perantara yang menyalurkan dan menjembatani para Muhsinin (orang-orang baik) untuk saling berbagi sebagian rizkinya kepada saudara kita para mualaf dhuafa di pelosok-pelosok nusantara.
“Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai Agamaku dan Muhammad sebagai Nabi-ku dan Rasul utusan Allah”: maka aku adalah penjaminnya, dan akan aku gandeng dia dengan memegang tangannya, sampai aku memasukkannya ke dalam Surga. (HR. At-Thabrani)
Rekomendasi artikel:
- Kisah Mualaf Chinese yang Sebelumnya Memiliki Banyak Agama tapi Akhirnya Menemukan Kebenaran Tuhan dalam Agama Islam
- Seperti Kisah Orang Beriman di Zaman Para Nabi, Inilah Kisah Mualaf Yang Hampir Dibunuh dan Rumahnya Dibakar Karena Masuk Islam
- Lelang Mobil Bmw untuk Pembangunan Masjid Terpadu Aya Sofya Kota Malang
- Ingin Mengajak Keluarga Masuk Islam, Inilah Kisah Perjuangan Mualaf dalam Mempelajari Agama
Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).
ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?
REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA
SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:
MUALAF CENTER AYA SOFYA
MEDIA AYA SOFYA
Website: www.ayasofya.id
Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA
YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA
Instagram: @ayasofyaindonesia
Email: ayasofyaindonesia@gmail.com
HOTLINE:
+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100
+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361
