KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER KERINCI: INILAH TANDA BAHWA BERAGAMA ISLAM BELUM TENTU MUKMIN

Tahap Keimanan Orang Islam

1. amanu = orang beriman

Kalimat “ الَّذِينَ آمَنُوا ” atau “Alladzina amanu” itu biasanya diungkapkan bagi orang-orang yang baru beriman atau imannya itu masih harus ditingkatkan lagi. Seseorang yang baru menyatakan sebagai muslim, merasa punya standart keimanan dalam jiwanya tapi iman itu lebih mendorongnnya untuk lebih semangat menunaikan ibadah. Kalau kita melihat di KTPnya Islam dan ia juga termasuk seorang muslim tapi sholatnya masih agak terlambat.

Maka seseorang itu dipanggil oleh Allah sebagai “ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ” atau “hai orang-orang yang beriman” yang panggilan dan disebutkan sejumlah 68 kali dalam Al-Qur’an. Sebagaimana di dahului dengan huruf ” يَ ” atau “ya” yang termasuk huruf panggilan. Dalam ilmu nahwu huruf panggilan ada 14 jenis tapi di Al-Qur’an hanya disebutkan huruf ” يَ ” sebanyak 361 kali.

Ketika huruf “يَ ” disandingkan dengan kalimat “ الَّذِينَ آمَنُوا ” seakan-akan Allah menyeruh kepada semua “pemilik iman” sekalipun imannya belum mampu mendekatkan dia dengan Allah karena masih jarangn melakukan amal saleh. Dipanggil oleh Allah sebanyak 68 kali panggilan dia yang disebutkan dalam Al-Qur’an, sebagai setelah ada kalimat “ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ” selalu disusul dengan amal-amaln shaleh, sepert beberapa potongan ayat berikut ini:

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER PALANGKARAYA: KISAH MURTADNYA BANI ISRAIL DIABADIKAN DALAM AL-QURAN

Kajian Mualaf Center Palangkaraya kali ini tentang sebuah kisah menarik yang diabadikan dalam firman Allah QS. Thaha ayat 83 sampai 97. Surat tersebut menjelaskan tentang bani Israil yang tersesat atau murtad oleh seseorang yang bernama Samiri, pembuat patung sapi emas yang menjadikan sebagian besar (ada yang mengatakan sampai jumlahnya 70 ribu bani Israil) berpaling dari Tauhid dan menyembah patung tersebut.

Ketika Nabi Musa berhasil menyelamatkan bani Israil dari kepungan tentara Fir’aun dan Allah tenggelamkan Fir’aun karena kekufurannya. Nabi Musa membawa bani Israil hijrah dari Mesir ke Palestina tetapi ketika sampai diperbatasan bani Israil tidak mau ikut karena saat itu Baitul Maqdis dihuni oleh Kabilah Kan’aniyun sehingga jika ingin kecuali dengan memasukinya harus berjihad ataupun perang terlebih dahulu. Sedangkan bani Israil adalah umat yang sangat pengecut pada saat itu.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MAUMERE: APA ALASANNYA TIDAK BOLEH MENIKAH BEDA AGAMA?

Hukum Menikah Beda Agama Sudah Jelas Dalam Al-Qur’an

Bagaimana hukumnya bila seorang laki-laki menikahi perempuan non-muslim? apakah perkawinannya sah, termasuk berzina atau tidak? bagaimana dengan kisah Nabi Nuh dan kisah Asiyah (Istri Fir’aun). Pertanyaan-pertanyaan itu sering diperdebatkan oleh banyak orang yang dikomparasikan dengan kisah dan kiasan yang berbeda. Pertama yang akan kita bahas terlebih dahulu adalah tentang larangan menikah beda agama sebagaimana firman Allah sebagai berikut:

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Artinya: Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS. Al-Baqarah: 221)

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MAMUJU: BEBERAPA HAL YANG MENJADI PENYESALAN MANUSIA SETELAH MENINGGAL DUNIA

Allah Ta’ala sudah menetapkan umur seseorang sebelum ia dilahirkan karena itulah manusia diberi kesempatan untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan abadi di akhirat. Sungguh beruntung jika seorang hamba mampu menggunakan usianya untuk beramal saleh. Akan tetapi sungguh merugi dan celaka seseorang jika ia tidak mampu menggunakan nikmat waktu dalam usianya untuk beribadah. Sesungguhnya umur manusia tidak bisa ditambah karena bukan isi ulang, sebagaimana firman Allah berikut ini:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Artinya: Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. (Q.S Al-A’raf: 34)

Penyesalan seseorang sesudah mati ada banyak akan tetapi secara umum ada beberapa hal sebagai berikut:

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER PEMALANG: KISAH PEREMPUAN YANG DIBELA LANGSUNG OLEH ALLAH

Kisah Hafshah binti Umar bin Khattab,
istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Salah satu seorang wanita yang pernah dibela Allah adalah Hafshah, seorang anak dari Umar bin Khattab dan juga istri Rasulullah. Hafshah memiliki sifat seperti ayahnya yang kuat, berani, dan tegas hingga dijuluki sebagai singa betina sebagaimana Umar bin Khattab dijuluki sebagai singa jantan.

Hafshah adalah salah satu Istri Nabi yang shalehah, suatu hari ada masalah antara Rasulullah dengan Hafshah yang kisahnya tidak dibahas secara rinci dalam teks hadist. Rasulullah terpaksa menceraikan Hafshah karena masalah tersebut, diceraikanlah Hafshah secara baik-baik dan diantar oleh Rasulullah kembali kepada Umar bin Khattab.

Tidak ada perasaan marah dalam diri Hafshah saat Rasulullah hendak menceraikannya, Ia hanya selalu mencurahkan isi hatinya kepada Allah dengan berkata: “Ya Allah, memang saya dan bukan Rasulullah, tapi saya tidak bisa hidup tanpa Rasulullah. Beliau adalah cinta sejati saya”. Allah yang mendengar doa hambanya yang shalehah itu dan memerintahkan malaikat Jibril kepada Rasulullah.

Continue reading