Memang jika membahas mengenai kedudukan Yesus atau nabi Isa dalam 3 agama samawi ini tidak akan ada habisnya. Di jelaskan oleh Mualaf Center Riau bahwa nyatanya dalam agama Kristen mereka mengimani Yesus dengar luar biasa sehingga tak heran jika seiring berjalannya waktu dan masuknya pemahaman baru (dogma baru) maka tak heran jika Yesus bahkan dipuja-puja sebagai kesatuan dari Tuhan. Sedangkan disisi lain agama Yahudi sama sekali tidak menganggap bahwa sosok Yesus itu ada dan dilahirkan dimuka bumi ini.
Namun, nyatanya agama Islam hadir untuk kembali meluruskan ajaran sebagaimana yang disampaikan oleh nabi-nabi terdahulu sebelum Allah mengutus nabi Muhammad. Kita tahu bahwa sejak Adam, Ibrahim, Musa, Isa, hingga pada akhirnya ditutup dengan nabi terakhir yaitu nabi Muhammad. Sejak saat itu Allah memutuskan bahwa ajarannya sudah sempurna oleh karenanya diberi nama agama Islam.
Di dunia ini ada dua jenis agama yang dibedakan berdasarkan sumbernya berdasarkan hasil posdcast yang dilakukan oleh Mualaf Center Merauke bersama Gus Mbhethik di Channel Youtube Mualaf Center Aya Sofya.
Sebagaimana yang pertama kita mengenal agama Samawi yang bersumber dari wahyu seperti Islam disampaian oleh Nabi Muhammad, Yahudi oleh Nabi Musa, dan Nasrani (bukan Kristen) oleh Nabi Isa. Kedua, agama Ardhi agama yang tidak berdasarkan pada wahyu atau meski penuh kontroversi dan sulit disebut agama. Biasanya hanya disebut dengan sekte, ajaran, atau aliran kepercayaan.
Agama Ardhi berkembang berdasarkan budaya, daerah, pemikiran seseorang yang kemudian diterima secara global. Serta tidak memiliki kitab suci, bukan berlandaskan wahyu, dan berdasarkan ajaran dari seseorang.
Mualaf Center Solo menyebutkan bahwa sesungguhnya Al-Qur’an adalah sebuah solusi. Walaupun penemuannya tidak harus ada tapi isyaratnya pasti ada di dalamnya. Al-Qur’an bukanlah kitab ilmiah tetapi didalamnya terdamat isyarat-isyarat ilmiah yang dapat dibuktikan dan dikaji oleh manusia. Jika Al-Qur’an disebut sebagai kitab ilmiah maka apabila ada suatu penemuan yang berdasarkan Al-Qur’an.
Meskipun mustahi tetapi jika memang kemudian ada penemuan baru menggagalkan penemuan sebelumnya maka kita bisa mengatakan Al-Qur’an yang salah. Tetapi nyatanya Al-Qur’an adalah firman Allah yang nyata segala kebenaran didalamnya, bukan kitab ilmiah yang bisa saja disalahkan. Isyaratnya ada dalam Al-Qur’an dapat diuji lewat pembuktian keilmuan dan dipelajari dengan benar akan menghasilkan suatu produk-produk yang bermanfaat.
Dalam kajian Mualaf Center Malang menyebutkan bahwa Rasulullah pernah mengadakan perjanjian dengan beberapa kelompok umat Kristen pada zamannya. Perjanjian yang dibuat kedua belah pihak itu menyangkut banyak hal, sebagaimana masalah keamanan, perlindungan, hingga jaminan keselamatan.
Menariknya, perjanjian Rasulullah dengan orang-orang Kristen tersebut ‘berjalan dengan baik.’ Kedua belah pihak menepatinya dan tidak ada yang melanggarnya sampai beliau wafat. Rasulullah mengadakan perjanjian dengan tiga kelompok umat Kristen, yakni:
Pertama, orang-orang Kristen Najran.
Kajian Mualaf Center Malang menjelaskan bahwa suatu ketika Rasulullah mengundang kaum Najran untuk datang ke Madinah. Umat Kristen Najran kemudian mengirim rombongan berisi 14 orang untuk berdiskusi dan berdebat dengan Nabi Muhammad. Rombongan umat Kristen Najran itu dipimpin tiga orang, yakni Al-Aqib sebagai pemimpin rombongan. As-Sayyid sebagai pengatur perjalanan, dan Abul Harits sebagai penanggung jawab urusan keagamaan.
Setiba di Madinah, para utusan itu langsung menemui Rasulullah, mereka mengucapkan salam kepada beliau, dan beliau menjawab salam mereka. Utusan kaum Najran disambut baik oleh Rasulullah dan umat Islam pada saat itu. Setelah itu Rasululah melakukan tanya jawab dengan mereka dan menyeru mereka untuk masuk Islam namun rombongan Kristen Najran menolaknya. Sehingga mereka terlibat dalam suatu perdebatan tentang persoalan teologi, definisi Muslim, status Nabi Isa AS hingga politik dan pemerintahan.
Kajian Mualaf Center Semarang kali ini akan membahas mengenai tanda-tanda akhir zaman. Asal-usul Dajjal dan Imam Mahdi sebagai tanda-tanda datangnya hari kiamat. Saat ini tanda-tanda akhir zaman sudah mulai bermunculan di mana-mana. Akhir zaman yang berarti zaman sudah mendekati hari akhir. Pada kali ini akan membahas mengenai tanda-tanda besar hari kiamat yang pasti akan terjadi, sebagaimana dalam firman Allah berikut ini:
Artinya: Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: “Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)”. (QS. Al-An’am: 158)
Pada firman Allah tersebut menjelaskan mengenai tiga perkara, berikut ini: