KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER YOGYAKARTA: PERINTAH BERDAKWAH KEPADA AHLI KITAB YANG TIDAK BANYAK DIKETAHUI UMAT ISLAM

Pengantar

Berdakwah kepada non muslim adalah perintah Allah yang harus ditunaikan tapi sangat sedikit umat Islam yang mau melakukannya. Bahkan dalam Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Rosulullah ﷺ, Allah memerintahkan kepada kita (umat muslim) untuk mengajak orang-orang yang diberi Alkitab masuk Islam agar diberi petunjuk dan selamat dari siksa neraka.

فَإِنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِىَ لِلَّهِ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِ ۗ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْأُمِّيِّۦنَ ءَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا۟ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَٰغُ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ

Artinya: Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. Al-Imran: 20)

Begitu pula Allah memerintahkan mereka (Ahli Kitab) untuk kembali kepada ajaran Tauhid dalam ayat berikut ini:

قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَآءٍۭ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِۦ شَيْـًٔا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُولُوا۟ ٱشْهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Artinya: Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. Al Imran: 64)

Seiring perkembangan dunia yang berpengaruh pada perkembangan cara berfikir (mindset) logis dan realistis. Agama Islam di Eropa sangat berkembang pesat berbeda dengan perkembangan Islam di Indonesia yang sangat rendah dengan maraknya misionaris-misionaris Kristen yang menyasar masyarakat pedalaman. Meskipun termasuk mayoritas masyarakat beragama Islam, akan tetapi perkembangan agama Islam tidak lebih baik dari agama Kristen. Orang Kristen berani mendakwahkan ajaran gerejanya bahkan mendatangi langsung ke setiap rumah umat muslim, seharusnya kita juga harus lebih giat dari mereka karena muslim di Indonesia masih mayoritas.

Sebagian contoh di Jawa Tengah yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, kini jadi mayoritas Kristen bahkan dalam ada satu desa hanya ada 1 Kartu Keluarga yang beragama Islam. Kenapa itu terjadi? Apa yang menyebabkan pemurtadan terjadi dengan pesat? Intinya cuma satu, karena umat Islam tidak mau menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya petunjuk padahal Allah turunkan Al-Qur’an pada bulan ramadahan di malam Lailatur Qodar dikawal malaikat agar dijadikan petunjuk bagi umat Islam.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering berjumpa dengan orang-orang atau saudara se-iman yang menganggap remeh sebuah dakwah kepada non-muslim dengan mengatakan untuk apa berdakwah pada non-muslim, perbaiki dulu ibadahmu setelah itu berdakwahlah kepada non-muslim, dan lain sebagainya. Sesungguhnya itu adalah suatu kekeliruan yang sangat fatal karena Rosulullahﷺ diutus bukan hanya untuk orang arab atau umat Islam saja, tapi untuk seluru alam semesta dengan membawa berita dan keselamatan.

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

Artinya: Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Anbiya: 107)

Allah mengutus Rosulullah ﷺ kepada semua manusia bukan hanya umat tertentu karena beliau adalah Khataman Nabiyyin (Nabi Terakhir) yang bertugas melengkapi dan melanjutkan tugas atau misi Nabi dan Rasul terdahulu. Sehingga ajaran agama Islam harus didakwahkan kepada siapa saja termasuk suku, dan bangsa-bangsa, serta manusia lain ada di muka bumi ini.

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (QS. Saba: 28)

Kenapa umat Islam mudah dimurtadkan?

  • Kurangnya pemahaman Al-Qur’an. Masih banyak umat Islam yang awam dari pada yang paham mengenai Al-Qur’an baik itu di pedalaman maupun perkotaan, miskin ataupun kaya, tidak sekolah ataupun sekolah tinggi. Jika tinggal di pedalaman, miskin, dan tidak sekolah mungkin masih wajar disebut sebagai orang awam, tapi seseorang yang perpendidikan tinggi, kaya, dan sukses sungguh tidak wajar jika masih bodoh dalam memahami Al-Qur’an tak heran banyak diantara pejabat-pejabat yang Korupsi uang rakyat karena di hatinya tidak ada Iman terhadap Al-Qur’an, dalam membaca Al-Qur’an saja sudah terbatah-batah apalagi memahami isinya. Mereka tidak memahamani Al-Qur’an dengan benar, kurangnya pemahaman ini dapat menjadi sasaran misionaris untuk menyusupkan ajaran-ajaran sesat mereka.
  • Umat Islam di Indonesia masih banyak yang miskin daripada sejahtera karena kemiskinan menjurus pada kekufuran. Banyak suku atau etnis pedalaman mayoritas muslim yang hidup secara pas-pasan bahkan kekurangan hingga datanglah misionaris membawa bantuan berupa sembako murah dan masyarakat pun akhirnya mulai tertarik masuk agama Kristen lalu mendistribusikan ajaran Kristen ke masyarakat lainnya.
  • Banyak umat Islam yang berpendidikan rendah sehingga dengan mudah menerima dokrtin-doktrin agama yang dibawah oleh misionaris tanpa menganalisa terlebih dahulu padahal itu suatu hal yang menjebak. Kristenisasi lebih menargetkan hal ini sehingga secara kuantitas kemurtadan lebih tinggi dari pada yang menjadi mualaf, sedangkan secara kualitas agama Islam lebih unggul karena rata-rata mualaf berpendidikan tinggi yang memiliki cara berfikir kritis dan analisis dalam menentukan agama yang menurutnya benar.
  • Anggapan setiap agama itu sama yang kerap dipopulerkan oleh JIL (Jama’ah Iblis Laknatullah) yang mengkalaim bahwa tidak hanya agama Islam yang benar tapi semua orang beragama akan masuk surga. Tak sedikit pula umat Islam yang mengatakan demikian bahwa setiap agama adalah sama, hal yang sesat dan menyesatkan ini sangat mendukung pemurtadan. Bagaimana setiap agama itu sama? Masing-masing agama memiliki ajaran yang berbeda dan syariatyang berbeda.

Jika setiap agama sama itu secara tidak langsung menciptakan kondisi masyarakat yang liberal (bebas) yang tidak memiliki aturan dan pedoman hidup. Dalam hal ini juga bisa disebut hidup tanpa agama karena bebas melakukan hal apa saja meski agama sendiri melarang tapi agama lain membolehkan, itu dapat dilakukan terus menerus untuk mencari kebenaran dalam setiap tindakan. Jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada berbedaan antara orang beragama dan atheis, dan jelas pemikiran orang seperti itu tidak akan masuk surga.

  • Sebagaian besar umat Islam hanya sekedar membaca beberapa ayat Al-Qur’an pada malam-malam tertentu, hari tertentu, dan surat tertentu. Seperti contoh setiap hari Kamis hanya membaca surat Yasin sehingga dalam waktu singkat bisa hafal surat itu dan itu sangat bagus, alangkah lebih bagusnya lagi jika tidak hanya surat Yasin saja karena terdapat 114 surat dalam Al-Qur’an yang bisa dibaca dan dihafalkan juga. Bukankah rugi jika seumur hidup hanya hafal surat Yasin saja tanpa memahami dan mengamalkannya.

Hal yang biasa dijadikan sumber misionaris untuk menyerang Islam

Jika Kristen atau agama lain menjadi mayoritas, maka tidak ada toleransi dan toleransi hanya menjadi sebuah slogan. Terjadinya pembantaian besar-besarnya justru lebih sering terjadi pada muslim minoritas, seperti pembantaian muslim di Tolikara, Poso, Ambon, dan daerah atau negara muslim minoritas lainnya. Sedangkan jika Islam mayoritas maka kedamaian benar-benar terjadi, toleransi benar-benar dijunjung tinggi. Berikut ini adalah hal yang biasanya dijadikan bahan oleh misionaris Kristen untuk menyerang Islam:

  • Shalawat Nabi. Para misionaris memang tidak paham manfaat bershalawat dan mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad tidak menjamin keselamatan karena masih mengharapkan shalawat dari umatnya. Padahal tujuan shalawat tidaklah itu, shalawat memberikan banyak pahala dari Allah. Bentuk memuliakan Rosulullah secara proporsional tidak mengurangi atau melebihkan hingga menyamai Tuhan.
  • Poligami, banyak yang mencecar agama Islam karena memperbolehkan poligami bahkan umat Islam pun. Islam memperbolehkan poligami dengan syarat bisa berlaku adil dan maksimal 4 istri, namun jika tidak bisa adil cukup hanya 1 istri saja. Sebenarnya poligami adalah aturan dari Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad karena umat terdahulu bahkan nabi dan rosul sebelum Muhammad pun telah banyak yang melakukan poligami bahkan lebih dari 4 istri, jadi ajaran ini merupakan batasan bagi orang terdahulu dan menjadi aturan hingga saat ini. Hal ini juga merupakan solusi karena populasi wanita di dunia lebih banyak daripada laki-laki.

Jika agama lain menolak poligami, lantas apakah Tuhan salah menciptakan wanita lebih banyak daripada pria? Sejatinya Tuhan itu maha benar. Solusi macam apa yang diberikan agama lain untuk mengatasi populasi wanita yang lebih banyak? Bagaimana nasib wanita yang tidak memiliki pasangan? Bukankah agama harus memberikan kebaikan bagi semua umatnya dan dalam agama Islam terdapat setiap solusi karena tuhan tidak menciptakan sesuatu tanpa sebab, dan sebab itu hanya Allah yang tauh.

  • Teroris. Dalam firman Allah dalam Al-Qur’an tidak memerintahkan umat Islam menjadi teroris dan tidak ada ajaran teroris dalam agama Islam. Sebutan teroris adalah propaganda politik dari bangsa yang membenci Islam, Justrus ajaran teroris sadis dan bengis tertulis jelas dalam Alkitab. Oleh karena itu sebagai umat Islam haruslah waspada jika misionaris Kristen lebih merejalela karena pembantaian akan terjadi dimana-mana jika umat Islam sebagai minoritas.

Solusinya adalah Al-Qur’an

Sebaik-baiknya petunjuk dan pedoman hidup adalah Al-Qur’an yang akan membimbing kita pada keselamatan dunia dan akhirat. Kalau ingin terjadi perubahan dalam hidup dan penghidupan kita serta tidak ingin mengalami pemurtadan dalam keluarga jangan hanya membaca al-Qur’an saja tanpa mengetahui maknanya tapi lakukan dengan membaca Al-Qur’an, pahami artinya, dan mengamalkannya.

Jika umat Islam melakukan hal tersebut dapat membentengi diri dan mencegah untuk melakukan dosa sekecil apapun karena telah memahami ajaran Al-Qur’an dengan benar dan tidak akan mengalami kemurtadan karena mempercayai bahwa agama Islam adalah agama yang di ridohi Allah sebagaimana yang telah tertulis dalam Al-Qur’an.

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya: “Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.”
(QS. Al-Imran: 85)

Dan inilah perkataan Yesus yang diabadikan dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالُوا۟ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.
(QS. As-Shaff: 6)

Sesungguhnya Allah memerintahkan kita (ummat Islam) untuk senantiasa mengajak saudara kita yang belum mendapatkan hidayah Allah untuk berusaha mendapatkan hidayah-Nya dengan cara belajar agama Islam. Bersama Mualaf Center Yogyakarta dan Mualaf Center Nasional Aya Sofya, siap membantu mualaf yang membutuhkan pertolongan baik secara fisik, materi, ataupun solusi dari masalah yang dialami seorang mualaf.

Melakukan edukasi atau advokasi bagi mualaf di seluruh Indonesia untuk mendalami dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kesehariannya, serta membina para mualaf agar produktif dalam syi’ar dan dakwah, serta mandiri secara finansial dalam kehidupan yang berlandaskan iman, taqwa, dan cinta tanah air.


Rekomendasi Artikel:


Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).


ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?

REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-00-4040-12
AN. YAYASAN THORIQUSSALAM INDONESIA QQ AYA SOFYA INDONESIA


SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:

MUALAF CENTER AYA SOFYA


MEDIA AYA SOFYA

Website: www.ayasofya.id

Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA

YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA

Instagram: @ayasofyaindonesia

Email: ayasofyaindonesia@gmail.com


HOTLINE:

+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100

+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.