
Hikmah kajian kristologi Mualaf Center Solo, kita harus menjadikan tolak ukur kehidupan kita adalah seperti kehidupan Rasulullah di Madinah. Pada saat itu di Madina ada 3 suku, yaitu: Yahudi bani Qainuqa, Yahudi bani Nadhir, dan Yahudi bani Quraizhah. Rasulullah tinggal bersama mereka dan bertetangga bersama dengan mereka. Sehingga beliau pastinya pernah berinteraksi dengan mereka.
Rasulullah berdakwah mendatangi rumah orang Yahudi
Dalam Hadist Bukhari mengatakan, sampai ada anak muda Yahudi memeluk Islam waktu Rasulullah ke rumahnya mengajaknya bersyahadat memeluk agama Islam diakhir hidupnya. Pada saat itu Rasulullah memasuki rumahnya dan meminta izin kepada orang tuannya. Orang tua pemuda itu mengizinkan anaknya memeluk agama Islam, Rasulullah pun berkata kepada pemuda itu: “Wahai anak muda, sekarang ucapkanlah kalimat syahadat”.
Pemuda itu berumur 14 tahun dan memiliki sakit keras, Ayahnya berkata: “patuhilah ayahnya Qasim (Rasulullah)”. Pemuda itupun bersyahadat, setelah beryshadad, begitu rasulullah keluar dari pintuh rumahnya, sekeluarga itu menangis karena pemuda itu telah meninggal dunia. Rasulullah pun berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api neraka”.
Jadi ketika itu Rasulullah mendatangi orang Yahudi, berdakwah di rumahnya, dan berinteraksi dengan orang-orang kafir. Sehingga hal itu wajar jika sat ini kita harus berinteraksi dengan orang kafir pula. Sesungguhnya ketika Rasulullah berinteraksi dengan mereka, beliau juga mengajari kaidah-kaidah yang bisa kita jadikan teladan. Jika mereka memerangi kita maka tidak ada salahnya jika kita berperang dengan mereka.
Kita juga diajarkan cara berinteraksi dengan keluarga atau orang tua. Ketika orang tua kita masih kafir maka kita masih harus tetap berbakti. Begitu pula dengan kerabat kita yang masih kafir maka kita tetap harus menjaga silaturahmi. Kita juga boleh memberikan sadaqah kita kepada orang kafir, tapi kita boleh mendukung ibadah mereka.
Rasulullah pernah membantu orang kafir yang mendapatkan musibah
Sebagaimana Rasulullah perna kedatangan seorang kafir penyembah berhala yang berasal dari belakang gunung Uhud. Ketika itu Rasulullah sedang membawa puluhan ekor kambing dan orang kafir itu berkata kepada beliau: “Wahai Muhammad, aku mendengar kau mengajarkan pengikutmu untuk saling bantu-membantu (Sadaqah). Ketahuilah bahwa aku miskin, bolehkan aku meminta salah satu kambingmu?”.
Rasulullah berkata: “Bawalah semua kambing ini, semua ini untuk kau”. Ketika itu orang kafir kembali ke kampungnnya dengan membawah puluhan ekor kambing dan berkata: “Wahai kaumku, berimanlah kepada Muhammad, dia mengajarkan ajaran yang tidak membuat kita miskin”. Pada saat itu, satu kampung memeluk agama Islam. Jadi dalam hal ini kita diperbolehkan untuk bersadaqah dengan orang kafir.
Sebagaimana jika kita berhadapan dengan orang kafir yang ketika itu mengalami musibah maka kita wajib membantunnya. Sesuatu yang tidak boleh dan jelas dilarang oleh agama adalah membangun tempat ibadah orang kafir, menyebarkan ajaran agamannya, dan mengikuti ritual mereka. Kita boleh menjenguk mereka ketika sakit, tetapi jika orang kafir itu meninggal dunia maka sudah terputus hubungannya dengan kita karena sudah jelas mereka akan menjadi penghuni neraka.
Orang kafir akan masuk neraka tanpa hisab
Sebagaimana kisah nabi Nuh, ketika anak dan istrinya mati tenggelam, maka Allah mengatakan dalam firmanNya:
وَنَادَىٰ نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ
Artinya: Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya”. (QS. Hud: 45)
قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ
Artinya: Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan”. (QS. Hud: 46)
Sesungguhnya orang kafir, orang musyrik, dan orang munafiq ketika meninggal akan masuk neraka tanpa di hisab karena dari timbangan keimanannya sudah kafir, sehingga akan langsung digiring menuju neraka tanpa hisab. Golongan yang harus dihisab adalah orang beriman yang fasik atau orang beriman yang masih memiliki dosa.
Sedangkan orang beriman yang tidak memiliki dosa karena sebanyak apapun cobaan mereka tetap melakukan banyak ibadah, sehingga akan masuk surga tanpa dihisab. Sehingga perlu kita ketahui dengan tegas bahwa dihari kiamat ada 3 golongan, yakni: golongan yang masuk surga tanpa hisab, golongan yang masuk neraka tanpa hisab, dan golongan yang melalui timbangan hisab terlebih dahulu.
“Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai Agamaku dan Muhammad sebagai Nabi-ku dan Rasul utusan Allah”: maka aku adalah penjaminnya, dan akan aku gandeng dia dengan memegang tangannya, sampai aku memasukkannya ke dalam Surga. (HR. At-Thabrani)
Sesungguhnya Allah memerintahkan kita (ummat Islam) untuk senantiasa mengajak saudara kita yang belum mendapatkan hidayah Allah untuk berusaha mendapatkan hidayah-nya dengan cara belajar agama Islam. Bersama Mualaf Center Solo dan Mualaf Center Nasional Aya Sofya Solo, siap membantu mualaf yang membutuhkan pertolongan baik secara fisik, materi, ataupun solusi dari masalah yang dialami seorang mualaf.
Kami siap melakukan edukasi atau advokasi bagi mualaf di seluruh Indonesia untuk mendalami dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kesehariannya, serta membina para mualaf agar produktif dalam syi’ar dan dakwah, serta mandiri secara finansial dalam kehidupan yang berlandaskan iman, taqwa, dan cinta tanah air.
Rekomendasi Artikel:
- Kajian Kristologi Mualaf Center Malang: Inilah Perjanjian Rasulullah dengan Beberapa Kelompok Umat Kristen pada Zamannya
- Kajian Keislaman Mualaf Center Aceh: Kisah-Kisah Istimewa Ali Bin Abi Thalib Ra.
- Kajian Keislaman Mualaf Center Johor: Peradaban Islam Yang Tidak Pernah Di Ungkap Dunia
- Kajian Keislaman Mualaf Center Batam: Kisah Teladan dan Disiplin Umar Bin Khatab
- Kajian Keislaman Mualaf Center Semarang: Tanda Tanda Besar Akhir Zaman
Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).
ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?
REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA
SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:
MUALAF CENTER AYA SOFYA
MEDIA AYA SOFYA
Website: www.ayasofya.id
Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA
YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA
Instagram: @ayasofyaindonesia
Email: ayasofyaindonesia@gmail.com
HOTLINE:
+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100
+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361
