KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER PATI: KEAJAIBAN MENJELANG KELAHIRAN NABI MUHAMMAD

Pada saat kehamilan, Aminah bermimpi bahwa bayi dalam kandungannya itu akan menyebarkan cahaya keseluruh permukaan bumi. Sebagian ulama menyebutkan bahwa cahaya itu akan sampai dari Makkah ke wilayah Persia atau saat ini kita menyebutnya Irak. Beliaupun bermimpi mengucapkan suatu doa yang jika diartikan adalah: “aku berlindung kepada Allah yang maha agung untuk bayi ini dari semua keburukan dan iri dengki orang lain”.

Berjalanlah kehamilan tersebut hingga beberapa bulan kemudian, beberapa ulama menyebutkan bahwa sekitar 6 bulan hamilnya itu suaminya yakni Abdullah meninggal dunia sehingga bayi yang dikandungnya itu telah menjadi seorang yatim sebelum dilahirkan. Para ulama ahli sejarah banyak menukil bahwa bayi itu lahir pada 12 Rabbiul Awal di Tahun Gajah (Ashabul Fill) lebih tepatnya 50 hari setelah kejadian itu.

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER PADANG: PERDEBATAN ABU HANIFA DENGAN RAJA ATHEIS

Arti Mimpi Abu Hanifah

Kehebatan para ulama zaman dahulu dalam berdebat memang tidak ada tandingannya jika dibandingkan dengan zaman sekarang. Sebagaimana dalam kisah ini akan menceritakan tentang Abu Hanifah.

Beliau pernah melihat sahabat Rasulullah yaitu Anas bin Malik, sehingga para ulama sepakat memasukannya ke dalam golongan para Tabi’in (generasi ke-2 setelah sahabat) meskipun beliau tidak meriwayatkan suatu hadist. Perlu kita ketahui bahwa Anas bin Malik diberikan oleh Allah nikmat luar biasa berupa umur panjang yakni sampai 100 tahun.

Ketika Abu Hanifah masih kecil, beliau memiliki seorang guru yang bernama Hammad. Suatu ketika Abu hanifah bermimpi aneh yang dalam mimpinya beliau melihat ada pohon besar yang rindang, tiba-tiba ada babi berjalan menuju pohon tersebut untuk bernaung. Ketika itu ada ranting jatuh dan mengenai kepala babi, sehingga membuat babi itu lari menjahu tapi beberapa waktu kemudian babi itu datang lagi ke pohon tersebut.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MAKASAR: KISAH RAJA THALUT, RAJA PERTAMA BANI ISRAIL (Part 2)

Dari 80.000 pasukan hanya tersisa 314 pasukan

Melanjutkan dari kajian yang dilakukan oleh Mualaf Center Makasar pada bagian satu. Tentunya pengujian akan kesetiaan para pengikut Thalut tidak cukup sampai di sungai itu saja. Masih ada ujian lain yang lebih bisa membedakan antara pengikut Thalut yang setia dan memiliki kekuatan iman kepada Allah dan pengikut yang tidak setia. Ujian di mana sebagian tentara Thalut merasa gentar ketika melihat banyaknya tentara musuh.

Thalut bisa melewati sungai bersama orang-orang yang sabar terhadap rasa haus dan lelah, dari semula jumlah pasukan 80.000 orang maka yang terus berjuang bersama Thalut tersisa kurang lebih 314 orang. Ketika sedang berhadapan dengan para musuh, datang ujian baru bagi para pengikut Thalut yaitu rasa takut untuk berperang dengan jumlah yang sedikit setelah kemunduran para tentara yang tidak lulus dalam ujian pertama. Sebagian mereka berkata, “Hari ini kita tidak memiliki kekuatan untuk melawan tentara Jalut.”

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER JAMBI: KISAH RAJA THALUT, RAJA PERTAMA BANI ISRAIL (Part 1)

Pada kajian yang diadakan oleh Mualaf Center Jambi kali ini membahas mengenai Raja pertama bani Israil setelah sekian lama dengan sistem kenabian. Bani Israil telah mendapatkan malapetaka dari Allah atas sifatnya munafik dan yang selalu berbuat maksiat. Mereka tidak pernah mentaati perintah Allah yang disampaikan oleh para nabi-nabinya. Hingga pada akhirnya mereka hidup dalam kehinaan dan terputusnya kenabian diantara Bani Israil.

Setelah sekian banyak nabi yang diutus kepada Bani Israil, tapi akhirnya tidak ada lagi nabi yang diutus untuk bani Israil. Hingga suatu ketika mereka menyadari kesalahannya dan ingin agar hidupnya dapat kembali pada kemenangan, mereka pun berdoa dan memohon kepada Allah untuk diutus seorang nabi bagi mereka.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MALANG: AWAL MULA BERDIRINYA KERAJAAN BANI ISRAIL DI BAITUL MAQDIS, YERUSALEM

Kajian Mualaf Center Malang, awal mula berdirinya kerajaan Bani Israil dipimpin oleh Yusya’ bin Nun, seorang nabi yang diangkat setelah wafatnya Nabi Musa. Sebutan Israil berasal dari salah satu nama atau julukan nabi Yakub, sehingga seluruh keturunan nabi Yakub disebut sebagai Bani Israil. Ketika Nabi Yakub dianugerahkan Allah dengan banyaknya keturunan sampai 12. Satu dari 12 orang itu adalah seorang wanita yang bernama Dina.

Dua Belas keturunan Nabi Yakub itu tidak semuanya berasal dari ibu yang sama. Sebagaimana Nabi Yusuf dan Benyamin lahir dari seorang ibu yang lain tetapi 10 orang lainnya dari ibu yang berbeda, sebagaimana banyak dari kita yang mengetahui kisah Nabi Yusuf. Allah telah menakdirkan Nabi Yusuf untuk bisa menjadi orang kepercayaan Fir’aun dan menjadi bendaharawan Mesir.

Continue reading