KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER JAMBI: KISAH RAJA THALUT, RAJA PERTAMA BANI ISRAIL (Part 1)

Pada kajian yang diadakan oleh Mualaf Center Jambi kali ini membahas mengenai Raja pertama bani Israil setelah sekian lama dengan sistem kenabian. Bani Israil telah mendapatkan malapetaka dari Allah atas sifatnya munafik dan yang selalu berbuat maksiat. Mereka tidak pernah mentaati perintah Allah yang disampaikan oleh para nabi-nabinya. Hingga pada akhirnya mereka hidup dalam kehinaan dan terputusnya kenabian diantara Bani Israil.

Setelah sekian banyak nabi yang diutus kepada Bani Israil, tapi akhirnya tidak ada lagi nabi yang diutus untuk bani Israil. Hingga suatu ketika mereka menyadari kesalahannya dan ingin agar hidupnya dapat kembali pada kemenangan, mereka pun berdoa dan memohon kepada Allah untuk diutus seorang nabi bagi mereka.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MALANG: AWAL MULA BERDIRINYA KERAJAAN BANI ISRAIL DI BAITUL MAQDIS, YERUSALEM

Kajian Mualaf Center Malang, awal mula berdirinya kerajaan Bani Israil dipimpin oleh Yusya’ bin Nun, seorang nabi yang diangkat setelah wafatnya Nabi Musa. Sebutan Israil berasal dari salah satu nama atau julukan nabi Yakub, sehingga seluruh keturunan nabi Yakub disebut sebagai Bani Israil. Ketika Nabi Yakub dianugerahkan Allah dengan banyaknya keturunan sampai 12. Satu dari 12 orang itu adalah seorang wanita yang bernama Dina.

Dua Belas keturunan Nabi Yakub itu tidak semuanya berasal dari ibu yang sama. Sebagaimana Nabi Yusuf dan Benyamin lahir dari seorang ibu yang lain tetapi 10 orang lainnya dari ibu yang berbeda, sebagaimana banyak dari kita yang mengetahui kisah Nabi Yusuf. Allah telah menakdirkan Nabi Yusuf untuk bisa menjadi orang kepercayaan Fir’aun dan menjadi bendaharawan Mesir.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER KOTA MALANG: KETEGUHAN IMAN SEORANG BUDAK

Asal-usul Bilal bin Rabah masuk Islam

Adapun sebab keimanan Bilal bin Rabah karena Umayyah bin Khalaf terkadang mengadakan pertemuan di rumahnya untuk membahas caranya menghadang dakwah Rasulullah dan membuat rencana strategis untuk menghalang-halangi dakwah Rasulullah. Bilal merupakan budaknya Umayyah maka tentu mendengar apa yang dikatakan oleh Umayyah dan orang-orang Quraisy pada saat itu.

Bagi Bilal bin Rabah bagaimana mungkin sosok Rasulullah yang dikenal sebagai seseorang dengan akhlak terpuji, sering disebut sebagai Shodiqun Amin karena kejujuran dan amanah. Bahkan tidak ada orang yang jujur dan amanah melebihi Rasulullah saat itu dan itu menjadi kebanggaan penduduk makkah. Ketika penduduk makkah melakukan safar, mereka terkadang menitipkan barang-barangnya melalui Rasulullah. Tapi di sisi lainnya mereka mencaci-maki Rasulullah dan mengatur strategi jahat untuk menyerangnya.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MALUKU: APA YANG BISA KITA AMBIL DARI KISAH NABI DAUD A.S.

Mualaf Center Maluku membagi kisah inspiratif dari seorang yang bernama Daud a.s, salah seorang nabi yang berasal dari Bani Israil. Para Ahli kitab menyebutkan bahwa nasabnya secara terperinci dalam kitab-kitab mereka dan mereka sepakat bahwa Daud a.s dari keturunan Yahuza bin Ya’qub.

Silsilah atau nasabnya adalah Daud bin Yahuza bin Ya’qub a.s (Israil) bin Ishaq bin Ibrahim a.s. Beliau adalah seorang rasul yang diutus oleh Allah setelah Musa a.s, dan Allah menurunkan kepadanya kitab Zabur, sebagaimana berfirmanNya berikut ini:

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

Artinya: “Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud”. (QS. Al-Isra’: 55)

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER LAMPUNG: MENANGGAPI HADITS PALSU YANG MENYATAKAN BAHWA TIDURNYA ORANG BERPUASA ADALAH IBADAH

Kajian Mualaf Center Lampung, Al-Imam Al-Baihaqi menuliskan lafadz “Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah” dalam kitabnya berjudul Syu’ab Al-Iman. Kemudian dinukil oleh As-Suyuti di dalam kitabnya berjudul Al-Jamiush Shaghir dengan mengatakan bahwa status hadits ini dhaif atau lemah.

Namun, status dhaif yang diberikan oleh As-Suyuti dikritik oleh para muhaddits lain yang menurut mereka, status hadits ini bukan hanya dhaif tapi sudah sampai pada hadits maudhu’ atau palsu.

Continue reading