KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER LAMPUNG: JALAN MENUJU SURGA ALLAH

Pada kajian Mualaf Center Lampung menjelaskan bahwa di zaman Rasulullah ada tiga macam jalan yang dapat dijadikan seseorang untuk masuk surga dengan memilih salah satu dari ketiga jalan tersebut, yakni: melalui harta dengan banyak memberikan santunan kepada yang membutuhkan, melalui ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, dan dengan tenaga yang didedikasikan di jalan Allah.

Seseorang bisa dengan mudah memilih jalan yang akan digunakan untuk mendapatkan surga di akhirat kelak. Biasanya orang menggunakan jabatan, kedudukan, harta, ilmu, atau tenaga untuk memperbanyak amalan yang dapat menjadi tabungan di akhirat kelak. Sebagaimana hidup di dunia ini hanyalah sementara, jika diperumpamakan seperti orang safar yang singgah di bawah pohon untuk istirahat sejenak kemudian kembali melanjutkan perjalanan.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER KEBUMEN: KISAH PERTAMA KALI UMAR BIN KHATTAB MASUK ISLAM

DOA RASULULLAH: “YA ALLAH, MULIAKAN ISLAM DENGAN SALAH SATU DARI DUA UMAR”

Salah satu sahabat Rasulullah yakni Umar bin Khattab memiliki banyak kisah diantaranya adalah kisah heroiknya ketika masuk Islam. Hal ini bisa menjadi contoh kisah sahabat yang heroik dalam masalah aqidah. Umar bin Khattab sudah dikenal oleh penduduk Makkah ketika memakai baju perang pasti akan melawan seorang musuh dan tidak akan membuka baju perangnya itu sampai musuhnya mati atau dia yang mati.

Jadi saat memakai pakaian perang beliau tidak perna main-main, dan ketika itu maka akan terjadi perang. Umar bin Khattab memiliki postur tubuh yang gagah, tinggi, dan besar. Sehingga ketika beliau menunggangi kuda, kakinya sampai menyentuh tanah. Kira-kira pada saat itu tingginya mencapai lebih dari 2 meter. Beliau adalah sosok yang pada awalnya orang sangat keras dengan Islam.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER KERINCI: INILAH TANDA BAHWA BERAGAMA ISLAM BELUM TENTU MUKMIN

Tahap Keimanan Orang Islam

1. amanu = orang beriman

Kalimat “ الَّذِينَ آمَنُوا ” atau “Alladzina amanu” itu biasanya diungkapkan bagi orang-orang yang baru beriman atau imannya itu masih harus ditingkatkan lagi. Seseorang yang baru menyatakan sebagai muslim, merasa punya standart keimanan dalam jiwanya tapi iman itu lebih mendorongnnya untuk lebih semangat menunaikan ibadah. Kalau kita melihat di KTPnya Islam dan ia juga termasuk seorang muslim tapi sholatnya masih agak terlambat.

Maka seseorang itu dipanggil oleh Allah sebagai “ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ” atau “hai orang-orang yang beriman” yang panggilan dan disebutkan sejumlah 68 kali dalam Al-Qur’an. Sebagaimana di dahului dengan huruf ” يَ ” atau “ya” yang termasuk huruf panggilan. Dalam ilmu nahwu huruf panggilan ada 14 jenis tapi di Al-Qur’an hanya disebutkan huruf ” يَ ” sebanyak 361 kali.

Ketika huruf “يَ ” disandingkan dengan kalimat “ الَّذِينَ آمَنُوا ” seakan-akan Allah menyeruh kepada semua “pemilik iman” sekalipun imannya belum mampu mendekatkan dia dengan Allah karena masih jarangn melakukan amal saleh. Dipanggil oleh Allah sebanyak 68 kali panggilan dia yang disebutkan dalam Al-Qur’an, sebagai setelah ada kalimat “ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ” selalu disusul dengan amal-amaln shaleh, sepert beberapa potongan ayat berikut ini:

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MAUMERE: APA ALASANNYA TIDAK BOLEH MENIKAH BEDA AGAMA?

Hukum Menikah Beda Agama Sudah Jelas Dalam Al-Qur’an

Bagaimana hukumnya bila seorang laki-laki menikahi perempuan non-muslim? apakah perkawinannya sah, termasuk berzina atau tidak? bagaimana dengan kisah Nabi Nuh dan kisah Asiyah (Istri Fir’aun). Pertanyaan-pertanyaan itu sering diperdebatkan oleh banyak orang yang dikomparasikan dengan kisah dan kiasan yang berbeda. Pertama yang akan kita bahas terlebih dahulu adalah tentang larangan menikah beda agama sebagaimana firman Allah sebagai berikut:

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Artinya: Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS. Al-Baqarah: 221)

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER KARANGASEM: INILAH PENJELASAN DOKTER ANWAR LUTFHI TENTANG BUKTI PEMALSUAN ALKITAB

Keselamatan ada dalam Yesus, sabda atau klaim?

Para murtadin seringkali menggunakan ayat ini sebagai alasan yang membenarkan pilihannya untuk masuk Islam.

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” [Kisah Para Rasul 4: 12]

Sedangkan, sebagaimana penjelasan Dokter Anwar Lutfhi bahwa kalimat dalam Kisah Rasul Pasal 4 ayat 12 hanya merupakan keterangan dari murid-murid Yesus dan bukan sabda Yesus. Umat Kristen mengatakan para murid Yesus yang menerangkan hal itu adalah orang-orang suci yang telah menerima roh suci atau roh kudus.

Mereka meyakini bahwa setiap orang yang mendapatkan anugerah roh suci maka apapun yang diucapkan atau ditulis adalah suci dan benar. Dalam hal ini umat Kristen meyakini klaim kebenaran adalah suatu kebenaran. Padahal suatu klaim kebenaran harus memberikan fakta dan bukti-bukti yang jelas agar tidak diartikan hoax.

Continue reading