KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER KEDIRI: KETIKA BAPA MENGHAKIMI YESUS KARENA MENGAKU TUHAN

Kajian Mualaf Center Kediri bahwa agama Islam justru memuliakan Yesus (Nabi Isa) dengan proporsional sebagai seorang Nabi dan Rosul Allah, yang tidak perna disiksa, disalib, dibunuh secara keji. Bahkan diselamatkan oleh Allah dan diberi kedudukan yang mulia, sungguh suatu kebesaran Allah yang tidak bisa disandingkan dengan akal dan pikiran manusia.

Sedangkan agama Kristen mengisahkan Yesus sebagai anak manusia yang disalib, dibunuh, disiksa secara keji, dan bahkan dilambangkan dalam patung-patung salib yang hanya memakai celana pendek, sungguh suatu hal yang sangat menghinakan beliau.

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER BALI: PERDEBATAN CERDAS ABU HANIFA DENGAN PEMUKA AGAMA

Perdebatan Abu Hanifah dengan Kaum Khawarij

Mualaf Center Aya Sofya Bali akan membagikan cara berdakwah dengan berbagai golongan manusia. Sebagaimana meneladani kisah Abu Hanifah yang pernah berdebat dengan kaum Khawarij. Kita perlu mengetahui bahwa kaum Khawarij selalu mengkafirkan pelaku dosa besar karena memang kaidah mereka seperti itu.

Siapapun yang melakukan dosa besar dan kafir di dunia maka ketika mati akan masuk neraka dan kekal didalamnya. Sedangkan menurut keyakinan ahli sunnah seorang mukmin yang melakukan dosa besar tidaklah kafir melainkan tetap mukmin tetapi keimanannya kurang.

Karena keimanan itu terkadang dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Contohnya meminum khamr adalah suatu dosa besar maka orang Khawarij akan mengatakan bahwa peminum khamr itu kafir. Sedangkan menurut ahli sunah akan mengatakan bahwa dia tidak kafir melainkan tetap mukmin hanya saja keimanannya kurang sehingga melakukan maksiat.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MALUKU: APA YANG BISA KITA AMBIL DARI KISAH NABI DAUD A.S.

Mualaf Center Maluku membagi kisah inspiratif dari seorang yang bernama Daud a.s, salah seorang nabi yang berasal dari Bani Israil. Para Ahli kitab menyebutkan bahwa nasabnya secara terperinci dalam kitab-kitab mereka dan mereka sepakat bahwa Daud a.s dari keturunan Yahuza bin Ya’qub.

Silsilah atau nasabnya adalah Daud bin Yahuza bin Ya’qub a.s (Israil) bin Ishaq bin Ibrahim a.s. Beliau adalah seorang rasul yang diutus oleh Allah setelah Musa a.s, dan Allah menurunkan kepadanya kitab Zabur, sebagaimana berfirmanNya berikut ini:

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

Artinya: “Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud”. (QS. Al-Isra’: 55)

Continue reading

MANTAN PENDETA KARISMATIK MASUK ISLAM DAN MENGGUNGAT TENTANG DOSA WARIS

Kali ini kami akan berbagi kisah dari seorang pendeta yang masuk Islam. Beliau adalah seorang mantan Pendeta Karismatik, melalui proses yang panjang dan berat akhirnya memeutuskan untuk masuk Islam. Sekarang ini beliau giat membagi ilmu seputar kristologi. Beliau adalah Koh Agus Tan.

Beliau akan membagikan kisahnya dari seorang pendeta yang akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Membagikan banyak pelajaran kepada kita semua tentang pentingnya belajar ilmu Kristologi. Meski banyak umat Islam yang masih menganggap aneh dan alergi saat belajar mengenai Kristologi. Padahal mempelajari agama orang lain justru untuk membentengi aqidah kita karena mereka itu diajarkan untuk memurtadkan orang dengan amanat agungnya yaitu:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”. [Matius 28: 19]

Ayat ini memang menjadi pegangan oleh umat Kristen untuk menyebaran agamanya kepada seluruh umat manusia. Sebagaimana dalam Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa sebelum kita mengikuti milah mereka maka mereka tidak akan berhenti bahkan sampai hari kiamat tiba pun pasti mereka akan terus mencoba untuk memurtadkan orang Islam.

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Artinya: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. [QS. Al-Baqarah: 120]

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER DENPASAR: MENGAPA IBADAH HARUS DIPAKSA ?

Cara agar ketagihan melakukan amal shaleh

Semakin kita menjaga hubungan dengan Allah maka Allah akan semakin dekat dengan kita. Misalnya jika kita membuat jadwal sebagaimana kita membuat jadwal selama satu minggu atau satu bulan dari sekarang. Mualaf Center Denpasar membagi tips & trik agar ibadah lebih rajin. Coba kita membuat sebuah catat sederhana, amalan ibadah yang sudah dikerjakan yang menurut kita paling sempurna.

Misalnya hendak mencoba melakukan amalan sholeh selama seminggu, sebulan, atau paling tidak selama 40 hari. Sebagaimana Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbir pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah menjadikannya sebuah patokan agar kita senantiasa antusias dalam mengerjakan amal saleh. Selama 40 hari itu kita harus membuat jadwal amal saleh yang harus dikerjakan dan memaksa diri sendiri untuk mengerjakannya karena itu adalah jaminan dari Rasulullah agar selamat dari sifat munafik, tidak akan perna berdusta seumur hidup, tidak perna mengingkari janji, tidak akan perna menghianati amanah, dan tidak akan perna berbuat curang. Tidak mungkin pula Rasulullah mengajarkan sesuatu yang salah dan tidak mungkin pula Allah salah.

Continue reading