Berqurban bukan sekedar ibadah tahunan yang dilakukan oleh ummat Islam. Namun juga merupakan bukti ketaqwaan dan ketulusan cinta kepada Allah Ta’ala. Daging dan darah dari hewan qurban sama sekali tidak sampai kepada Allah tetapi dapat saling berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Sesungguhnya dari berkurban ini yang sampai kepada Allah adalah kualitas taqwa pada diri seorang Muqarib (orang yang berkurban) dalam menjalankan perintah Allah. Sebagaimana firman Allah berikut ini:
Kajian Mualaf Center Kediri bahwa agama Islam justru memuliakan Yesus (Nabi Isa) dengan proporsional sebagai seorang Nabi dan Rosul Allah, yang tidak perna disiksa, disalib, dibunuh secara keji. Bahkan diselamatkan oleh Allah dan diberi kedudukan yang mulia, sungguh suatu kebesaran Allah yang tidak bisa disandingkan dengan akal dan pikiran manusia.
Sedangkan agama Kristen mengisahkan Yesus sebagai anak manusia yang disalib, dibunuh, disiksa secara keji, dan bahkan dilambangkan dalam patung-patung salib yang hanya memakai celana pendek, sungguh suatu hal yang sangat menghinakan beliau.
Mualaf Center Aya Sofya Bali akan membagikan cara berdakwah dengan berbagai golongan manusia. Sebagaimana meneladani kisah Abu Hanifah yang pernah berdebat dengan kaum Khawarij. Kita perlu mengetahui bahwa kaum Khawarij selalu mengkafirkan pelaku dosa besar karena memang kaidah mereka seperti itu.
Siapapun yang melakukan dosa besar dan kafir di dunia maka ketika mati akan masuk neraka dan kekal didalamnya. Sedangkan menurut keyakinan ahli sunnah seorang mukmin yang melakukan dosa besar tidaklah kafir melainkan tetap mukmin tetapi keimanannya kurang.
Karena keimanan itu terkadang dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Contohnya meminum khamr adalah suatu dosa besar maka orang Khawarij akan mengatakan bahwa peminum khamr itu kafir. Sedangkan menurut ahli sunah akan mengatakan bahwa dia tidak kafir melainkan tetap mukmin hanya saja keimanannya kurang sehingga melakukan maksiat.
Artinya: Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Hujurat: 14)
Mukmin adalah istilah Islam dari bahasa Arab yang sering disebut dalam Al-Qur’an, artinya orang beriman. Seorang dikatakan beriman jika dapat memenuhi seluruh kehendak Allah dan memiliki keimanan kuat dalam hatinya. Sedangkan beriman adalah meyakini dan memiliki keyakinan untuk selalu tunduk kepada Allah dan rasulNya.
Semakin kita menjaga hubungan dengan Allah maka Allah akan semakin dekat dengan kita. Misalnya jika kita membuat jadwal sebagaimana kita membuat jadwal selama satu minggu atau satu bulan dari sekarang. Mualaf Center Denpasar membagi tips & trik agar ibadah lebih rajin. Coba kita membuat sebuah catat sederhana, amalan ibadah yang sudah dikerjakan yang menurut kita paling sempurna.
Misalnya hendak mencoba melakukan amalan sholeh selama seminggu, sebulan, atau paling tidak selama 40 hari. Sebagaimana Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbir pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah menjadikannya sebuah patokan agar kita senantiasa antusias dalam mengerjakan amal saleh. Selama 40 hari itu kita harus membuat jadwal amal saleh yang harus dikerjakan dan memaksa diri sendiri untuk mengerjakannya karena itu adalah jaminan dari Rasulullah agar selamat dari sifat munafik, tidak akan perna berdusta seumur hidup, tidak perna mengingkari janji, tidak akan perna menghianati amanah, dan tidak akan perna berbuat curang. Tidak mungkin pula Rasulullah mengajarkan sesuatu yang salah dan tidak mungkin pula Allah salah.