Kajian Mualaf Center Medan pada kali ini akan membahas Sikap yang seharusnya dimiliki oleh umat Islam saat berhadapan dengan kaum munafik. Ada seseorang yang bertanya tentang bagaimana cara menjawab orang Nasrani yang menghina Rasulullah ketika menikahi Aisyah di usia yang masih sangat muda?
Menyambut daatngnya Idhul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah, Kajian keIslaman yang diadakan oleh Mualaf Center Wonogiri tentang hari emas umat Islam. Pada hari-hari ini kita tidak dianjurkan berpuasa di hari raya termasuk hari raya Idhul Fitri atau Idhul Adha.
Pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang paling mulia sepanjang tahun. Allah lebih mencintai semua jenis ibadah sunnah bahkan amalan paling kecil yang dikerjakan pada hari itu. Seperti mengucapkan subhanallah, shadaqah, dan lainnya. Sebagaimana hadist berikut ini:
Dari Ibnu ‘Abbas mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“. (HR. Al-Bukhari)
Mualaf Center Nasional Aya Sofya Papua membuka kesempatan untuk umat Islam atau masyarakat yang ingin memeluk Islam. Belajar bersama mendalami agama Islam untuk menjemput hidayah yang telah disebarkan oleh Allah. Kita tahu bahwa hidayah adalah hak preoregatif Allah dan tidak ada seorang manusia yang bisa memberikan hidayah.
Mungkin kita hanya bisa menjelaskan kebenaran tapi hidayah jelas hanya datang dari Allah. Disaat kita beriman kepada Allah maka sudah jelas bahwa kita telah mendapatkan hidayah dari Allah. Kita tahu bahwa hidayah adalah kuasa Allah yang menjadi takdir, sehingga kita tetap perlu mencari hidayah sama halnya seperti takdir lainnya.
Termasuk dalam perkara takdir, hidayah juga merupaka suatu perkara yang tidak diketahui oleh setiap manusia. Kita tidak akan mengetahui apakah mendapat hidayah Allah atau tidak tapi kita memang sudah sepatutnya bersyukur kepada Allah karena mendapatkan hidayah. Kita senantiasa beribadah kepada Allah dan berusaha untuk senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Disaat seseorang berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah maka itu akan memudahkannya menuju surga.
Pada saat kehamilan, Aminah bermimpi bahwa bayi dalam kandungannya itu akan menyebarkan cahaya keseluruh permukaan bumi. Sebagian ulama menyebutkan bahwa cahaya itu akan sampai dari Makkah ke wilayah Persia atau saat ini kita menyebutnya Irak. Beliaupun bermimpi mengucapkan suatu doa yang jika diartikan adalah: “aku berlindung kepada Allah yang maha agung untuk bayi ini dari semua keburukan dan iri dengki orang lain”.
Berjalanlah kehamilan tersebut hingga beberapa bulan kemudian, beberapa ulama menyebutkan bahwa sekitar 6 bulan hamilnya itu suaminya yakni Abdullah meninggal dunia sehingga bayi yang dikandungnya itu telah menjadi seorang yatim sebelum dilahirkan. Para ulama ahli sejarah banyak menukil bahwa bayi itu lahir pada 12 Rabbiul Awal di Tahun Gajah (Ashabul Fill) lebih tepatnya 50 hari setelah kejadian itu.
Kota Manado adalah sebuah kota di Sulawesi utara yang memiliki ciri khas pesona Alam laut yang sangat Indah. Kota dengan semboyan “Si Tou Timou Tumou Tou” artinya “Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain”. Kita pun mengetahui bahwa sedikit demi sedikit banyak penduduk Kota Manado mulai memeluk agama Islam dan berbagi kisah mualaf kepada kami.
Mereka tanpa ragu memiliki niat yang mantap untuk bersyahadat dan menjadi seorang muslim, tingkat toleransi antar umat beragama di Manado juga cukup tinggi meski ada beberapa golongan yang masih intoleransi. Beberapa dari mereka dapat hidup rukun dalam berkeluarga meski terdapat anggota keluarganya lain asalkan masing-masing memiliki pendirian yang kuat untuk menjalankan ibadahnya dengan baik.