LUAR BIASA!! INILAH KISAH MUALAF YANG MASUK ISLAM KARENA PENCARIAN SELAMA 3 TAHUN

Motivasi terbesar memeluk agama Islam

Kisah Agha Gennadi Sudibyo, seorang mualaf yang pada kali ini memutuskan untuk memeluk agama Islam dengan alasan luar biasa. Kami biasanya memanggil beliau dengan nama mas Agha. Beliau mengaku bahwa motivasi terbesarnnya memeluk agama Islam karena merasa bahwa saat ini berada pada jalan yang salah hingga ingin meluruskan jalannya dengan cara memeluk agama Islam. Beliau mengaku bahwa kelak pada hari kiamat ingin bisa bertemu dengan Nabi Muhammad.

“Waktu itu saya kenal seorang teman dari majelis shalawat yang pada waktu itu saya masih belum mengenal dan bahkan sedikit anti dengan Islam. Saya mulai sharing dengan teman saya dan sedikit demi sedikit mulai berfikir secara logis. Bahwa sebenarnya apakah benar jika tuhan itu hanya satu? padahal kalau soal trinitas saya sudah paham diluar kepala tapi lama kelamaan saya akhirnya paham bahwa tuhan hanya satu dan tidak lebih”. Jelasnya.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MADIUN: CARA MENJAGA KETEGUHAN IMAN DI MASA MUDA

Pada kajian di Mualaf Center Madiun perkembangan zaman, pengetahuan, dan teknologi memberikan dampak tersendiri dalam tatanan masyarakat. Terutama yang menjadi sasaran adalah para pemuda yang melek teknologi. Pastinya ada sisi positif dan negatif dari setiap kejadian, hal itu tergantung bagaimana kita mensikapinnya.

Tapi tak sedikit yang terlalu terjerumus dalam kenikmatan yang membuat lalai dan sedikit demi sedikit dapat mengkikis keimanan kita. Mereka terlena dengan kenikmatan yang dihasilkan dari kemajuan teknologi, hingga lupa untuk beribadah dan mendalami agama Islam. Bahkan ada bagian dari kit ayang tidak sadar jika telah terjerumus dalam ke syirikan.

Continue reading

KALAU SEMUA ORANG KRISTEN JUJUR 100% SEPERTI KISAH MUALLAF INI, MAKA AKAN ADA GELOMBANG MASUK ISLAM BESAR-BESARAN

Kisah mualaf kita pada kali ini adalah Fandi Kristanto yang setelah memeluk agama Islam memutuskan untuk mengubahnya menjadi Muhammad Fandi. Banyak kisah dari perjalanan beliau ini yang bisa dijadikan pembelajaran bagi kita yang masih dilema keyakinan atau kita yang ingin memperdalam keimanan Islam.

Hal yang melatar belakangi beliau bisa memeluk agama Islam adalah timbulnya perasaan tidak yakin pada agamannya yakni Kristen. Perasaan itu ada saat beliau masih berada di bangku sekolah dasar. Menurutnya pada saat itu semua agama saat melakukan ibadah seharusnya dengan ketenangan dan kekyusukan. Maka aneh rasanya jika melakukan ibadah kepada Tuhan dengan menyanyi dan menari.

Pada agama Islam, ibadah dikerjakan dengan tenang untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan dalam agama Kristen, beribadannya dengan bermain musik dan menari-nari. Itulah yang membuat beliau tidak yakin dengan agamanya, batinnya mengatakan jika ibadah seperti itu maka tidak ada bedanya dengan menghadiri pagelaran dangdut.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER MALAYSIA: CARA MENJALIN HUBUNGAN BAIK DENGAN KERABAT YANG KAFIR DALAM ISLAM

Kisah teladan tentang wajibnya berbakti kepada
orang tua yang masih kafir

Kisah pertama datang dari Al-Auza’i yang  pernah kedatangan tamu yakni seorang pemuda dari Testour yang datang ke Lebanon. Beliau perhatikanya pemuda itu karena tidak bisa mengaji. Bertanyalah Al-Auza’i kepada pemuda itu: “kau dari mana, wahai pemuda?”. Pemuda itupun menjawab: “saya dari Testour“. Kemudian Al-Auzai bertanya lagi: “bagaimana kedua orang tuamu?”.

Pemuda itupun menjawab: “keluargaku masih Majusi”. Ternyata pemuda itu telah masuk Islam sedangkan keluargannya masih majusi. Mendengar jawaban itu, Al-Auza’i meminta pemuda itu untuk pulang menemui orang tuanya: “hai pemuda, pulanglah engkau, sungguh kasihan bapakmu itu. Siapa tahu orang tuamu bisa mendapatkan hidayah melalui engkau”.

Continue reading

KISAH SATU KELUARGA MASUK ISLAM DI JOMBANG, HIDAYAH DATANG SAAT PANDEMI COVID-19

Kisah mualaf kali ini berasal dari seseorang asal Jombang yang menghubungi kami karena hendak memeluk agama Islam. Sehingga kami menghubungi salah satu relawan di Jombang untuk melakukan pembinaan dan pendampingan agar calon mualaf sekeluarga ini lebih bisa memantapkan niat mulianya itu.

Hal yang membuat kami semangat melakukan perjalanan ke Jombang untuk mendukung prosesi pensyahadatan ini sebab beliau mengajak istri dan anak-anaknya untuk ikut bersyahadat pula. Sebelum bersyahadat ternyata anaknya juga perna beberapa kali melaksanakan shalat di masjid dekat rumahnya. Mualaf sekeluarga ini adalah Bapak Erich Sheivan Yasin, Ibu Resi Dwiyanti Willujeng, kedua anaknya yakni Enov Reihvano T. Yasin, dan Evely Reihvani T. Yasin.

Continue reading