LUAR BIASA!! INILAH KISAH MUALAF YANG MASUK ISLAM KARENA PENCARIAN SELAMA 3 TAHUN

Motivasi terbesar memeluk agama Islam

Agha Gennadi Sudibyo, seorang mualaf yang pada kali ini memutuskan untuk memeluk agama Islam. Kami biasanya memanggil beliau dengan nama mas Agha. Beliau mengaku bahwa motivasi terbesarnnya memeluk agama Islam karena merasa bahwa saat ini berada pada jalan yang salah hingga ingin meluruskan jalannya dengan cara memeluk agama Islam. Beliau mengaku bahwa kelak pada hari kiamat ingin bisa bertemu dengan Nabi Muhammad.

“Waktu itu saya kenal seorang teman dari majelis shalawat yang pada waktu itu saya masih belum mengenal dan bahkan sedikit anti dengan Islam. Saya mulai sharing dengan teman saya dan sedikit demi sedikit mulai berfikir secara logis. Bahwa sebenarnya apakah benar jika tuhan itu hanya satu? padahal kalau soal trinitas saya sudah paham diluar kepala tapi lama kelamaan saya akhirnya paham bahwa tuhan hanya satu dan tidak lebih”. Jelasnya.

Hal yang membuat beliau tersentuh adalah ketika temannya menyuruhnya berdzikir dengan mengucapkan: “Ya Rahman … Ya Rahim …“. Beliau membaca dzikir tersebut selama seminggu bahkan ketika sedang bekerja menjadi driver ojek online.

“ketika itu penumpang saya meminta untuk ngebut. Jadi saya sambil jalan gitu mengucapkan Ya Rahman, Ya Rahim meski hanya mengerti sebatas artinya saja. Pada saat itu seperti ada yang menahan tangan saya. Ternyata benar, di daerah dekat kampus UB, di pertigaan Swalayan Sardo ada pengendara motor Ninja yang ngebut dan memotong saya dari depan. Di depan saya pada waktu itu ada gerobak sayur jadi ada tabrakan di depan saya tapi Alhamdulillah tidak apa-apa, hanya saya hal itu mengagetkan saya. Setelah itu saya sadar, timingnya kok sangat pas dengan saya yang dzikir seperti itu”. Beliau ketika menceritakan kisahnya saat diselamatkan oleh Allah dari bahaya.

Beliau menceritakan lagi bahwa sehari setelah kejadian itu, mendapatkan penumpang seorang ibu yang ingin menjemput anaknya sehingga meminta belliau untuk sedikit cepat. waktu itu beliau ada di belakang mobil Innova, jadi ketika hendak menyalib dan disitu beliau hampir celaka tapi diselamatkan oleh Allah. Setelah kejadian itu beliau mulai memperdalam makna dari kallimat dzikir “Ya Rahman … Ya Rahim …” itu.

Sesungguhnya hidayah Allah datang tidak terduga-duga dan kepada siapa saja yang dikehendakinnya. Hingga pada suatu malam beliau bermimpi aneh, bertemu dengan sosok yang wajahnya tidak terlihat. Sosok itu dalam mimpinya membawa bunga Lotus.

“Ketika itu saya diberi bunga lotus, tapi saya bingung beliau ini siapa. Dan sosok ini menjawab bahwa beliau adalah yang akan menjadi Nabi saya. Waktu itu saya ingin bertanya, nabiku siapa tapi sudah terbangun dari tidur”. Jelasnya ketika menjelaskan mimpinnya itu kepada kami.

Hidayah Allah datang kepada siapa saja yang dikehendakinnya

Setelah bermimpi seperti itu beliau mendatangi temannya di majelis shalawat dan menceritakan mimpinnya itu. Kemudian beliau diajak mendatangi seorang kiai dan meminta untuk dibimbing.

“Seketika itu saya membaca dzikir lagi tapi hati saya itu merasa kosong, dalam hati saya bertanya: sebenarnya tuhanku ini siapa? apakah Allah atau yang lainnya. Saya bingung dan sampai menghentak seperti ini: Wahai Tuhan, siapapun engkau maka tunjukanlah kepadaku tuhan yang harus aku yakini. Saya sampai menantang seperti itu karena saya merasakan suatu kekosongan dalam diri saya”. Kisah beliau saat menjelaskan prosesnya menemukan kedamaian hati.

Beliau juga menjelaskan, dalam kekosongannya itu sampai membuatnya jarang datang ke gereja selama setengah tahun lebih. Saat itu beliau meminta kepastian kepada Tuhan tentang siapa Tuhan yang harus disembahnya dan jika memang Tuhan itu Allah dan Muhammad itu adalah seorang nabi maka beliau minta untuk ditunjukan yang sebenarnnya. Setelah melewati banyak sekali pengalaman sepiritual sejak tahun 2018, beliau akhirnya pada saat ini memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Pada awal mulanya orang tua beliau belum tahu jika, mualaf Agha ini telah memeluk agama Islam. Saya memiliki sajadah di kamar dan saya simpan di bawah selimut, hingga ketika itu orang tua saya tahu dan itu membuat mereka marah dan sempat diusir dari rumah selama 1,5 tahun lebih sampai pada tahun 2020 beliau baru bisa pulang.

Meskipun orang tuanya sangat marah hingga memblokir Whatsappnya, tapi beliau setiap selesai sholat beliau selalu meminta ampun untuk orang tuanya, beliau mengaku tidak perna membenci orang tuanya meskipun dalam posisi yang berbeda agama dan keyakinan.

Hingga saatu ketika orang tuanya mualai menghubungi dirinya dan menyuruhnya untuk pulang dan memberikannya restu untuk beragama sesuai keyakinannya sendiri. Itu membuatnnya sangat bersyukur karena doa-doanya selama ini telah terkabulkan dan sampai sekarang beliau mengaku sudah tinggal bersama dengan orang tua.

Prosesi Pensyahadatan

Kegiatan prosesi pensyahadat didampingi oleh Ust. Ipung Atria dan rekan MCN Aya Sofya. Sebagaimana pensyahadatan pada umumnya, kegiatan penyahadatan dimulai dengan pembacaan bismillah dan pembacaan 2 kalimat syahadat.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

(Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah)

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Dua kalimat syahadat terucapka oleh saudara Agha yang telah menemukan kebenaran agama Islam yang selama ini ditinggalkannya. Atas berkah rahmat Allah dan hidayah-Nya sehingga telah bertambah satu lagi saudara kita yang telah kembali pada fitrah yang benar yakni agama Islam.

Alhamdulillah…Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji syukur kepada Allah dengan bertambahnya saudara kita yang telah kembali pada jalan kebenaran yakni Agama Islam. Semoga saudara kita ini bisa menjadi seorang muslim yang kaffah dengan mematuhi segala perintah Allah dalam hukum-hukum Islam dan mengamalkannya hingga maut datang menjemput.

Selanjutnya agar ke-Islamannya diketahui masyarakat dan diakui pemerintah, hingga dapat dicantumkan dalam identitas diri, maka semestinya ucapan syahadatain diikrarkan di depan ulama’ dan para saksi untuk kemudian diberi sertifikat sebagai tanda bukti.

Hal tersebut juga bertujuan untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan seputar hak beragama bagi warga negara di Indonesia. Berikut ini adalah persyaratan lain sebagai pendukung yang harus disiapkan bagi calon mualaf yang ingin masuk islam:

  1. Foto kopi KTP
  2. Foto kopi KK
  3. Foto kopi Akte Lahir
  4. Foto kopi Surat Baptis
  5. Foto 4 x 6 = 2 Lembar
  6. Materai 2 Lembar

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fussilat: 30)

Mualaf Center Nasional Aya Sofya senantiasa menyambut dengan hangat saudara kita yang telah mendapatkan hidayah ingin memeluk agama Islam dengan adanya pembinaan dari mulai pengenalan dasar ke-Islaman hingga mempelajari ilmu keagamaan mulai dari tingkat dasar sampai lanjutan.

Lembaga ini juga difokuskan dalam pemberdayaan ummat kepada para mualaf di seluruh Indonesia dengan menjadi media perantara yang menyalurkan dan menjembatani para Muhsinin (orang-orang baik) untuk saling berbagi sebagian rizkinya kepada saudara kita para mualaf dhuafa di pelosok-pelosok nusantara.

“Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai Agamaku dan Muhammad sebagai Nabi-ku dan Rasul utusan Allah”: maka aku adalah penjaminnya, dan akan aku gandeng dia dengan memegang tangannya, sampai aku memasukkannya ke dalam Surga. (HR. At-Thabrani)


Rekomendasi artikel:


Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).


ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?

REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA


SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:

MUALAF CENTER AYA SOFYA


MEDIA AYA SOFYA

Website: www.ayasofya.id

Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA

YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA

Instagram: @ayasofyaindonesia

Email: ayasofyaindonesia@gmail.com


HOTLINE:

+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100

+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.