KISAH SATU KELUARGA MASUK ISLAM DI JOMBANG, HIDAYAH DATANG SAAT PANDEMI COVID-19

Kisah mualaf kali ini berasal dari seseorang asal Jombang yang menghubungi kami karena hendak memeluk agama Islam. Sehingga kami menghubungi salah satu relawan di Jombang untuk melakukan pembinaan dan pendampingan agar calon mualaf sekeluarga ini lebih bisa memantapkan niat mulianya itu.

Hal yang membuat kami semangat melakukan perjalanan ke Jombang untuk mendukung prosesi pensyahadatan ini sebab beliau mengajak istri dan anak-anaknya untuk ikut bersyahadat pula. Sebelum bersyahadat ternyata anaknya juga perna beberapa kali melaksanakan shalat di masjid dekat rumahnya. Mualaf sekeluarga ini adalah Bapak Erich Sheivan Yasin, Ibu Resi Dwiyanti Willujeng, kedua anaknya yakni Enov Reihvano T. Yasin, dan Evely Reihvani T. Yasin.

Firman Allah Ta’ala,

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

Artinya: “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.”
(QS. Al Israa’:57)

Seseorang untuk bisa memeluk agama Islam tidak boleh terpaksa karena mengimani agama Allah harus dengan kerelaan hati dan keyakinan penuh. Tidak boleh ada intervensi dari orang lain tetapi harus murni karena dirinya sendiri. Selain itu, agar keimanan kita menjadi sah maka harus di Ikrarkan dan mengamalkan ajaran agama Islam.

Sehingga setiap kali melakukan prosesi pensyahadatan hal yang biasanya kami tanyakan biasanya adalah seberapa yakin seorang mualaf untuk memeluk agama Islam, apakah ada paksaan atau intervensi dari seseorang, dan alasan yang membuat seseorang itu memeluk agama Islam.

Alasannya Masuk Islam

Perlu kita ketahui bahwa Bapak Erich pada mulanya bekerja sebagai seorang Event Organizer (EO) untuk pusat perbelanjaan. Tapi suatu saat beliau harus di rumahkan pada tahun 2020 tepatnya pada awal mula negeri ini dilanda pandemi Covid-19, sehingga pada saat itu segala macam situasi dan kondisi menjadi sulit. Beliau di PHK dan kesulitan secara ekonomi.

Tapi rasa tanggung jawabnya kepada keluarga membuatnya untuk terus memikirkan cara untuk bisa menghasilkan nafkah, hingga pada akhirnya beliau benjualan pentol di depan salah satu pusat perbelanjaan tempatnya bekerja dulu. Suatu ketika beliau mendapati pedagang lain sedang menawarkan sesuatu barang kepadanya dan tak disangka hidayah itu datang.

“saya sedang jualan pentol seperti biasa, tiba-tiba ada orang menawari mukenah dan sajadah dengan harga sekitar 50 ribu. Itu membuat saya mikir bahwa tidak mungkin jika harganya semurah itu. Entah kenapa dari situ saya merasa ditegur oleh Allah karena apada saat itu istri saya memang masih nasrani”. Jelasnya sambil mengingat kejadian saat itu.

“semenjak itu saya mulai mencari tahu dan membandingkan tentang agama Islam dan Kristen melalui Youtube. Disana dijelaskan bahwa Al-Quran sangat lengkap dan bahkan menjelaskan tentang fenomena alam yang terjadi di dunia, sedangkan dalam Alkitab tidak ada menjelaskan tentang itu. Sehingga saya bilang ke istri saya bahwa mungkin ini adalah teguran bagi kita”. Jelasnya lebih lanjut.

Keinginannya masuk Islam lantas tidaklah mudah, beliau menjelaskan kisah dirinya bahwa ada saja cobaan yang terjadi saat menjadi mualaf. Mulai dari dibenci oleh orang tua, sebagaimana orang tuanya adalah Nasrani. Semenjak itu beliau mencari info tentang mualaf center karena pada saat itu dalam benaknya hanyalah ingin ke Islamannya sah dengan melakukan syahadat yang sah sehingga keIslamannya dapat diakui. Hingga pada akhirnya beliau menghubungi Ust. Ipung sebagai pembina MCN Aya Sofya.

Prosesi Pensyahadatan

Kegiatan prosesi pensyahadat dibimbing oleh Ust. KH. Musta’in Syafi’i dan disaksiakan oleh jama’ah sholat maghrib di Masjid Ar Rayyan Jombang. Sebagaimana pensyahadatan pada umumnya, kegiatan pensyahadatan dimulai dengan pembacaan bismillah dan pembacaan 2 kalimat syahadat.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

(Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah)

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Dua kalimat syahadat terucap dari seorang pemuda yang telah menemukan kebenaran yang selama ini dicarinya. Atas berkah rahmat Allah dan hidayah-Nya sehingga telah bertambah satu lagi saudara kita yang telah kembali pada fitrah yang benar yakni agama Islam.

Alhamdulillah…Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji syukur kepada Allah dengan bertambahnya saudara kita yang telah kembali pada jalan kebenaran yakni Agama Islam. Semoga saudara kita ini bisa menjadi seorang muslim yang kaffah dengan mematuhi segala perintah Allah dalam hukum-hukum Islam dan mengamalkannya hingga maut datang menjemput.

Bagaimana agar keIslamannya diakui oleh negara?

Selanjutnya agar ke-Islamannya diketahui masyarakat dan diakui pemerintah, hingga dapat dicantumkan dalam identitas diri, maka semestinya ucapan syahadatain diikrarkan di depan ulama’ dan para saksi untuk kemudian diberi sertifikat sebagai tanda bukti.

Hal tersebut juga bertujuan untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan seputar hak beragama bagi warga negara di Indonesia. Berikut ini adalah persyaratan lain sebagai pendukung yang harus disiapkan bagi calon mualaf yang ingin masuk islam:

  1. Foto kopi KTP
  2. Foto kopi KK
  3. Foto kopi Akte Lahir
  4. Foto kopi Surat Baptis
  5. Foto 4 x 6 = 2 Lembar
  6. Materai 2 Lembar

Hampir setiap hari selalu ada seseorang yang menghubung kami dengan niat ingin mendapatkan pembinaan masuk Islam. Tentu kami sangat menyambutnya dengan suka cita, itu artinya banyak orang-orang yang telah menerima fakta bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar.

Ketauhidan adalah kebenaran yang haqiqi dalam menjalankan firman Tuhan yang sebenar-benarnnya. Selama ini umat Kristen mungkin merasa telah menjalankan firman Allah, tetapi pada kenyataannya tidak ada firman tuhan yang mereka jalankan, ibadah mereka justru tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh Bible.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fussilat: 30)

Mualaf Center Nasional Aya Sofya senantiasa menyambut dengan hangat saudara kita yang telah mendapatkan hidayah ingin memeluk agama Islam dengan adanya pembinaan dari mulai pengenalan dasar ke-Islaman hingga mempelajari ilmu keagamaan mulai dari tingkat dasar sampai lanjutan.

Lembaga ini juga difokuskan dalam pemberdayaan ummat kepada para mualaf di seluruh Indonesia dengan menjadi media perantara yang menyalurkan dan menjembatani para Muhsinin (orang-orang baik) untuk saling berbagi sebagian rizkinya kepada saudara kita para mualaf dhuafa di pelosok-pelosok nusantara.

“Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai Agamaku dan Muhammad sebagai Nabi-ku dan Rasul utusan Allah”: maka aku adalah penjaminnya, dan akan aku gandeng dia dengan memegang tangannya, sampai aku memasukkannya ke dalam Surga. (HR. At-Thabrani)


Rekomendasi artikel:


Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).


ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?

REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA


SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:

MUALAF CENTER AYA SOFYA


MEDIA AYA SOFYA

Website: www.ayasofya.id

Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA

YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA

Instagram: @ayasofyaindonesia

Email: ayasofyaindonesia@gmail.com


HOTLINE:

+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100

+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361


Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.