KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER DEMAK: TETAPLAH BERBUAT BAIK WALAUPUN ORANG TUA KITA KAFIR

Bagaimana hubungan seorang anak dengan
kedua orang tuanya yang kafir dalam agama Islam?

Seorang anak sudah sewajibnya berbakti kepada kedua orang tua meski orang tua kita masih dalam keadaan kafir dan memiliki pandangan keimanan yang berbeda dengan kita. Jika dalam ajaran agama lain maka akan ditinggalkan, tapi lain lagi dalam ajaran agama Islam yang justru masih wajib berbakti kepada orang tua berdasarkan syariat Islam. Sebagaimana Allah mengatakan dalam firmannya sebagai berikut:

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya: Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman 15)

Continue reading

GERAKAN DAKWAH DONASI BAJU 2 KONTAINER UNTUK PARA MUALAF DAN DHUAFA DI PELOSOK NUSANTARA

Latar Belakang Gerakan Dakwah
“DONASI BAJU 2 KONTAINER

Mualaf Center Nasional AYA SOFYA merupakan lembaga dakwah dan sosial memiliki beberapa program diantaranya gerakan dakwah “Donasi Baju 2 Kontainer” yang akan disalurkan ke wilayah berikut ini:

  • Kampung binaan mualaf
  • Pelosok Jawa Timur
  • Pelosok Sulawesi Utara
  • Pelosok Sulawesi Tengah
  • dan pedalaman Indonesia lainnya . . .
Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER RIAU: APAKAH ADA SYURGA BAGI ORANG NON MUSLIM YANG BAIK?

Miris, pernyataan menyesatkan aqidah yang sering kita dengar dari beberapa pemuka agama dan tokoh publik !

Banyak tokoh publik atau dalam suatu majelis pengajian Mualaf Center Riau yang mengatakan bahwa “surga itu tidak mutlak untuk orang Islam saja, jadi agama yang lain juga ada orang-orang yang beriman dan mereka juga berhak untuk masuk surga. Sebagaimana dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa ahli kitab yang beribadah dan beriman mendapat pahala dari sisi Allah“.

Padahal kunci orang beriman adalah syahadat, sebagaimana pula dalam beberapa hadist Nabi mengatakan bahwa ahli kitab dan orang beriman lainnya yang ketika mendengar tentang kerasulan utusan Allah tapi tidak mengikuti ajarannya maka tempatnya ada di neraka. Maka bagaimana cara menanggapi pandangan yang berbeda dalam menyikapi persoalan tersebut? mengingat hal itu berhubungan dengan berbedaan aqidah dan keimanan seseorang.

Padahal kita juga tahu bahwa dalam Al-Qur’an menyatakan bahwa orang yang berbuat baik selain umat Islam atau dia adalah kafir bahwa amal ibadahnya sia-sia. Bahkan Rasulullah juga mengatakan jika Nabi Isa dan Nabi Musa masih hidup maka sudah pasti mereka juga akan mengikuti ajaran Nabi Muhammad karena sejatinya ajaran tauhid yang mereka bawa juga berasal dari tuhan yang sama, yakni Allah.

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER WONOSOBO: KISAH PERTAMA KALI NABI ISA AS DIANGGAP SEBAGAI TUHAN

Awalnya dianggap Nabi tapi akhirnya disebut Tuhan

Ibnu Qayim mengatakan dari kalangan salaf yang berkata bahwa setelah mereka meninggal orang-orangpun sering mendatangi kuburan mereka. Lalu membuat patung-patung mereka kemudian setelah masa demi masa berlalu akhirnya disembahlah patung tersebut. Ini maksudnya penjabaran dari tafsir QS. Nuh 23:

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا
Artinya: Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”. (QS. Nuh: 23)

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER KERINCI: INILAH TANDA BAHWA BERAGAMA ISLAM BELUM TENTU MUKMIN

Tahap Keimanan Orang Islam

1. amanu = orang beriman

Kalimat “ الَّذِينَ آمَنُوا ” atau “Alladzina amanu” itu biasanya diungkapkan bagi orang-orang yang baru beriman atau imannya itu masih harus ditingkatkan lagi. Seseorang yang baru menyatakan sebagai muslim, merasa punya standart keimanan dalam jiwanya tapi iman itu lebih mendorongnnya untuk lebih semangat menunaikan ibadah. Kalau kita melihat di KTPnya Islam dan ia juga termasuk seorang muslim tapi sholatnya masih agak terlambat.

Maka seseorang itu dipanggil oleh Allah sebagai “ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ” atau “hai orang-orang yang beriman” yang panggilan dan disebutkan sejumlah 68 kali dalam Al-Qur’an. Sebagaimana di dahului dengan huruf ” يَ ” atau “ya” yang termasuk huruf panggilan. Dalam ilmu nahwu huruf panggilan ada 14 jenis tapi di Al-Qur’an hanya disebutkan huruf ” يَ ” sebanyak 361 kali.

Ketika huruf “يَ ” disandingkan dengan kalimat “ الَّذِينَ آمَنُوا ” seakan-akan Allah menyeruh kepada semua “pemilik iman” sekalipun imannya belum mampu mendekatkan dia dengan Allah karena masih jarangn melakukan amal saleh. Dipanggil oleh Allah sebanyak 68 kali panggilan dia yang disebutkan dalam Al-Qur’an, sebagai setelah ada kalimat “ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ” selalu disusul dengan amal-amaln shaleh, sepert beberapa potongan ayat berikut ini:

Continue reading