KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER RIAU: APAKAH ADA SYURGA BAGI ORANG NON MUSLIM YANG BAIK?

Miris, pernyataan menyesatkan aqidah yang sering kita dengar dari beberapa pemuka agama dan tokoh publik !

Banyak tokoh publik atau dalam suatu majelis pengajian Mualaf Center Riau yang mengatakan bahwa “surga itu tidak mutlak untuk orang Islam saja, jadi agama yang lain juga ada orang-orang yang beriman dan mereka juga berhak untuk masuk surga. Sebagaimana dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa ahli kitab yang beribadah dan beriman mendapat pahala dari sisi Allah“.

Padahal kunci orang beriman adalah syahadat, sebagaimana pula dalam beberapa hadist Nabi mengatakan bahwa ahli kitab dan orang beriman lainnya yang ketika mendengar tentang kerasulan utusan Allah tapi tidak mengikuti ajarannya maka tempatnya ada di neraka. Maka bagaimana cara menanggapi pandangan yang berbeda dalam menyikapi persoalan tersebut? mengingat hal itu berhubungan dengan berbedaan aqidah dan keimanan seseorang.

Padahal kita juga tahu bahwa dalam Al-Qur’an menyatakan bahwa orang yang berbuat baik selain umat Islam atau dia adalah kafir bahwa amal ibadahnya sia-sia. Bahkan Rasulullah juga mengatakan jika Nabi Isa dan Nabi Musa masih hidup maka sudah pasti mereka juga akan mengikuti ajaran Nabi Muhammad karena sejatinya ajaran tauhid yang mereka bawa juga berasal dari tuhan yang sama, yakni Allah.

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER WONOSOBO: KISAH PERTAMA KALI NABI ISA AS DIANGGAP SEBAGAI TUHAN

Awalnya dianggap Nabi tapi akhirnya disebut Tuhan

Ibnu Qayim mengatakan dari kalangan salaf yang berkata bahwa setelah mereka meninggal orang-orangpun sering mendatangi kuburan mereka. Lalu membuat patung-patung mereka kemudian setelah masa demi masa berlalu akhirnya disembahlah patung tersebut. Ini maksudnya penjabaran dari tafsir QS. Nuh 23:

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا
Artinya: Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”. (QS. Nuh: 23)

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER KERINCI: INILAH TANDA BAHWA BERAGAMA ISLAM BELUM TENTU MUKMIN

Tahap Keimanan Orang Islam

1. amanu = orang beriman

Kalimat “ الَّذِينَ آمَنُوا ” atau “Alladzina amanu” itu biasanya diungkapkan bagi orang-orang yang baru beriman atau imannya itu masih harus ditingkatkan lagi. Seseorang yang baru menyatakan sebagai muslim, merasa punya standart keimanan dalam jiwanya tapi iman itu lebih mendorongnnya untuk lebih semangat menunaikan ibadah. Kalau kita melihat di KTPnya Islam dan ia juga termasuk seorang muslim tapi sholatnya masih agak terlambat.

Maka seseorang itu dipanggil oleh Allah sebagai “ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ” atau “hai orang-orang yang beriman” yang panggilan dan disebutkan sejumlah 68 kali dalam Al-Qur’an. Sebagaimana di dahului dengan huruf ” يَ ” atau “ya” yang termasuk huruf panggilan. Dalam ilmu nahwu huruf panggilan ada 14 jenis tapi di Al-Qur’an hanya disebutkan huruf ” يَ ” sebanyak 361 kali.

Ketika huruf “يَ ” disandingkan dengan kalimat “ الَّذِينَ آمَنُوا ” seakan-akan Allah menyeruh kepada semua “pemilik iman” sekalipun imannya belum mampu mendekatkan dia dengan Allah karena masih jarangn melakukan amal saleh. Dipanggil oleh Allah sebanyak 68 kali panggilan dia yang disebutkan dalam Al-Qur’an, sebagai setelah ada kalimat “ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ” selalu disusul dengan amal-amaln shaleh, sepert beberapa potongan ayat berikut ini:

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER AMLAPURA: AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP

Al-Qur’an mengantarkan kita pada jalan yang paling benar, oleh karena itu seseorang yang berpegang teguh pada Al-Qur’an akan menjadi yang terbaik dalam segala hal. Jika mempelajari akhlak dalam Al-Qur’an maka akan menjadi orang yang terbaik dalam akhlaknya. Dan jika mempelajari sisi apapun dalam Al-Qur’an maka dia akan menjadi yang terbaik karena Al-Qur’an memberi petunjuk pada jalan yang terbaik.

Kita tauh bahwasanya Al-Qur’an adalah pedoman dalam kehidupan kita. siapapun yang semakin dekat dengan Al-Qur’an maka dia semakin bahagia dan berada di jalan yang lurus, sebaliknya siapa yang jauh dari Al-Qur’an maka hidupnya akan jauh dari kebahagiaan. Diturunkannya Al-Qur’an tidak akan membuat susah dan justru akan membuat hidup menjadi lebih bahagia seperti firman-firman Allah berikut ini:

( ) طٰهٰ .ۙ(١) مَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓى
Artinya: Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah. (QS. Thaha: 1-2)

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER PALANGKARAYA: KISAH MURTADNYA BANI ISRAIL DIABADIKAN DALAM AL-QURAN

Kajian Mualaf Center Palangkaraya kali ini tentang sebuah kisah menarik yang diabadikan dalam firman Allah QS. Thaha ayat 83 sampai 97. Surat tersebut menjelaskan tentang bani Israil yang tersesat atau murtad oleh seseorang yang bernama Samiri, pembuat patung sapi emas yang menjadikan sebagian besar (ada yang mengatakan sampai jumlahnya 70 ribu bani Israil) berpaling dari Tauhid dan menyembah patung tersebut.

Ketika Nabi Musa berhasil menyelamatkan bani Israil dari kepungan tentara Fir’aun dan Allah tenggelamkan Fir’aun karena kekufurannya. Nabi Musa membawa bani Israil hijrah dari Mesir ke Palestina tetapi ketika sampai diperbatasan bani Israil tidak mau ikut karena saat itu Baitul Maqdis dihuni oleh Kabilah Kan’aniyun sehingga jika ingin kecuali dengan memasukinya harus berjihad ataupun perang terlebih dahulu. Sedangkan bani Israil adalah umat yang sangat pengecut pada saat itu.

Continue reading