INGATLAH BAHWA ALLAH TIDAK AKAN MELUPAKAN HAMBANYA

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Dr. Hassan Syamsi Basya (68 tahun) adalah seorang dokter spesialis jantung di sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi. Di sore hari saat hendak pulang dari rumah sakit, beliau kedatangan tamu di kantornya.

Beliau berbagi pengalaman pribadinya untuk menjadi pelajaran bagi kita semua.

Aku melihatnya dengan tersenyum sambil berkata, “Ada perlu apa wahai saudaraku?”

Ia berkata, “Sepertinya anda lupa denganku wahai Dokter Hassan?”

Aku berkata, “Maaf, saya tidak ingat. Seorang dokter dalam setiap harinya bertemu dengan puluhan orang… Tidak mungkin untuk menghafal satu persatu orang yang pernah kutemui setelah sekian lama berpisah!”

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER CIREBON: MENGINGAT KEBURUKAN MANUSIA ITU PENYAKIT

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Ada kata pepatah :

ذكر الله دواء وذكر الناس داء

Dzikrullahi Dawaa’un wa Dzikrunnaasi Daa’un

“Mengingat Allah itu obat, sedangkan mengingat (menyebutkan keburukan) manusia itu penyakit.”

Tanda kebangkrutan ketika kita sibuk usil dengan urusan orang lain dan bersangka buruk kepada mereka.

Adapun sibuk menyebutkan akhlak mulia dan sejarah kehidupan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat serta orang-orang shalih merupakan keberuntungan.

Continue reading

PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Seringkali manusia tidak menyadari dan tidak mengetahui akan kekurangan dirinya. Merupakan nikmat Allah yang besar ketika kita dikaruniai guru dan sahabat yang mengingatkan kita akan sifat buruk yang masih melekat pada kepribadian kita. Orang beriman merupakan cermin bagi saudaranya.

Di zaman sekarang ini, langka kita dapatkan pendidik dan sahabat yang tulus dan berusaha untuk mengingatkan kekurangan kita.

Diantara cara Allah agar kita memperbaiki diri selain lewat guru dan sahabat adalah dengan pengalaman hidup. Pengalaman merupakan salah satu dari guru terbaik.

Guruku pernah bercerita tentang pengalaman hidupnya. Suatu kejadian yang akhirnya merubah sifat buruk yang masih melekat pada dirinya. Yaitu sifat ingin menang sendiri dan tidak mau mengalah ketika berselisih dengan orang lain.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER NTB: ORANG-ORANG YANG DIDOAKAN BURUK OLEH MALAIKAT

Malaikat adalah makhluk Allah yang mulia tidak perna bermaksiat kepada Allah dan senantiasa melakukan apa yang Allah perintahkan. Malaikat mendoakan orang-orang yang beriman agar diampuni oleh Allah dan dimasukan dalam surga sebagaimana telah banyak dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist-hadist mengenai hal itu. Demikian juga malaikat mendoakan keburukan untuk orang-orang yang pantas mendapatkan keburukan seperti orang-orang yang tidak beriman, mendzholimi orang lain, dan ahli maksiat.

Malaikat adalah makhluk Al-Muqarrabun yang dekat dengan Allah Ta’ala, sehingga doa para malaikat sangat mudah dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Dalam suatu hadist ketika Rosulullah menjenguk Abu Salamah r.a yang meninggal dunia, ketika itu Abu Salamah matanya terbuka padahal sudah meninggal dunia maka Rasulullah menutup kedua mata Abu Salamah r.a.

Sesungguhnya jika roh dicabut maka mata akan mengikuti arah keluarnya roh. Kerabat Abu Salamah merasa sedih dan Rosulullah bersabda: “Janganlah kalian mendoakan untuk diri-diri kalian kecuali kebaikan. Karena sesungguhnya para malaikat akan mengaminkan apa yang kalian ucapkan.” (HR. Muslim)

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER NTT: HAL YANG DAPAT MENJADI PENGHALANG AZAB

Sesungguhnya surga sebagaimana penjelasan Al-Iman ibn Qayyim rahimahullahu ta’ala adalah sesuatu yang baik, murni, dan tidak bisa masuk ke dalamnya kecuali orang-orang baik dan bersih dari segala dosa. Kita tahu bahwasanya dalam kehidupan manusia tidak luput dari dosa-dosa seperti dosa kesyirikan, bid’ah, maksiat dengan Allah Ta’ala, dan terkadang secara sengaja atau pun tidak telah berbuat dzholim kepada orang lain.

Orang yang akan masuk surga adalah orang yang dosa-dosanya diampuni oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana Allah sebutkan tentang orang-orang baik dalam firman-Nya sebagai berikut:

ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. An-Nahl: 32)

Continue reading