
Awalnya dianggap Nabi tapi akhirnya disebut Tuhan
Ibnu Qayim mengatakan dari kalangan salaf yang berkata bahwa setelah mereka meninggal orang-orangpun sering mendatangi kuburan mereka. Lalu membuat patung-patung mereka kemudian setelah masa demi masa berlalu akhirnya disembahlah patung tersebut. Ini maksudnya penjabaran dari tafsir QS. Nuh 23:
وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا
Artinya: Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”. (QS. Nuh: 23)

