Beberapa kisah berikut ini adalah pelajaran bagi kita agar senantiasa Istiqomah dalam memegang teguh agama Islam. Kisah ini mencakup peristiwa besar yang tercatat dalam sejarah agama Islam dan diabadikan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rosulullah sehingga tidak akan lekang oleh zaman.
Bukan rahasia lagi jika setiap dakwah pasti ada tantangan dan sebagai jalan termudah adalah menghadapinya dengan penuh kesabaran seperti halnya senantiasa sabar dalam menuntut ilmu, menyebarkan ilmu, dan ketika mendapatkan ujian dari Allah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ashr ayat 1 – 3 berikut ini:
Kami bertemu dengan seorang tuan guru dari Mesir. Seorang Syaikh yang sangat tawadhu dan rendah hati. Kebetulan beliau hari ini sedang berada di Indonesia untuk mengurusi kegiatan bisnisnya, serta menghindari musim dingin yang katanya minta ampun.
Kami bertemu di Jakarta. Tepatnya di kawasan dekat dengan kampus LIPIA Jakarta. Salah satu tujuan kami bersua dengan beliau adalah untuk membuka jalur sutra pengiriman bantuan pakaian dan makanan ke negara Somalia. Negara sangat miskin yang memiliki banyak kaum muslimin, serta selama ini masih belum terjamah bantuan menuju ke arah sana.
Terakhir, sebelum kami pulang, saya menyampaikan kepada beliau dalam bahasa Arab. Karena beliau tidak dapat berbahasa Indonesia sama sekali. Kepribadian saya adalah kepribadian linguistik. Kendati kerap salah dalam berbahasa asing, namun saya senantiasa senang dan percaya diri untuk mengungkapkannya karena dari situlah dapat berbahasa. Dulu saya memiliki kemampuan berbahasa Jepang dengan baik. Namun, sekarang sudah sirna. Zonk semuanya. Tak mampu apa-apa dalam berbahasa Jepang. Lantaran sudah lama tak pernah saya gunakan.
Marak modus-modus pemurtadan beredar di masyarakat menandahkan bahwa ilmu kristologi sangat penting untuk dipelajari sedini mungkin. Tujuannya agar dapat membentengi diri dari pemurtadan. Memperkuat akidah Islam sangatlah penting karena salah satu cara agar tidak mudah terjebak dalam permainan pola fikir yang menjebak para misionaris.
Salah satu modusnya adalah seseorang masuk Islam dengan tujuan menikah dan setelah menikah dia tidak mau belajar agama Islam lalu mengajak istrinya untuk masuk Kristen jika isrinya menolak maka akan terjadi perceraian. Modus lainnya adalah dengan motif terbuka, para misionaris masuk rumah secara door to door untuk menyebarkan ajaran agama mereka seperti Kristen Saksi Yehuwa dan Kristen Mormon.
Aturan negara melarang untuk menyebarkan agama lain kepada orang yang sudah beragama, tapi mereka gencar melanggar aturan itu. Modus lainnya adalah pemurtadan berkedok agnotisme yang menganggap bahwa semua agama dan menyasar umat Islam menengah keatas atau berilmu.
Banyak dari kita yang masih menganggap bahwa kufur dan musyrik adalah sama, padahal secara pengertian hal tersebut berbeda. Sebagaimana yang perna dijelaskan oleh Rosulullah bahwa perbedaan antara orang kufur dan kesyirikan adalah meninggalkan sholat.
Tapi ada yang berpendapat bahwa kufur lebih umum dari pada musyrik yang merupakan perbuatan menyembah berhala, menduakan Allah. Seseorang dikatakan musyrik apabila menyembah Allah dan menyembah selain Allah. Seseorang itu juga dikatakan menyekutukan Allah dengan tetap menyembah Allah dan kemudian menyembah selain Allah.
Sebagai contoh orang musyrik di zaman jahiliyah yakni ketika mereka melakukan haji, tawaf, dan menyembah Allah tapi masih menyembah berhala. Contoh lainnya umat Kristen menganut konsep tritunggal yang menyembah Allah tapi juga menyembah Nabi Isa dan juga Roh Kudus. Sebagaimana juga orang yahudi menganggap uzair ibnullah sebagai putra Allah. Oleh karenanya umat seperti mereka disebut musyrikin karena telah berbuat syirik/musyrik dengan menyembah selain Allah dan menyekutukannya.
Bagi seseorang yang menginginkan banyak ganjaran pahala di akhirat kelak maka hendaklah banyak mengingat Allah dalam melakukan sesuatu. Seperti halnya Rosulullah yang senantiasa mengamalkan firman-firman Allah dalam kesehariannya. Sungguh dalam diri Rosulullah adalah teladan yang baik.
Oleh Ibnu Hazm dalam kitabnya Al Fashl Fil Milal Wal Ahwa Wan Nihal menyebutkan bahwa akhlak Rosulullah adalah mukjizat tersendiri. Beliau berkata: “sesunggunya barang siapa yang mengamati perjalan hidup Nabi Muhammad pasti akan membenarkan dan akan meyakini bahwa beliau adalah utusan Allah”.
Sesungguhnya perjalanan hidup Rosulullah dikemas dengan Indah oleh Allah agar dapat dicontoh oleh umatnya. Kita tahu bahwa Rosulullah memiliki banyak mukjizat diantaranya seperti Isra’ dan Mi’raj. Sebagaimana kita juga tahu beliau memiliki mukjizat kitab suci Al-Qur’an yang tidak dapat dimanipulasi atau didatangkan kitab lain seperti Al-Qur’an.
Diantara mukjizat nabi lainnya beliau dapat mengeluarkan air dari sela jari-jarinya, menyembuhkan penyakit hanya dengan berdoa kepada Allah. Banyak mukjizat lainnya tapi diantara sekian banyak itu, akhlak Rosulullah juga termasuk mukjizat.