KEISLAMAN AMRU BIN ASH R.A. MENJADI INSPIRASI KISAH MUALAF DUNIA

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Setelah pulang dari perang Khandaq (tahun 5 H) dan setelah ayah Amru bin Ash wafat, kaum musyrikin Makkah melihat perubahan sikap pada diri Amru terhadap dakwah Islam. Amru yang dahulunya sangat keras permusuhannya terhadap Islam mulai melunak. Yang dahulunya Amru bin Ash bersegera menolong penduduk Makkah untuk memerangi dakwah Islam, sekarang mulai ogah-ogahan.

Mereka mengirim seorang pemuda menemuinya dan dan menanyakan kepadanya, “Wahai Abu Abdullah! Sesungguhnya kaummu telah menyangka bahwa engkau bersimpati kepada Muhammad?” Amru menjawab, “Wahai keponakanku! Jika engkau ingin mengetahui jawabanku maka temuilah aku di bayangan gunung Hira!”
Rupanya saat keduanya berjumpa di tempat yang panas karena terik matahari, lalu Amru meminta untuk berbicara di tempat yang teduh.

Continue reading

KISAH MUALAF LUKAS, PEMUDA JERMAN JATUH CINTA KARENA ISLAM AGAMA SEDERHANA

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Berkenalan dengan Lukas

Selesai shalat maghrib dari masjid, saya dan teman-teman kembali ke kantor Jeddah Dakwah Center. Tidak lama, masuklah ke ruang sekretariat seorang pemuda berkulit putih dan berambut pirang. Dia memperkenalkan diri dengan bahasa Arab yang fasih. Namanya Lukas Rothfuchs (24 tahun) berasal dari Jerman. Baru dua hari sampai di Jeddah untuk kerja praktek selama lima bulan di sebuah perusahaan di Jeddah. Lukas masih kuliah mengambil jurusan ekonomi di Universitas Bremen, Jerman.

Di Jeddah, Lukas sementara tinggal di hotel dekat kantor kami selama dua hari setelah itu akan pindah untuk tinggal di tempat yang disediakan oleh perusahaan. Ketika sedang jalan-jalan melihat-lihat sekitar hotel lalu ia melihat kantor Islamic Center. Ia berpikir mencari guru privat bagi dirinya untuk belajar tahfidz Al Quran. Lalu ia masuk dan menemui pengurus kantor. Setelah selesai berbincang dengan pengurus kantor, saya meminta dia untuk menceritakan tentang kisah keislamannya. Kejadian ini terjadi di hari Senin, 24 Dzul Qa’dah 1434 H / 30 September 2013 M.

Continue reading

SURAT TERBUKA KEPADA ORANG-ORANG YANG TERTUTUP PINTU HATINYA

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Surat terbuka kepada orang yang tertutup pintu hatinya. Betapa pun manusia kufur dan menentang Allah, Allah yang memiliki nama Arrahman (Maha Pengasih) dan Al Halim (Maha Penyantun) tetap banyak memberi kesempatan kepada manusia untuk kembali kepada fitrah mereka, menjadikan Allah saja yang berhak diibadahi dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun.

Kesempatan yang diberikan biasanya berupa kesempitan dan masalah yang sedang dihadapi. Ada yang diuji dengan anaknya yang kemasukan jin, ada yang diteror, difitnah, ada yang masuk penjara, ada yang diingatkan dengan sakit dan lain-lain. Ada yang justru mendapatkan hidayah Islam karena mereka merespons ketidakadilan yang diterima Islam dan kaum muslimin yang selalu disudutkan dan difitnah. Mereka justru semakin penasaran dan mulai mempelajari tentang Islam. Barangsiapa berjalan menuntut ilmu maka Allah memudahkan baginya jalan menuju Surga.

Tidak sedikit diantara manusia yang menyadari teguran Allah berupa musibah lalu mereka bertaubat dan kembali ke jalan Allah. Bahkan ada pula mereka yang mendapatkan hidayah Islam tanpa melalui musibah.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER NTB: ORANG-ORANG YANG DIDOAKAN BURUK OLEH MALAIKAT

Malaikat adalah makhluk Allah yang mulia tidak perna bermaksiat kepada Allah dan senantiasa melakukan apa yang Allah perintahkan. Malaikat mendoakan orang-orang yang beriman agar diampuni oleh Allah dan dimasukan dalam surga sebagaimana telah banyak dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist-hadist mengenai hal itu. Demikian juga malaikat mendoakan keburukan untuk orang-orang yang pantas mendapatkan keburukan seperti orang-orang yang tidak beriman, mendzholimi orang lain, dan ahli maksiat.

Malaikat adalah makhluk Al-Muqarrabun yang dekat dengan Allah Ta’ala, sehingga doa para malaikat sangat mudah dikabulkan oleh Allah Ta’ala. Dalam suatu hadist ketika Rosulullah menjenguk Abu Salamah r.a yang meninggal dunia, ketika itu Abu Salamah matanya terbuka padahal sudah meninggal dunia maka Rasulullah menutup kedua mata Abu Salamah r.a.

Sesungguhnya jika roh dicabut maka mata akan mengikuti arah keluarnya roh. Kerabat Abu Salamah merasa sedih dan Rosulullah bersabda: “Janganlah kalian mendoakan untuk diri-diri kalian kecuali kebaikan. Karena sesungguhnya para malaikat akan mengaminkan apa yang kalian ucapkan.” (HR. Muslim)

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER NTT: HAL YANG DAPAT MENJADI PENGHALANG AZAB

Sesungguhnya surga sebagaimana penjelasan Al-Iman ibn Qayyim rahimahullahu ta’ala adalah sesuatu yang baik, murni, dan tidak bisa masuk ke dalamnya kecuali orang-orang baik dan bersih dari segala dosa. Kita tahu bahwasanya dalam kehidupan manusia tidak luput dari dosa-dosa seperti dosa kesyirikan, bid’ah, maksiat dengan Allah Ta’ala, dan terkadang secara sengaja atau pun tidak telah berbuat dzholim kepada orang lain.

Orang yang akan masuk surga adalah orang yang dosa-dosanya diampuni oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana Allah sebutkan tentang orang-orang baik dalam firman-Nya sebagai berikut:

ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. An-Nahl: 32)

Continue reading