Mukjizat itu definisinya adalah sesuatu kemampuan luar biasa diluar jangkauan manusia normal. Suatu perkara di luar kebiasaan yang dilakukan oleh Allah melalui para nabi dan rasul-Nya untuk membuktikan kebenaran kenabian dan keabsahan risalahnya.
Allah memberikan kemampuan luar biasa atau yang disebut mukjizat kepada setiap nabi dan rasul-Nya termasuk Rasulullah yang merupakan nabi dan rasul terakhir umat Islam. Berikut ini adalah beberapa dari sekian banyak kemampuan luar biasa atau mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad.
Mualaf Center Palu menjelaskan bahwa dalam mengambil keputusan tentang urusan dunia pastinya harus bermusyawarah, tapi jika dalam urusan hal ibadah tidak semestinya bermusyawarah. Artinya kita tidak perlu bermusyawarah saat hendak melaksanakan kewajiban kita. Sebagaimana Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk menunaikan shalat 5 waktu, sehingga ketika sudah mendengar adzan maka harus segera menunaikan ibadah shalat.
Coba perhatikan Al-Qur’an, didalamnya banyak ayat-ayat mengingatkan tentang shalat dan zakat (Infaq). Sebagaimana firman Allah berikut ini yang telah banyak diketahuo oleh umat Islam.
Artinya: (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS. Al-Baqarah:3)
Ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Dalam ayat ini, Allah juga menjelaskan bahwa jika kita ingin menjadi bagian dari orang-orang beriman maka kita harus mengetahui “Al-Mutaqin” yang dimaksud oleh Allah. Sesungguhnya yang dimaksud adalah orang memeiliki keyakinan pada hal gaib (Allah, malaikat, surga, neraka, dan segala sesuatu yang ghaib lainnya) mereka percaya walaupun mereka tidak bisa melihat dengat matanya sendiri.
Mualaf Center Ambon berbagi kisah bahwa pada zaman dahulu tidak ada penerangan lampu. Sehingga saat malam hari langit akan terlihat penuh dengan bintang-bintang. Kisah ini di riwayat oleh Bukhari mengatakan bahwa Rasulullah perna keluar di malam hari saat langit dalam keadaan terang dan bintang-bintang terlihat jelas gemerlap. Rasulullah berkata kepada para sahabat: “apa kalian melihat bintang-bintang itu?”. Kata para sahabat: “tentu sangat jelas dan terang, wahai Rasulullah”.
Rasulullah kemudian berkata: “demi dzat yang ubun-ubunku ada dalam genggamannya, demi Allah, kelak di surga akan melihat istana-istana diatas kalian seperti kalian melihat bintang-bintang dari bumi”. Lalu para sahabat bertanya: “wahai Rasulullah, apakah itu tempatnya para nabi-nabi?”. Rasulullah berkata: “bukan, itu adalah tempatnya orang-orang saleh dari umatku”.
Semakin kita menjaga hubungan dengan Allah maka Allah akan semakin dekat dengan kita. Misalnya jika kita membuat jadwal sebagaimana kita membuat jadwal selama satu minggu atau satu bulan dari sekarang. Mualaf Center Denpasar membagi tips & trik agar ibadah lebih rajin. Coba kita membuat sebuah catat sederhana, amalan ibadah yang sudah dikerjakan yang menurut kita paling sempurna.
Misalnya hendak mencoba melakukan amalan sholeh selama seminggu, sebulan, atau paling tidak selama 40 hari. Sebagaimana Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbir pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah menjadikannya sebuah patokan agar kita senantiasa antusias dalam mengerjakan amal saleh. Selama 40 hari itu kita harus membuat jadwal amal saleh yang harus dikerjakan dan memaksa diri sendiri untuk mengerjakannya karena itu adalah jaminan dari Rasulullah agar selamat dari sifat munafik, tidak akan perna berdusta seumur hidup, tidak perna mengingkari janji, tidak akan perna menghianati amanah, dan tidak akan perna berbuat curang. Tidak mungkin pula Rasulullah mengajarkan sesuatu yang salah dan tidak mungkin pula Allah salah.
Meningkatkan keimanan kita terhadap Islam dengan mengikuti kajian yang diadakan oleh Mualaf Center Demak. Kajian itu menjelaskan bahwa seharusnya kita membaca Al-Qur’an secara pelan-pelan dan memahami setiap makna yang terkandung didalamnya. Sebagaimana sabahat Rasulullah yakni Umar bin Khatab yang luar biasa genius hingga kalau dibacakan suatu kitab maka akan langsung berada pada ingatannya tanpa ada pengulangan.
Semua isi kitab itu rasanya sudah terekam jelas dalam ingatannya. Tetapi ketika beliau membaca Al-Qur’an maka menghabiskan waktu selama 10 tahun karena setiap membacanya akan selalu diamalkan pada tiap ayatnya.
Oleh karena itu, Al-Qur’an diturun tidak sekaligus sebagaimana Taurat dan Injil, tetapi secara beransur-ansur agar manusia dapat memahani, mengamalkan, dan mempraktikan dalam kehidupannya di dunia sebagai bekal di akhirat. Ternyata penelitian kita rehadap kebenaran Al-Qur’an memiliki hubungan dengan tingkat kekhusyukan ibadah kita. Sebagaimana dalam firman Allah berikut ini: