KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER AMBON: NASEHAT MEMBENTUK PRIBADI-PRIBADI MENUJU SYURGA

Mengatur ulang program hidup (Reset)

Mualaf Center Ambon berbagi kisah bahwa pada zaman dahulu tidak ada penerangan lampu. Sehingga saat malam hari langit akan terlihat penuh dengan bintang-bintang. Kisah ini di riwayat oleh Bukhari mengatakan bahwa Rasulullah perna keluar di malam hari saat langit dalam keadaan terang dan bintang-bintang terlihat jelas gemerlap. Rasulullah berkata kepada para sahabat: “apa kalian melihat bintang-bintang itu?”. Kata para sahabat: “tentu sangat jelas dan terang, wahai Rasulullah”.

Rasulullah kemudian berkata: “demi dzat yang ubun-ubunku ada dalam genggamannya, demi Allah, kelak di surga akan melihat istana-istana diatas kalian seperti kalian melihat bintang-bintang dari bumi”. Lalu para sahabat bertanya: “wahai Rasulullah, apakah itu tempatnya para nabi-nabi?”. Rasulullah berkata: “bukan, itu adalah tempatnya orang-orang saleh dari umatku”.

Oleh karena itu, mulai detik ini mari kita mengubah pola hidup yang salah pada diri kita. Kebanyakan dari kita lebih memilih mengunakan waktu kosong dengan hal-hal yang tidak berfaedah seperti bermain sosial media hingga berjam-jam, bermain game, jalan-jalan ke pusat perbelanjaan dan ketempat hiburan lainnya.

Mualaf Center Ambon menjelaskan pendapat beberapa ulama yang mengatakan bahwa setan menancapan bendera perangnnya di pasar atau tempat perbelanjaan. Sebagaimana Abu Hurairah RA meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Hari kiamat belum akan terjadi sampai pelbagai fitnah (malapetaka) bermunculan, kebohongan merajalela, dan pasar-pasar menjadi saling berdekatan”. (HR. Ahmad)

Menanggapi hadist ini maksudnya bukan tidak boleh datang ke pasar, tapi itu bukanlah program hidup umat Islam. Jangan menghabiskan waktu hanya untuk mendatangai tempat perbelanjaan. Mungkin bisa mengubah pola pikir dalam memanfaatan waktu luang agar lebih berfaedah. Sejatinya hiburan itu bukan dengan mendatangi tempat perbelanjaan atau tempat hiburan lainnya tetapi bisa menjadikan majelis ilmu sebagai hiburan.

Mencetak generasi Rabbani

Hiburan yang sebenarnya adalah di masjid, mendatangi rumah anak yatim, dan berbagi kepada sesama yang membutukan. Banyak yang tidak sadar bahwa generasi muda saat ini dalam menghabiskan waktu luang atau liburan hanya digunakan untuk hal-hal yang kurang manfaat atau berorientasi pada kesenangan duniawi. Seperti pada saat liburan sekolah akan dihabiskan dengan datang ke tempat perbelanjaan, hiburan, atau wisata, dll.

Padahal daripada menghabiskan banyak uang untuk kesenangan sesaat, bukankah lebih baik jika menggunakan uang itu untuk bersedeqah sembari memprogram pola pikir anak-anak kita dengan menanamkan pendidikan sejak kecil tentang pentingnya berbagi antar sesama dan lebih bersyukur. Sehingga begitulah seharusnya yang harus kita ajarkan kepada generasi-generasi kita agar mereka tahu bahwa liburan dan hiburan bukan hanya untuk membahagiakan diri dengan kenikmatan dunia melainkan juga membahagiakan orang lain dengan pahala yang dijamin di akhirat.

Uang itu bisa kita belanjakan sembako dibagikan ke panti asuhan dengan mengajak anak-anak kita untuk membagikan secara langsung kepada anak-anak yatim. Meminta anak-anak yatim itu bercerita kepada anak kita tentang bagaimana kehidupannya dan perasaannya ketika tidak memiliki orang tua dengan bahasa mereka.

Maka dengan hal itu akan dijamin anak-anak kita akan menjadi orang baik sampai mati karena sejak kecil hidupnya sudah terprogram untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Sehingga program hidupnya saat liburan adalah mengunjungi tempat-tempat tersebut untuk berbagi kepada sesama.

Mari kita renungkan dengan akal sehat, kira-kira pilihan mana yang lebih bermanfaat bagi kita ketika menghabiskan waktu luang dengan mengunjungi panti asuhan, tempat tempat terpencil untuk bersodaqah, majelis ilmu atau menghabiskan waktu dengan mengunjungi tempat hiburan seperti mall, karaoke, dan lain sebagainya?

Kita tahu bahwa di tempat seperti pusat perbelanjaan selalu diperdengarkan musik secara terus menerus karena sebagian ulama mengatakan bahwa musik itu haram. Kita juga akan menemukan dan melihat banyak orang berlalu-lalang dengan aurat yang terbuka, sehingga hal itu haram jika kita melihatnya. Begitu pula transaksinya menggunakan riba, serta terdapat transaksi zina seperti ketika tepat karaoke yang saling bercampur laki-laki dan perempuan dalam satu ruangan gelap untuk bernyanyi.

Masih banyak lagi hal kemungkaran yang bisa kita temui dan kita justru menghabiskan waktu di sana bersama keluarga dan anak-anak. Bagaimana efek jangka panjang setelahnya?

Berorientasi akhirat dengan mempersempit urusan dunia

Oleh karena itu, mengatur ulang program hidup itu sangat diperlukan dan beristiqomah dijalan Allah maka kita akan mudah tersentu saat membahas masalah surga dan orientasi hidup adalah kebahagiaan di akhirat. Memang urusan dunia harus di perkecil dan dipersempit jika tidak maka akan menjadi suatu masalah.

Meskipun begitu nyatanya masih banyak umat Islam yang menganggap bahwa mendatangi majelis ilmu hanyalah untuk orang-orang dewasa, tidak ditanamkan hal itu untuk anak-anaknya agar mereka juga mendengarkan. Sebagaimana kita merasakan nyamannya memiliki ilmu. Mari kita ubah persepsi seperti itu karena jika memang ingin menjadi ahli surga maka kita harus betul-betul menyempitkan urusan yang bisa membuat lalai dari surga dan lebih dekat dengan neraka.

Sebagaimana program sederhana yang dicontohkan oleh Mualaf Center Nasional Aya Sofya Ambon yakni menanamkan atau mendidik anak-anak kita agar senantiasa loyal dalam bersedeqah dan beramal saleh lainnya agar program dan orientasi hidupnya adalah akhirat. Sehingga dengan sendirinya ketika masuk masjid sudah tertanam dalam benak mereka kesadaran diri untuk berinfaq atau bersedeqah. Begitu pula saat bertemu dengan orang fakir miskin dijalanan, kita ajarkan kepada mereka untuk berbagi kepada sesama agar mendaatkan karunia Allah.

Sebagaimana Mush’ab bin Sa’d radhiyallahu anhu berkata bahwa ketika Sa’d radhiyallahu anhu merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bukankah kalian ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?”. (HR. Imam Al-Bukhari)

Sehingga dengan begitu kita bisa mencetak kader-kader Rabanni yang menjadi aset-aset amal jariyah. Kita harus membentuk pribadi-pribadi yang orientasinya menuju syurga, sehingga hawa nafsu dunia ini dapat ditinggalkan. Karena kalau tidak akan kita kan menjadi manusia lemah, akan mudah tergoda dengan kenikmatan dunia. Tetapi kalau kita senantiasa melakukan amal shaleh, membaca Al-Qur’an, mengikuti majelis ta’lim, atau lainnya yang orientasinya adalah ibadah maka hal itu akan terbentuk.

Jangan malu dengan perkataan seseorang jika telah hijrah

Jangan perna malu dengan perkataan seseorang karena setiap orang pasti memiliki masa lalu sebagaimana manusia bukanlah penuh dengan ketidak sempurnaan. Begitu pula sejak kisah Nabi Adam sampai malaikat pun sujud di depan matanya tapi juga berbuat dosa. Hanya saja orang mukmin ketika mengetahui bahwa dirinya berbuat dosa maka kemudian bertaubat dan tidak melakukannya lagi. Bukan yang justru selalu mengulangi kesalahan yang sama, karena hal ini bisa termasuk kemungkaran yang berbahaya sehingga sampai pada tingkatan adzab Allah.

Sebagaimana para nabi juga perna berbuat salah, begitu pula Umar bin Khatab yang merupakan sosok yang pada mulanya membenci Islam dan banya melakukan dosa. Tetapi ajaran Islam tidak melihat masa lalu seseorang. Melainkan masa kini yang akhirnya beliau masuk Islam dan menjadi orang yang pertama kali tegas kepada orang kafir.

Sebelum beliau seorang peminum khamr tetapi setelah masuk Islam beliau adalah salah satu alasan yang menyebabkan turunnya ayat tentang larangan meminum khamr. Setiap hari beliau selalu berdoa agar minuman kamr itu menjadi haram. Begitu pula sebelum masuk Islam beliau suka bergaul dengan para wanita tetapi setelah masuk Islam beliau adalah salah satu penyebab turunnya ayat-ayat hijab melalui doa-doanya agar Allah menutup aurat wanita-wanita muslimah sampai akhirnya turun ayat hijab.

JIka menggali lebih dalam, kira-kira ada 13 ayat yang turun berhubungan dengan permintaan Umar bin Khatab kepada Allah.  Jadi memang dalam ajaran Islam tidak melihat masa lalu karena yang terpenting adalah masa kini digunakan dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama.

Kita sering melihat seseorang yang berubah penampilannya setelah mendalami agama Islam karena memang orang yang lebih dekat dengan akhirat akan lebih berubah penampilannya, lebih tenang dan jalannya lebih teratur, tawadhu, dan lebih merendah. Pastinya kata-katanya juga lebih santun dan selalu ingin berbuat baik membela orang yang sedang terdholimi. Sehingga akan selalu terbawa oleh arus untuk mengejar pahala dan takut berbuat dosa, jagi perubahan kepada seseorang itu sangat wajar.

Contoh yang lebih parah, seorang wanita pelacur bisa saja mendapat hidayah dan bertaubat. Maka jangan perna malu melihat perubahan-perubahan itu pada diri kita karena itu adalah perubahan menuju kebaikan. Sempitkan semua jalan menuju ke neraka dan buka semua pintu menuju ke syurga dengan mengatur ulang program hidup ke arah yang lebih positif untuk menuju surga. Tinggalkan semua hal yang tidak memberikan faedah, dan jangan malu saat terjadi perubahan pada diri kita.

“Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai Agamaku dan Muhammad sebagai Nabi-ku dan Rasul utusan Allah”: maka aku adalah penjaminnya, dan akan aku gandeng dia dengan memegang tangannya, sampai aku memasukkannya ke dalam Surga. (HR. At-Thabrani)

Sesungguhnya Allah memerintahkan kita (ummat Islam) untuk senantiasa mengajak saudara kita yang belum mendapatkan hidayah Allah untuk berusaha mendapatkan hidayah-Nya dengan cara belajar agama Islam. Bersama Mualaf Center Ambon dan Mualaf Center Nasional Aya Sofya Ambon, siap membantu mualaf yang membutuhkan pertolongan baik secara fisik, materi, ataupun solusi dari masalah yang dialami seorang mualaf.

Mualaf Center Nasional Aya Sofya Ambon siap melakukan edukasi atau advokasi bagi mualaf di seluruh Indonesia untuk mendalami dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kesehariannya. Serta membina para mualaf agar produktif dalam syi’ar dan dakwah. Menjadi mualaf yang mandiri secara finansial dalam kehidupan yang berlandaskan iman, taqwa, dan cinta tanah air.


Rekomendasi Artikel:


Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).


ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?

REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA


SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:

MUALAF CENTER AYA SOFYA


MEDIA AYA SOFYA

Website: www.ayasofya.id

Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA

YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA

Instagram: @ayasofyaindonesia

Email: ayasofyaindonesia@gmail.com


HOTLINE:

+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100

+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361


ADDRESS:

KANTOR PUSAT SIDOARJO: MASJID AYA SOFYA SIDOARJO, Pasar Wisata F2
No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

KANTOR PUSAT MALANG: INSAN MOKOGINTA INSTITUTE, Puncak Buring Indah Blok Q8, Citra Garden, Kota Malang, Jawa Timur.

PASURUAN: Mualaf Center Nasional Aya Sofya Pasuruan – Griya Kebun Jaya Kav. 64 Kota Pasuruan, Jawa Timur

SURABAYA: Pesantren JEHA Dolly. Jl. Putat Jaya No. 4B, Putat Jaya, Kota Surabaya.

BOGOR: Komplek Kehutanan Cikoneng, No. 15, Ciomas, Bogor.

DEPOK: Jl. Tugu Raya No. 8 Kelapa Dua Cimanggis, Depok.

BEKASI: SAHABAT YAMIMA, Jl. Batu Giok II No. 110 B, Bojong Rawalumbu, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa barat, Kode Pos 17116

TANGERANG: Vila Pamulang Blok CE 1 no 3, RT 02 RW 17, Pondok Benda, Tangerang Selatan.

MANADO: Jl. Pumorow, Kel. Banjer Lingkungan 1 No. 97, Kec. Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kode Pos 95125.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.