INILAH 8 SIKAP MENGATASI FITNAH DAN TUDUHAN

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Mungkin diantara kita selama hidup pernah difitnah atau dituduh. Ada yang dituduh sebagai pembohong, egois, tidak punya perasaan, pengkhianat, pencuri, dituduh selingkuh, dikatakan dzalim, munafik, sesat atau tuduhan-tuduhan lainnya.

Termasuk dzalim, menuduh dan memfitnah orang lain dengan sesuatu yang tidak dilakukannya.

Jika anda dituduh dan difitnah oleh seseorang padahal anda merasa yakin tidak bersalah maka ada delapan sikap yang sebaiknya kita lakukan:

Pertama, hendaklah kita cek dan kita pelajari lagi jangan-jangan yang dituduhkan orang lain itu benar. Jika ternyata kita salah maka jangan malu dan jangan gengsi untuk mengakui kesalahan dan mengikuti kebenaran meskipun cara orang yang menasehati kita kasar atau mungkin bermaksud tidak baik.

Continue reading

KISAH INSPIRATIF GADIS DIFABEL DALAM MENGUBAH DUNIA

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Jumalah Al Baidhani adalah seorang gadis difabel dari Yaman yang begitu gigih memperjuangkan dan membela kaum wanita difabel di negerinya agar mereka bisa hidup bahagia dan memberikan manfaat untuk manusia yang lain, serta tidak menjadi beban bagi masyarakat. Jumalah tidak banyak dikenal masyarakat. Jika ditanyakan kepada beberapa warga Yaman tentang Jumalah, banyak dari mereka tidak mengenalnya.

Jumalah binti Shalih Al Baidhani lahir tanggal 12 Februari 1977 di Desa Ayouf Wilayah Baidha, Yaman. Ia lahir secara normal dan membuat keluarganya bahagia. Tahun 1984 ketika Jumalah berusia 7 tahun, ia sakit demam, dan ia merasa pusing serta nyeri di sekujur tubuh kemudian lumpuh pada kedua kakinya.

Jumalah merasa minder dan berhenti sekolah serta mengurung diri di kamarnya. Alhamdulillah keadaan itu tidak berlangsung lama. Ia segera sadar dan mulai beradaptasi dengan kelumpuhannya serta ridha dengan musibahnya. Tidak ingin larut dalam kesedihan, ia tidak mau berputus asa dengan penderitaannya. Dan segera masuk kembali ke sekolah dengan menggunakan kursi roda.

Continue reading

JABRUL KHAWATHIR MERUPAKAN AKHLAK MULIA DALAM ISLAM

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Jabrul Khawatir (menggembirakan orang yang sedih / galau / sedang tertimpa musibah dan menghibur/menjaga perasaan orang lain) merupakan akhlak mulia dalam Islam.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam banyak kesempatan selalu menggembirakan dan menghibur keluarga dan sahabatnya.

Pernah suatu hari, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diundang makan oleh seorang nenek tua yang miskin. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam orang yang sangat sibuk dengan berbagai macam urusan umat. Beliau sibuk memimpin masyarakat untuk berjihad dan berjuang di jalan Allah. Tapi beliau masih bisa menyempatkan diri untuk memenuhi undangan nenek tua yang miskin tersebut.

Continue reading

KEAJAIBAN DOA, KEMUSTAHILAN DAPAT TEREALISASI

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Ustadzah Nada Al Rasyid menceritakan kisah nyata berikut ini, ” Salah seorang ibu guru berkata, “Saat saya mengajar di kelas satu SMP, jika adzan dikumandangkan maka saya berhenti sejenak. Saya mengajak murid-murid untuk menjawab adzan serta menganjurkan mereka berdoa sebentar. Sesungguhnya doa antara adzan dan iqomah merupakan doa yang mustajab. Saya perhatikan salah satu siswi berdoa dengan khusyu dan lebih lama dari teman-temannya.

Ketika saya mengoreksi buku latihannya, saya panggil siswi tersebut dan saya katakan, “Saya kagum dengan kebiasaanmu berdoa dengan khusyu dan lebih lama dari teman-temanmu, masya Allah.”

Ia berkata, ” Sejak saya di kelas lima SD saya tahu keutamaan doa antara adzan dan IQOMAT. Sejak itu saya rajin berdoa antara adzan dan iqomat. Ada sebuah doa yang sering saya ulang-ulang.”

Continue reading

INGATLAH BAHWA ALLAH TIDAK AKAN MELUPAKAN HAMBANYA

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Dr. Hassan Syamsi Basya (68 tahun) adalah seorang dokter spesialis jantung di sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi. Di sore hari saat hendak pulang dari rumah sakit, beliau kedatangan tamu di kantornya.

Beliau berbagi pengalaman pribadinya untuk menjadi pelajaran bagi kita semua.

Aku melihatnya dengan tersenyum sambil berkata, “Ada perlu apa wahai saudaraku?”

Ia berkata, “Sepertinya anda lupa denganku wahai Dokter Hassan?”

Aku berkata, “Maaf, saya tidak ingat. Seorang dokter dalam setiap harinya bertemu dengan puluhan orang… Tidak mungkin untuk menghafal satu persatu orang yang pernah kutemui setelah sekian lama berpisah!”

Continue reading