Salah satu hal yang sangat berkesan adalah ketika Allah hadirkan kami disuatu negeri nan jauh di sana. Negara Wana. Saat kami dipertemukan dengan saudara-saudara baru dari di kawasan yang indah seakan-akan berada di luar negeri. Lantaran mereka memiliki bahasa negara sendiri, yakni bahasa Taa.
Bahasa Indonesia adalah bahasa asing bagi mereka. Sehingga kami menggunakan bahasa kemanusiaan yang universal asalkan saling mengerti satu sama lain. Itulah mengapa daerah ini kami sebut sebagai: luar negeri.
Dalam satu desa, tepatnya di Desa Mogoyunggung, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara yang 100% penduduknya beragama Kristen dan hanya ada seorang wanita yang beragama Islam. Satu-satunya mualaf di Desa Kristen. Beliau adalah mantan seorang misionaris Kristen yang berasal dari keluarga pendeta. Sehingga awalnya sangat membenci Islam dan kurang senang dengan Islam karena sejak dulu ia bersekolah di Imandi.
Jika sebelumnya telah dibahas oleh Mualaf Center Aya Sofya Batam mengenai sakralnya kesucian seorang perempuan dalam agama Yahudi yang telah dikupas dan ditinjauan melalui perjanjian lama dan dari sisi antropologis budaya menyatakan bahwa orang-orang Israil atau Yahudi sangat menghargai dan menghormati kesucian seorang perempuan. Kebudayaan mereka begitu ketat sehingga harus mengatur hubungan laki-laki dan perempuan. Hal ini akan berhubungan dengan suatu polemik yang telah ramai di jagad maya perihal Yesus ternyata menikah.
Jika dari sudut pandang agama Islam memang menyatakan bahwa Yesus itu menikah, sementara dari sudut pandang agama Kristen menentang hal itu. Seharuskan akan ada konsekuensi logis jika Yesus itu menikah atau tidak. Dan untuk mengetahui konsekuensinya perlu mengkaji permasalahan ini lebih dalam dari berbagai sudut pandang karena kebanyakan orang hanya menikmati sesasi tapi kehilangan esensi dari polemik ini.
Perlu kita ketahui bahwa ajaran Yahudi dan Kristen seharusnya sama atau memiliki kemiripan karena berpedoman pada kitab yang sama yakni Alkitab (Taurat dan Injil). Disebut Kitab Taurat oleh umat Yahudi dan Kitab Injil Perjanjian Lama oleh umat Kristen saat ini. Perjanjian Lama dan Perjanjian baru mulai ada seiring berdirinya agama Kristen yang dibentuk oleh Paulus dan pengikutnya. Dahulu kala, saat Yesus melanjutkan ajaran Nabi Musa dengan menyampaikan Alkitab tidak ada hal semacam itu. Perjanjian Baru adalah murni karangan manusia dan perjanjian lama juga telah banyak yang diubah.
Gaya hidup bebas dipelopori oleh ajaran agama Kristen
Agama Kristen yang berpedoman dengan ajaran Paulus cenderung menghalalkan segalanya. Hidup di dunia ini seolah bebas dan tidak ada aturan, “semuanya boleh asalkan di hatinya ada Yesus”. Apakan pernyataan tersebut masuk akal? sebenarnya pernyataan itulah yang mendasari prilaku menyimpang (pergaulan bebas) yang terjadi di dunia dan dijadikan gaya hidup bebas negara barat yang dianggap lumrah.
Kisah Mualaf Center Klaten,seorang gadis bernama Indah Pertiwi, melakukan prosesi pensyahadatan yang disaksikan oleh para ulama dan dibimbing langsung oleh Ust. Abdul Shomad. Sejak lahir ia beragama Islam dan berasal dari keluarga yang Islam hanya saja pemahaman Islam keluarganya masih rendah karena terpengaruh dari budaya kejawen atau bisa disebut Islam Kejawen.
Dirasa tidak ada yang membimbingnya dalam beragama Islam secara benar maka saat kelas 5 SD ia memutuskan pindah agama menjadi Kristen bersama kakaknya. Karena pada saat itu ia bersekolah di sekolah Kristen dan bergaul dengan orang-orang Kristen.