KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER CIREBON: CARA MENGHINDARI PERKATAAN BURUK

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Allah berfirman,

لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلْجَهْرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
“Allah tidak menyukai ucapan buruk dengan terus terang (yang diucapkan) kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS. An Nisa: 148)

Allah membenci dan berhak menghukum orang yang berkata buruk. Perkataan buruk misalnya ghibah (menceritakan keburukan saudara kita), namimah (mengadu domba), mencela orang, memaki, berkata kasar, menuduh, merendahkan orang lain, memperolok-olok dan lain sebagainya.

Allah menyukai perkataan yang baik, seperti dzikir, ucapan berupa nasihat dan amar ma’ruf nahi mungkar yang diucapkan dengan ungkapan yang baik. Termasuk ucapan baik adalah salam, doa untuk saudara kita, pujian kepada orang lain untuk memotivasi orang yang dipuji atau selainnya.

Continue reading

BENCI KEPADA PERILAKU DAN PELAKU KEMAKSIATAN

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Seringkali kita mendengar nasihat yang berbunyi, “Bencilah kepada perbuatan maksiat tapi janganlah membenci pelakunya.” Ungkapan di atas ini perlu penjelasan agar kita tidak salah dalam keimanan terutama dalam masalah al wala wal bara’ (loyalitas dan berlepas diri) dan agar kita tidak keliru dalam mempraktikkan dakwah, nasihat dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Perlu dibedakan dalam muamalah kita kepada orang kafir dan kepada saudara seiman. Seorang muslim harus berkeyakinan bahwa orang-orang kafir itu adalah musuh Allah, RasulNya, dan musuh orang-orang beriman.
Allah berfirman yang artinya,

“Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir” (QS. Ali Imran: 32)

“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 98)

Continue reading

PEMBELAAN TERHADAP NABI LUTH DARI FITNAH BIBLE

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Nabi Luth Alaihissalam adalah manusia pilihan Allah dan utusan-Nya.

Allah berfirman,

‎وَإِنَّ لُوطًا لَّمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ
“Sesungguhnya Luth benar-benar salah seorang rasul.”
(QS. Ash-Shaffat: 133)

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Pada ayat di atas terdapat kata “inna” yang artinya sesungguhnya, juga ada huruf “laam” dalam kalimat “laminal mursaliin” yang artinya sungguh beliau itu termasuk salah satu dari para rasul. Ada dua kali penegasan dalam satu ayat agar kita tidak ragu sedikit pun bahwa beliau adalah rasul Allah.

Allah Ta’ala memuji Nabi Luth Alaihissalam dan mengaruniainya berupa kenabian, keahlian dalam menyelesaikan perselisihan di antara manusia, dan ilmu tentang agama Allah.

Allah berfirman,

‎وَلُوطًا ءَاتَيْنَٰهُ حُكْمًا وَعِلْمًا
“Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu… “
(QS. Al-Anbiya: 74)

Beliau merupakan hamba Allah yang shalih (lihat QS. At-Tahrim: 10), patuh kepada perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.

Continue reading

KISAH EKSPEDISI MILITER DZATUS SALASIL, KECERDASAN SEORANG PEMIMPIN

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Mualaf yang Menjadi Panglima Perang

Sepulang pasukan kaum muslimin dari perang Mu’tah, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengutus pasukan untuk memerangi Bani Qudha’ah di tempat kediaman mereka. Sebab peperangan ini ada beberapa keterangan dari ahli sejarah:

Pertama, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mendengar dari informan beliau yang bisa dipercaya bahwa pasukan dari Bani Qudha’ah akan mempersiapkan diri menyerang kaum muslimin di sekitar kota Madinah. Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mendahului mengirim pasukan untuk memerangi mereka di daerah mereka sendiri.

Kedua, pendapat ahli sejarah lainnya berpendapat bahwa Bani Qudha’ah ini telah memerangi kaum muslimin di perang Mu’tah dan mereka loyal kepada kekaisaran Romawi. Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam hendak memberi pelajaran kepada mereka.

Yang jelas tujuan dari peperangan yang dilakukan kaum muslimin untuk menegakkan kalimat Allah, untuk mendakwahkan Islam agar hanya Allah saja yang berhak diibadahi dan tidak disekutukan dengan sesuatu apa pun. Ketika para penguasa kafir menghalangi dakwah dan memerangi kaum muslimin maka terpaksa kaum muslimin memerangi mereka.

Continue reading

KISAH MUALAF AUSTRALIA, SESUNGGUHNYA SHALAT MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Ryo dilahirkan di kota Melbourne, Australia. Ayahnya berasal dari Indonesia, pernah tinggal di Jepang lalu menetap di Australia. Ibu Ryo berasal dari Jepang.

Ryo tumbuh menjadi remaja dan ikut bergabung dengan geng remaja di kotanya. Kakak Ryo yang berusia tiga tahun lebih tua juga ikut bergabung dengan geng anak-anak muda. Bahkan kakak Ryo seringkali melindungi dan membela adiknya.

Kenakalan remaja di kota Melbourne berupa kebiasaan minum minuman keras yang mengakibatkan keonaran, perkelahian. Kenakalan lainnya berupa bolos sekolah, tawuran antara anak muda, mengkonsumsi obat terlarang dan lainnya.

Kakak Ryo bekerja di Restaurant milik seorang muslim asal Mesir. Pemilik Restaurant berakhlak mulia, dan menjadi penyebab kakak Ryo masuk Islam.

Kakak Ryo sering datang ke rumah orang tuanya dan berulang kali mendakwahi adiknya untuk masuk Islam. Ryo diberinya hadiah berupa buku dan DVD tentang Islam. Kakak Ryo juga sering mengajak adiknya untuk merenung, untuk apa manusia diciptakan? Apa yang akan terjadi setelah kematian?

Continue reading