MUALAF CENTER SIDOARJO: INGIN MENGAJAK KELUARGA MASUK ISLAM, INILAH KISAH PERJUANGAN MUALAF DALAM MEMPELAJARI AGAMA

Setiap orang pastilah akan diuji keimanannya terlebih lagi seseorang yang baru meyakini kebenaran agama Islam

Mualaf Center Sidoarjo akan membagikan kisah masuk Islamnya seorang pemuda cerdas. Motivasi dan alasannya masuk Islam akan dibahas tuntas dalam tulisan ini. Namun sebelum itu kami akan membagikan kisah memilukan dari para mualaf di zaman terdahulu. Menjalani kehidupan yang tidak mudah dan mendapatkan perlakuan buruk. Perjalanan menjadi mualaf memang tidak mudah sejak zaman dahulu kala.

Pada zaman dahulu tepatnya di zaman nabi dan rasul terdapat banyak kisah orang beriman mengalami ujian berat seperti diperlakukan dengan tidak kemanusiaan. Mereka yang beriman kerap kali siksaan dan mendapatkan azab dunia dari orang-orang musyrikin. Dan tak sedikit pula orang -orang di zaman itu memiliki keluarga yang tidak beriman kepada Allah. Tapi bagaimanapun hidayah tetap datang dari Allah dan tugas kita hanya menyampaikan kebenaran.

Continue reading

KISAH MUALAFAH AKHIRNYA MASUK ISLAM SETELAH 7 TAHUN MENUNGGU KEMANTAPAN HATI

Alhamdulillah, senantiasa kita mengucapkan syukur kepada Allah karena diberi nikmat luar biasa yakni hidayah untuk selalu Istiqomah dalam agama Islam. Bersyukur pula dengan telah bertambahnya saudara kita yang memeluk agama Islam dan menambah daftar kisah mualaf yang menginspirasi bagi kita semua. Allah telah memberikan hidayah kepada setiap makhluk yang dikehendaki-Nya, dilembutkan hatinya untuk dapat menerima agama Islam sebagai satu-satunya agama yang benar di muka bumi ini.

Continue reading

KISAH MUALAFAH CANTIK YANG MENDAPATKAN KETENANGAN DALAM AGAMA ISLAM OLEH MUALAF CENTER SULAWESI UTARA

Alhamdulillah bertambah lagi jumlah muslimah di Indonesia ini, satu demi satu Allah telah memberikan hidayah kepada setiap makhluk yang dikehendaki-Nya untuk dilembutkan hatinya dan menerima agama Islam sebagai agama yang benar di muka bumi ini. Mualaf Center Aya Sofya Sulawesi Utara telah membina dan mendampingi gadis cantik bernama Mega Silvia Mamesah atau biasa disapa Mega yang tulus dari lubuk hatinya ingin masuk dalam pangkuan agama Islam.

Meski keinginannya untuk masuk agama Islam awalnya ditolak oleh keluarga tapi tak henti-hentinya ia memberikan pengertian kepada orang tuanya untuk memilih keyakinan berbeda yakni memeluk agama Islam. Tak mudah bagi dirinya membuat pilihan berat tapi agama Islam selalu menghadirkan ketenangan secara lahir, batin, dan menumbuhkan perasaan aman dalam dirinya.

Continue reading

KISAH MUALAF AFRIKA: SEBENARNYA MEREKA MENANTI, TAPI AJAL SUDAH MENJEMPUT

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Dr. Abdurrahman Sumaith (15 Oktober 1947 – 15 Agustus 2013) – pernah merasa sedih hingga meneteskan air mata. Penyebabnya adalah berikut ini:

Suatu ketika beliau warga negara Kuwait pergi ke suatu daerah di pedalaman Afrika untuk misi kemanusiaan. Alhamdulillah banyak penduduk di sana yang masuk islam melalui perantaraan beliau. Setelah masuk islam, para mualaf itu lantas menangisi orang tua mereka yang telah wafat dalam keadaan memeluk agama selain islam.

Mereka berkata, “Kemanakah kalian wahai kaum muslimin? Mengapa kalian datang terlambat? Kemana kalian selama ini?” Kata-kata ini membuat beliau menangis lantaran menyesali keterlambatan dakwah beliau ke desa itu. Beliau merasa bertanggung jawab atas mereka yang wafat dalam kondisi kufur. (dari buku “Jangan Putus Asa” – Dr. Salwa al-Udhaidan)

Dr. Abdurrahman Sumaith adalah dokter lulusan Universitas Baghdad. Beliau menyelesaikan Magister di Liverpool Inggris, kemudian melanjutkan ke program doktoral di Kanada. Beliau meninggalkan pekerjaan sebagai dokter internist (ahli penyakit dalam) di rumah sakit di Kuwait, dan mewakafkan hidup beliau untuk dakwah di jalan Allah di benua Afrika.

Continue reading

SURAT TERBUKA UNTUK PARA DA’I DAN PENUNTUT ILMU

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Surat terbuka dari seorang muslim kepada saudara muslim lainnya. Sifat orang-orang yang beriman adalah saling menyayangi dan berlemah lembut kepada sesama. Setiap dari kita harus saling menjaga diri agar tidak terjadi perselisihan di antara kaum muslimin, terlebih lagi perselisihan di antara aktifis dakwah.

Seorang Ulama memberi wasiat kepada murid-muridnya yang merupakan kader dakwah, “Janganlah kalian menjawab pertanyaan ketika disebutkan nama ustadz /ulama.”

Jika kita hendak bertanya di forum umum, cukup kita bertanya, “Bagaimana pendapat Ustadz tentang masalah ini dan itu?” Bukan, “Bagaimana pendapat Ustadz tentang pernyataan ustadz Fulan yang mengatakan begini dan begitu?” Pertanyaan yang kedua mirip dengan adu domba.

Pertanyaan tersebut dapat mengeraskan hati dan melahirkan kebencian dan permusuhan di antara kaum muslimin. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah marah jika ada di antara muridnya menyebutkan nama ulama lain yang berbeda pendapat (dalam masalah ijtihadiyah) dengan pendapat beliau.

Continue reading