Salah satu hal yang sangat berkesan adalah ketika Allah hadirkan kami disuatu negeri nan jauh di sana. Negara Wana. Saat kami dipertemukan dengan saudara-saudara baru dari di kawasan yang indah seakan-akan berada di luar negeri. Lantaran mereka memiliki bahasa negara sendiri, yakni bahasa Taa.
Bahasa Indonesia adalah bahasa asing bagi mereka. Sehingga kami menggunakan bahasa kemanusiaan yang universal asalkan saling mengerti satu sama lain. Itulah mengapa daerah ini kami sebut sebagai: luar negeri.
Dalam satu desa, tepatnya di Desa Mogoyunggung, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara yang 100% penduduknya beragama Kristen dan hanya ada seorang wanita yang beragama Islam. Satu-satunya mualaf di Desa Kristen. Beliau adalah mantan seorang misionaris Kristen yang berasal dari keluarga pendeta. Sehingga awalnya sangat membenci Islam dan kurang senang dengan Islam karena sejak dulu ia bersekolah di Imandi.
Kisah Mualaf Center Klaten,seorang gadis bernama Indah Pertiwi, melakukan prosesi pensyahadatan yang disaksikan oleh para ulama dan dibimbing langsung oleh Ust. Abdul Shomad. Sejak lahir ia beragama Islam dan berasal dari keluarga yang Islam hanya saja pemahaman Islam keluarganya masih rendah karena terpengaruh dari budaya kejawen atau bisa disebut Islam Kejawen.
Dirasa tidak ada yang membimbingnya dalam beragama Islam secara benar maka saat kelas 5 SD ia memutuskan pindah agama menjadi Kristen bersama kakaknya. Karena pada saat itu ia bersekolah di sekolah Kristen dan bergaul dengan orang-orang Kristen.
Alhamdulillah telah bertambah satu lagi saudara kita umat muslim di Indonesia melalui Mualaf Center Bogor. Dengan izin Allah yang telah membukakan pintu hidayah kepada salah satu saudara kita ini, sehingga membuatnya kembali pada jalan yang benar yakni agama Islam.
Beliau adalah bapak Paulus Happy Adi Nugroho yang berasal dari kota Bogor. Ketika ditanya mengenai alasan memeluk agama Islam, beliau menjawab bahwa yang membuatnya jatuh hati kepada Islam adalah melihat akhlak seorang muslim yakni temannya sendiri yang baik dan terpuji, hal itulah yang membuat beliau mantap memeluk agama Islam.
Seorang wanita melaporkan kepada kami, Mualaf Center Nasional Aya Sofya Sidoarjo, bahwa ia hendak ingin masuk islam dan melakukan prosesi pensyahadatan di salah satu masjid Jawa Timur. Akan tetapi dari pihak masjid tersebut justru menanggapi secara tidak menyenangkan dengan bertanya tentang kemampuan dana yang dimiliki calon mualafah dan dimintai dana sebagai syarat masuk Islam.
Hal itu sungguh mencederai izzah agama Islam yang seharusnya terbuka bagi semua orang yang ingin kembali ke jalan Allah. Perlu ditegaskan untuk mencegah hal ini terulang kembali, bahwa masuk Islam GRATIS dan tidak dipungut biaya apapun. Justru sebagai umat Islam harus menyambut dengan bahagia dan membantu saudara kita dengan niat baiknya yang ingin memeluk agama Islam.