KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER DEMAK: TETAPLAH BERBUAT BAIK WALAUPUN ORANG TUA KITA KAFIR

Bagaimana hubungan seorang anak dengan
kedua orang tuanya yang kafir dalam agama Islam?

Seorang anak sudah sewajibnya berbakti kepada kedua orang tua meski orang tua kita masih dalam keadaan kafir dan memiliki pandangan keimanan yang berbeda dengan kita. Jika dalam ajaran agama lain maka akan ditinggalkan, tapi lain lagi dalam ajaran agama Islam yang justru masih wajib berbakti kepada orang tua berdasarkan syariat Islam. Sebagaimana Allah mengatakan dalam firmannya sebagai berikut:

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya: Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Luqman 15)

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER AMLAPURA: AL-QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP

Al-Qur’an mengantarkan kita pada jalan yang paling benar, oleh karena itu seseorang yang berpegang teguh pada Al-Qur’an akan menjadi yang terbaik dalam segala hal. Jika mempelajari akhlak dalam Al-Qur’an maka akan menjadi orang yang terbaik dalam akhlaknya. Dan jika mempelajari sisi apapun dalam Al-Qur’an maka dia akan menjadi yang terbaik karena Al-Qur’an memberi petunjuk pada jalan yang terbaik.

Kita tauh bahwasanya Al-Qur’an adalah pedoman dalam kehidupan kita. siapapun yang semakin dekat dengan Al-Qur’an maka dia semakin bahagia dan berada di jalan yang lurus, sebaliknya siapa yang jauh dari Al-Qur’an maka hidupnya akan jauh dari kebahagiaan. Diturunkannya Al-Qur’an tidak akan membuat susah dan justru akan membuat hidup menjadi lebih bahagia seperti firman-firman Allah berikut ini:

( ) طٰهٰ .ۙ(١) مَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْاٰنَ لِتَشْقٰٓى
Artinya: Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah. (QS. Thaha: 1-2)

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER BOYOLALI: BUKTI-BUKTI VALID BAHWA ROH KEBENARAN DALAM BIBLE ADALAH NABI MUHAMMAD

Nabi Muhammad meneruskan kenabian dan kerasulan Yesus !

Dr. Anwar Luthfi melanjutkan jawaban untuk para murtadin tentang sang penyelamat. Jika kemarin sudah dijelaskan bahwa Kisah Rasul pasal 4 ayat 12 hanyalah sebuah kesaksian atas surat-surat yang ditulis oleh para pengikut Yesus. Terkait penolakan kita (umat Islam) terhadap ayat tersebut yang hanya merupakan pendapat pada murid Yesus.

Selanjutnya murtadin atau orang Kristen lainnya akan mengajukan sabda Yesus yang termaktub dalam injil karangan Yohanes berikut ini:

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. [Yohanes 14: 6]

Terhadap dalil injil karangan Yohanes pasal 14 ayat 6 ini maka kami berikan jawaban sebagai berikut memang pada waktu itu hanya Yesus lah orang suci dan tidak perna berbuat dosa jadi patut dan pantaslah kalau Yesus adalah satu-satunya orang yang dapat membawa manusia masuk ke dalam surga berjumpa dengan tuhan.

Continue reading

KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER BENGKULU: HATI-HATI DAN KENALI HADIST PALSU YANG UMUM DI MASYARAKAT

Jika ketika belajar ilmu hadist dan terdapat istilah sunnah maka pengertiannya sama seperti hadist. Dalam kitab hadist akan ditemukan pendalaman sunnah menjadi 2 hal paling utama yang disebut dengan sayap hadist. Pertama adalah matan yakni isi substansi hadistnya, sedangkan yang kedua adalah sanad yakni orang-orang yang meriwayatkan hadist sampai kepada Rasulullah (transmisi periwayatan).

Kedua hal itu sangat penting, hingga ulama mengibaratkan bahwa kedua hal ini bagaikan sayap burung. Jika satu sayap terluka maka burung tidak bisa terbang (bekerja), apabila terdapat satu sayap diantara dua hal ini bermasalah maka kualitasnya hadistnya akan turun. Misalnya dalam suatu hadist memiliki isi yang bagus tapi periwayatannya bermasalah maka belum tentu hadistnya bisa di terima. Semua yang bersandar dari Rasulullah seperti perkataan, perbuatan, dan ketetapan seharusnya pastikan dan dikaji terlebih dahulu kebenaran dari informasi tersebut.

Continue reading

KAJIAN KRISTOLOGI MUALAF CENTER JEPARA: KITAB INI SUDAH BERCAMPUR ADUK TANGAN MANUSIA

Para murtadin seringkali beralasan dengan QS. Al-Maidah ayat 68 yang berbunyi:

قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَسْتُمْ عَلٰى شَيْءٍ حَتّٰى تُقِيْمُوا التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗوَلَيَزِيْدَنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ مَّآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَّكُفْرًاۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.” Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah engkau berputus asa terhadap orang-orang kafir itu.

Ayat ini sering dijadikan alasan oleh para murtadin saat meninggalkan Islam, mereka akan beralasan dengan berkata: “ayat ini bukanlah pertama kali saya baca melainkan sudah ratusan kali tetapi pada kali terakhir Allah telah membisikan dalam roh jiwa saya, bahwa yang dimaksudkan Taurat dan Injil dalam ayat Al-Qur’an itu adalah Al-Kitab atau Bible sekarang ini”. Atas alasan dan tuduhan tersebut maka Ust. Anwar Luthfi memberikan penjelasan, sebagai berikut:

Menurut beliau yang disebutkan oleh Al-Maidah ayat 68 bukanlah Al-Kitab atau Bible saat ini yang terdapat perjanjian lama berisi 39 kitab dan perjanjian baru berisi 27 buah. Sebagaimana perjanjian baru terdiri dari 4 Injil Karangan, 1 Kisah Rosul, 14 Surat Kiriman Paulus, 1 Surat Kiriman Yakub, 2 Surat Kiriman Petrus, 3 Surat Kiriman Yohanes, 1 Surat Kiriman Yehuda, dan 1 Kitab Wahyu.

Continue reading