
Kajian Mualaf Center Klaten menjelaskan bahwa Allah menjadikan manusia sebagai pemimpin dalam hal kebenaran. Menaati segala perintah-Nya dan menghindari segala larangan-Nya. Serta bersabar ketika menjalani cobaan di jalan dakwah, dan mereka beriman kepada ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada rasul-rasul mereka.
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا۟ ۖ وَكَانُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ
Artinya: Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. As-Sajdah: 24)
Kejayaan Islam di dunia disebabkan adanya jiwa-jiwa kepemimpinan dalam diri umat Islam. Setiap orang yang berjiwa kepemimpinan tidak hanya cukup memperhatikan dirinya saja tapi juga tentang cara mengarahkan seluruh potensi yang ada untuk tujuan yang jelas. Oleh karena itu pola kepemimpinan ini menjadi ciri para nabi dan rosul untuk memimpin umatnya agar menyembah Allah, sebagaimana tujuan Allah dalam menciptakan manusia dan seisinya untuk beribadah kepada-Nya.
Continue reading


