Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Setelah pulang dari perang Khandaq (tahun 5 H) dan setelah ayah Amru bin Ash wafat, kaum musyrikin Makkah melihat perubahan sikap pada diri Amru terhadap dakwah Islam. Amru yang dahulunya sangat keras permusuhannya terhadap Islam mulai melunak. Yang dahulunya Amru bin Ash bersegera menolong penduduk Makkah untuk memerangi dakwah Islam, sekarang mulai ogah-ogahan.
Mereka mengirim seorang pemuda menemuinya dan dan menanyakan kepadanya, “Wahai Abu Abdullah! Sesungguhnya kaummu telah menyangka bahwa engkau bersimpati kepada Muhammad?” Amru menjawab, “Wahai keponakanku! Jika engkau ingin mengetahui jawabanku maka temuilah aku di bayangan gunung Hira!”
Rupanya saat keduanya berjumpa di tempat yang panas karena terik matahari, lalu Amru meminta untuk berbicara di tempat yang teduh.


