Mualaf Center Aya Sofya Indonesia | Ustadz Insan LS Mokoginta
Category Archives: MCN AYA SOFYA
Mualaf Center Nasional Aya Sofya Indonesia adalah media untuk menjalankan amanah dari Alm. Ust. Insan Ls Mokoginta yang merupakan Founder sekaligus Bapak Kristologi Nasional yang menyatakan bahwa, “Mualaf Center Nasional Aya Sofya Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri untuk semua golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia”.
Kami siap membantu mualaf yang membutuhkan pertolongan baik secara fisik, materi, ataupun solusi dari masalah yang dialami seorang mualaf. Melakukan pembinaan dan pendampingan bagi mualaf di seluruh Indonesia untuk mendalami dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kesehariannya, produktif dalam syi’ar dan dakwah, serta mandiri secara finansial dalam kehidupan yang berlandaskan iman, taqwa, dan cinta tanah air.
Masalah umum yang seringkali dialami oleh saudara kita para mualaf adalah mendapatkan banyak tekanan dari lingkungan sekitar, dijauhi oleh kerabat dekat terutama teman dan keluarga, mengalami pelecehan secara verbal ataupun fisik oleh anggota keluarga yang bukan Islam, masalah finansial karena tidak ada pekerjaan halal yang mau menerima masalalunya, dan lain sebagainya. Masalah-masalah tersebut terbilang berat bagi saudara kita para mualaf hingga kadang menimbulkan gejolak hati yang dapat membuatnya menyerah dan ingin kembali ke agama sebelumnya.
Mualaf Center Nasional Aya Sofya Indonesia senantiasa menyambut dengan hangat saudara kita yang telah mendapatkan hidayah ingin memeluk agama Islam dengan adanya pembinaan dari mulai pengenalan dasar ke-Islaman hingga mempelajari ilmu keagamaan mulai dari tingkat dasar sampai lanjutan. Lembaga ini juga difokuskan dalam pemberdayaan umat kepada para mualaf di seluruh Indonesia dengan menjadi media perantara yang menyalurkan dan menjembatani para Muhsinin (orang-orang baik) untuk saling berbagi sebagian rizkinya kepada saudara kita para mualaf dhuafa di pelosok-pelosok nusantara.
Pada suatu malam penuh keberkahan, Allah Subhanahu wa Ta’ala kembali menunjukkan keindahan hidayah-Nya. Di tengah kegiatan pensyahadatan yang berlangsung, seorang pria muda bernama Jefri Ahmad Rosidi mengambil langkah besar dalam hidupnya: kembali memeluk agama Islam setelah sebelumnya sempat berpindah ke agama Kristen Protestan (GPdI – Gereja Pantekosta di Indonesia). Seorang mualaf yang ditemani istrinya, dimana sang istri masih pada keyakinannya sebagai seorang nasrani.
Momen ini terasa sangat istimewa. Tidak seperti biasanya, dalam dokumen baptis Jefri tercantum nama “Ahmad” dan “Rosidi”, dua nama yang lekat dengan identitas Islam. Hal ini sempat menimbulkan pertanyaan: bagaimana mungkin seseorang yang memiliki nama islami ternyata berstatus sebagai seorang Nasrani?
Pada kesempatan kali ini, kita akan mengkaji kembali salah satu babak penting dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu bagaimana upaya penjajah Belanda dalam memurtadkan masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam. Kajian ini dipaparkan oleh Ustaz Ahmad Kainama dalam program Kristologi di YouTube Channel Aya Sofya Mualaf Center.
Setiap kali Dzulhijjah datang, umat Islam dari berbagai penjuru dunia menyambutnya dengan suka cita. Ada yang bersiap menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, dan ada juga yang menyiapkan hewan terbaik untuk disembelih dalam rangka ibadah qurban. Tapi kita harus tahu bahwa qurban bukan sekadar menyembelih hewan saja. Ia merupakan lambang ketaatan, pengorbanan, dan cinta kepada Allah. Kita juga harus tau apa sejarah dan juga filosofi yang terdapat dalam Qurban.
Menggali Makna Qurban dari Kisah Nabi Ibrahim AS
Ibadah qurban berasal dari peristiwa luar biasa yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, yaitu ketika Nabi Ibrahim AS mendapat mimpi perintah untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS.
“Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ismail menjawab, “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” — (QS. As-Saffat: 102)
Bayangkan saja, seorang ayah yang sudah menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan anak, kini diminta untuk menyerahkannya kembali kepada Allah. Tapi karena cinta dan keimanannya kepada Allah, Ibrahim tidak ragu. Ismail pun, dengan penuh keikhlasan, siap menerima keputusan itu meski harus kehilangan anak yang sangat dinanti-nanti dan dicintainya. Dan akhirnya, Allah menggantikan Ismail dengan hewan sembelihan yang dikirimkan oleh malaykat-Nya secara langsung kepada Nabi Ibrahim. Sejarah dan juga filosofi qurban bukanlah hal yang sepele karena sejarah dan filosofi ini akhirnya bisa membawa umat Islam untuk mendapatkan berkah dan juga kebahagiaan yang besar
“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” — (QS. As-Saffat: 107)
Apa Makna Qurban Bagi Kita Hari Ini?
1. Bukti Ketundukan kepada Allah
Qurban mengajarkan kita untuk tetap taat kepada Allah, meskipun itu dalam hal yang sulit. Saat kita rela mengeluarkan harta, memilih hewan terbaik, dan menyembelihnya atas nama Allah, itu adalah wujud ketaatan dan cinta kita pada-Nya. Meskipun harta yang kita miliki itu berasal dari Alah, tapi mengeluarkan harta untuk hal yang bukan untuk kita merupakan salah satu bentuk keikhlasan yang sangat luas.
2. Melepaskan Nafsu Duniawi
Qurban bukan hanya tentang daging atau darah. Allah tidak membutuhkan hal itu. Yang Allah lihat adalah bagaimana kita tetap takwa kepada-Nya meskipun itu sulit untuk kita lakukan.
“Daging dan darahnya itu tidak sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” — (QS. Al-Hajj: 37)
Saat kita menyembelih hewan qurban, kita juga sedang “menyembelih” sifat kikir, cinta berlebihan pada dunia, dan ego kita sendiri.
3. Menebar Kebaikan Sosial
Daging qurban pastinya akan dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat. Ini bisa memperkuat ikatan sosial dan menjadi bentuk nyata dari kepedulian terhadap sesama. Bukankah perbuatan seperti ini menunjukkan keindahan Islam yang sebenarnya?
Mari Berqurban dengan Ikhlas dan Penuh Cinta
Qurban bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah simbol totalitas penghambaan kita kepada Allah. Jadi, saat kita memilih hewan qurban, mari pilih yang terbaik, bukan sisa-sisa. Saat kita berqurban, mari niatkan sepenuhnya karena Allah, bukan karena gengsi atau pamer.
Jika kita benar-benar memahami maknanya, maka qurban bukan hanya menyentuh pisau ke leher hewan, tapi juga menyentuh hati kita dengan nilai-nilai ketulusan, keikhlasan, dan pengorbanan. Itulah guna dari artikel yang memuat sejarah dan filosofi qurban untuk menarik minat untuk berqurban. Qurban adalah salah satu jalan menuju rahmat Allah.
Semoga ibadah qurban kita tahun ini diterima oleh Allah sebagai tanda ketakwaan. Semoga kita bisa menjadi hamba yang tidak hanya taat secara lahir, tapi juga batin. Dan semoga kita selalu ingat, bahwa cinta kepada Allah itu tidak cukup diucapkan,harus dibuktikan, seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Selamat berqurban. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang sabar dan ikhlas.
Ayo, Bergabung Bersama Gerakan Qurban Tidak Biasa
Kami membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin menjadi bagian dari gerakan ini. Bersama kita antar kebaikan hingga ke pelosok Indonesia, hingga pelosok hati manusia.
Hubungi kami di:
HOTLINE: MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).
ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?
REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA BANK MANDIRI 141-00-2243196-9 AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA
SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:
Pertanyaan tentang apakah Yesus benar-benar naik ke surga sering kali menjadi bahan diskusi antara umat Kristiani dan umat beragama lain. Keyakinan bahwa Yesus naik ke surga untuk “mempersiapkan tempat” bagi umatnya merupakan salah satu doktrin penting dalam iman Kristen. Namun, apakah keyakinan ini benar-benar berasal dari perkataan Yesus sendiri? Mari kita telusuri bersama melalui kajian kritis berbasis Alkitab dan penelitian ilmiah bsahwa Yesus tidak naik ke surga.
Aqiqah menjadi salah satu jalan bagi umat muslim meminta keselamatan bagi bayi yang baru lahir. Hukum dan aturan aqiqah dalam Islam menjadi salah satu hal penting yang harus diketahui sebelum melaksanakan ibadah yang satu ini.