Salah satu tuduhan yang sering muncul dalam pembahasan mengenai Al-Qur’an adalah anggapan bahwa Al-Qur’an pada awalnya hanya disampaikan secara lisan dari satu orang kepada orang lain. Karena itu, penyampaiannya kemudian disamakan dengan permainan pesan berantai: seseorang mendengar sebuah pesan, menyampaikannya kepada orang berikutnya, lalu orang berikutnya menyampaikan lagi kepada orang lain. Dalam proses seperti ini, pesan dianggap berpotensi mengalami perubahan.
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?” Al-qur’an: (QS. Al-Anbiya’: 30)
Air sebagai Sumber Kehidupan
Ayat di atas mengingatkan akan sebuah anugerah besar yang dapat disaksikan oleh setiap manusia. Anugerah ini adalah air yang menjadi sumber bagi seluruh kehidupan di bumi. Lafal رَتْقًا (ratqan) dalam ayat ini diartikan sebagai padat dan keras. Sedangkan lafal فَفَتَقْنَاهُمَا (fafataqnahuma) bermakna “Kami lembutkan dan belah langit dan bumi.” Hal ini sebagaimana penafsiran menurut Ibnu Abbas bahwa ayat ini bercerita, “Dahulu langit dibuat oleh Allah Swt. dalam bentuk yang padat dan keras sehingga tidak ada sedikit pun air hujan yang turun darinya. Begitu juga bumi yang dijadikan tandus dan tidak ada sedikit pun benih yang tumbuh. Tidak ada tanda kehidupan hingga Allah melembutkan langit sehingga keluar darinya air hujan dan Allah Swt. membelah muka bumi sehingga keluar darinya tumbuh-tumbuhan.”
Teori Sains tentang Terbentuknya Alam dan Air
Teori Pertama
Dimana berkaitan dengan terciptanya tata surya. Disebutkan bahwa kabut di sekitar matahari akan menyebar dan melebar pada ruang yang dingin. Butir-butir kecil gas yang membentuk kabut akan bertambah tebal pada atom-atom debu yang bergerak amat cepat. Atom-atom itu kemudian berkumpul akibat terjadinya benturan dan akumulasi dengan membawa kandungan sejumlah gas berat. Seiring berjalannya waktu, akumulasi tersebut semakin bertambah besar hingga membentuk planet-planet, bulan, dan bumi dengan jarak yang sesuai.
Penumpukan itu sendiri, seperti telah diketahui, mengakibatkan bertambah kuatnya tekanan yang pada gilirannya membuat temperatur semakin tinggi. Pada saat kulit bumi mengkristal karena dingin dan melalui proses sejumlah letusan lava yang terjadi setelah itu, bumi memperoleh sejumlah besar uap air dan karbon dioksida akibat surplus lava yang mengalir. Salah satu faktor yang membantu terbentuknya oksigen segar di udara setelah itu adalah aktivitas dan interaksi sinar matahari melalui asimilasi cahaya bersama tumbuhan generasi awal dan rumput-rumputan.
Teori Kedua
Teori kedua berkenaan dengan terciptanya alam raya secara umum yang dapat dipahami dari firman Allah Swt.: “anna al-samâwâti wa al-ardla kânatâ ratqan”, yang berarti bahwa bumi dan langit pada dasarnya tergabung secara koheren sehingga tampak seolah satu massa. Hal ini sesuai dengan penemuan mutakhir mengenai teori terjadinya alam raya.
Menurut penemuan tersebut, sebelum terbentuk seperti sekarang ini, bumi merupakan kumpulan sejumlah besar kekuatan atom-atom yang saling berkaitan dan berada di bawah tekanan sangat kuat yang hampir tidak dapat dibayangkan oleh akal. Selain itu, penemuan mutakhir tersebut juga menyebutkan bahwa semua benda langit sekarang beserta kandungannya, termasuk tata surya dan bumi, sebelumnya terakumulasi sangat kuat dalam bentuk bola yang jari-jarinya tidak lebih dari 3.000.000 mil.
Isyarat Al-Qur’an terhadap Ilmu Pengetahuan
Lanjutan firman Allah Swt. yang berbunyi “fa fataqnâhumâ” merupakan isyarat tentang apa yang terjadi pada cairan atom pertama berupa ledakan dahsyat yang mengakibatkan tersebarnya benda-benda alam raya ke seluruh penjuru, yang berakhir dengan terciptanya berbagai benda langit yang terpisah, termasuk tata surya dan bumi.
Sedangkan ayat yang berbunyi “wa ja’alnâ min al-mâ’i kulla syay’in hayyin” telah dibuktikan melalui penemuan lebih dari satu cabang ilmu pengetahuan. Sitologi, yaitu ilmu tentang susunan dan fungsi sel, menyatakan bahwa air adalah komponen terpenting dalam pembentukan sel yang merupakan satuan bangunan pada setiap makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan.
Kemudian, biokimia menyatakan bahwa air adalah unsur yang sangat penting pada setiap interaksi dan perubahan yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Air dapat berfungsi sebagai media, faktor pembantu, bagian dari proses interaksi, atau bahkan hasil dari sebuah proses interaksi itu sendiri. Sedangkan fisiologi menyatakan bahwa air sangat dibutuhkan agar masing-masing organ dapat berfungsi dengan baik. Hilangnya fungsi tersebut akan berarti kematian.
Pandangan Tafsir Al-Qurthubi Terhadap Al-Qur’an
Di sisi lain, berdasarkan pandangan al-Qurthubi dalam kitab tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, penggalan ayat “dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air” memiliki tiga makna penafsiran sekaligus.
Allah Swt. menjadikan seluruh makhluk-Nya dari air.
Allah Swt. menjaga kelangsungan hidup seluruh makhluk-Nya dengan air.
Allah Swt. menjadikan air mani sebagai sumber kelangsungan keturunan segenap makhluk hidup.
Hujan diartikan sebagai sumber kelangsungan keturunan. Hal tersebut dikarenakan hasil penelitian yang menyatakan bahwa molekul air hujan dianggap sebagai sumber kelangsungan keturunan segenap makhluk hidup.
Manfaat Air Hujan Menurut Sains dan Al-Qur’an
Adapun manfaat turunnya air hujan secara sains, yaitu sebagai sumber air bersih, fertilisasi alamiah, dan penyeimbang ekosistem alam. Hal tersebut sangat relevan dengan mukjizat Allah Swt., yaitu sebagai bentuk rahmat dari Sang Pencipta, sarana penyucian diri, serta menghidupkan tanah yang mati. Selain itu, hujan juga menjadi waktu mustajab untuk berdoa.
Dari uraian mengenai proses air hujan dan manfaatnya, dapat dipahami bahwa turunnya air hujan dalam Al-Qur’an sangat penting untuk dipahami dalam kehidupan. Hal ini dikarenakan saat ini sebagian orang memaknai hujan sebagai keberkahan, namun tidak sedikit pula ditemukan kelompok yang mengeluh ketika hujan mulai turun.
Semoga kita termasuk manusia yang pandai mensyukuri nikmat Allah Swt.
KETERANGAN:
Tulisan ini adalah kiriman dari orang baik, muhsinin Aya Sofya yang memiliki keinginan baik untuk mengirimkan hasil tulisan-tulisannya ke redaksi MCN Aya Sofya.
Bagi Bapak/Ibu yang berkeinginan untuk mengirimkan karya tulisan-tulisannya, dapat mengirimkan ke email redaksi kami: ayasofyaindonesia@gmail.com
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS:
Nama : St. Magfirah N
Tempat & Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 06 November 1996
Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).
ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?
REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA BANK MANDIRI 141-00-2243196-9 AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA
SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami: