TEOSOFI: PEMURTADAN GAYA BARU DI KAMPUS UIN

Fenomena masuknya pemikiran-pemikiran asing ke dalam lingkungan kampus Islam kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perbincangan muncul setelah adanya pengakuan seorang mahasiswa jurusan Teknik Elektro di sebuah Universitas Islam Negeri (UIN) yang mengaku sedang mempelajari “Teosofi” sebagai bagian dari perkuliahannya. Pengakuan tersebut memicu diskusi panjang mengenai apa sebenarnya teosofi, dari mana asalnya, dan mengapa istilah itu muncul di lingkungan pendidikan Islam.

Continue reading

Integrasi al-Qur’an dan Sains dalam Proses Hujan

Penulis: St. Magfirah Nasir

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعْلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?”
Al-qur’an: (QS. Al-Anbiya’: 30)

Air sebagai Sumber Kehidupan

Ayat di atas mengingatkan akan sebuah anugerah besar yang dapat disaksikan oleh setiap manusia. Anugerah ini adalah air yang menjadi sumber bagi seluruh kehidupan di bumi. Lafal رَتْقًا (ratqan) dalam ayat ini diartikan sebagai padat dan keras. Sedangkan lafal فَفَتَقْنَاهُمَا (fafataqnahuma) bermakna “Kami lembutkan dan belah langit dan bumi.” Hal ini sebagaimana penafsiran menurut Ibnu Abbas bahwa ayat ini bercerita, “Dahulu langit dibuat oleh Allah Swt. dalam bentuk yang padat dan keras sehingga tidak ada sedikit pun air hujan yang turun darinya. Begitu juga bumi yang dijadikan tandus dan tidak ada sedikit pun benih yang tumbuh. Tidak ada tanda kehidupan hingga Allah melembutkan langit sehingga keluar darinya air hujan dan Allah Swt. membelah muka bumi sehingga keluar darinya tumbuh-tumbuhan.”

Teori Sains tentang Terbentuknya Alam dan Air

Teori Pertama

Dimana berkaitan dengan terciptanya tata surya. Disebutkan bahwa kabut di sekitar matahari akan menyebar dan melebar pada ruang yang dingin. Butir-butir kecil gas yang membentuk kabut akan bertambah tebal pada atom-atom debu yang bergerak amat cepat. Atom-atom itu kemudian berkumpul akibat terjadinya benturan dan akumulasi dengan membawa kandungan sejumlah gas berat. Seiring berjalannya waktu, akumulasi tersebut semakin bertambah besar hingga membentuk planet-planet, bulan, dan bumi dengan jarak yang sesuai.

Penumpukan itu sendiri, seperti telah diketahui, mengakibatkan bertambah kuatnya tekanan yang pada gilirannya membuat temperatur semakin tinggi. Pada saat kulit bumi mengkristal karena dingin dan melalui proses sejumlah letusan lava yang terjadi setelah itu, bumi memperoleh sejumlah besar uap air dan karbon dioksida akibat surplus lava yang mengalir. Salah satu faktor yang membantu terbentuknya oksigen segar di udara setelah itu adalah aktivitas dan interaksi sinar matahari melalui asimilasi cahaya bersama tumbuhan generasi awal dan rumput-rumputan.

Teori Kedua

Teori kedua berkenaan dengan terciptanya alam raya secara umum yang dapat dipahami dari firman Allah Swt.: “anna al-samâwâti wa al-ardla kânatâ ratqan”, yang berarti bahwa bumi dan langit pada dasarnya tergabung secara koheren sehingga tampak seolah satu massa. Hal ini sesuai dengan penemuan mutakhir mengenai teori terjadinya alam raya.

Menurut penemuan tersebut, sebelum terbentuk seperti sekarang ini, bumi merupakan kumpulan sejumlah besar kekuatan atom-atom yang saling berkaitan dan berada di bawah tekanan sangat kuat yang hampir tidak dapat dibayangkan oleh akal. Selain itu, penemuan mutakhir tersebut juga menyebutkan bahwa semua benda langit sekarang beserta kandungannya, termasuk tata surya dan bumi, sebelumnya terakumulasi sangat kuat dalam bentuk bola yang jari-jarinya tidak lebih dari 3.000.000 mil.

Isyarat Al-Qur’an terhadap Ilmu Pengetahuan

Lanjutan firman Allah Swt. yang berbunyi “fa fataqnâhumâ” merupakan isyarat tentang apa yang terjadi pada cairan atom pertama berupa ledakan dahsyat yang mengakibatkan tersebarnya benda-benda alam raya ke seluruh penjuru, yang berakhir dengan terciptanya berbagai benda langit yang terpisah, termasuk tata surya dan bumi.

Sedangkan ayat yang berbunyi “wa ja’alnâ min al-mâ’i kulla syay’in hayyin” telah dibuktikan melalui penemuan lebih dari satu cabang ilmu pengetahuan. Sitologi, yaitu ilmu tentang susunan dan fungsi sel, menyatakan bahwa air adalah komponen terpenting dalam pembentukan sel yang merupakan satuan bangunan pada setiap makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan.

Kemudian, biokimia menyatakan bahwa air adalah unsur yang sangat penting pada setiap interaksi dan perubahan yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Air dapat berfungsi sebagai media, faktor pembantu, bagian dari proses interaksi, atau bahkan hasil dari sebuah proses interaksi itu sendiri. Sedangkan fisiologi menyatakan bahwa air sangat dibutuhkan agar masing-masing organ dapat berfungsi dengan baik. Hilangnya fungsi tersebut akan berarti kematian.

Pandangan Tafsir Al-Qurthubi Terhadap Al-Qur’an

Di sisi lain, berdasarkan pandangan al-Qurthubi dalam kitab tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, penggalan ayat “dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air” memiliki tiga makna penafsiran sekaligus.

  1. Allah Swt. menjadikan seluruh makhluk-Nya dari air.
  2. Allah Swt. menjaga kelangsungan hidup seluruh makhluk-Nya dengan air.
  3. Allah Swt. menjadikan air mani sebagai sumber kelangsungan keturunan segenap makhluk hidup.

Hujan diartikan sebagai sumber kelangsungan keturunan. Hal tersebut dikarenakan hasil penelitian yang menyatakan bahwa molekul air hujan dianggap sebagai sumber kelangsungan keturunan segenap makhluk hidup.

Manfaat Air Hujan Menurut Sains dan Al-Qur’an

Adapun manfaat turunnya air hujan secara sains, yaitu sebagai sumber air bersih, fertilisasi alamiah, dan penyeimbang ekosistem alam. Hal tersebut sangat relevan dengan mukjizat Allah Swt., yaitu sebagai bentuk rahmat dari Sang Pencipta, sarana penyucian diri, serta menghidupkan tanah yang mati. Selain itu, hujan juga menjadi waktu mustajab untuk berdoa.

Dari uraian mengenai proses air hujan dan manfaatnya, dapat dipahami bahwa turunnya air hujan dalam Al-Qur’an sangat penting untuk dipahami dalam kehidupan. Hal ini dikarenakan saat ini sebagian orang memaknai hujan sebagai keberkahan, namun tidak sedikit pula ditemukan kelompok yang mengeluh ketika hujan mulai turun.

Semoga kita termasuk manusia yang pandai mensyukuri nikmat Allah Swt.

KETERANGAN:

Tulisan ini adalah kiriman dari orang baik, muhsinin Aya Sofya yang memiliki keinginan baik untuk mengirimkan hasil tulisan-tulisannya ke redaksi MCN Aya Sofya.

Bagi Bapak/Ibu yang berkeinginan untuk mengirimkan karya tulisan-tulisannya, dapat mengirimkan ke email redaksi kami:
ayasofyaindonesia@gmail.com

DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS:

Nama                                                     : St. Magfirah N

Tempat & Tanggal Lahir                   : Ujung Pandang, 06 November 1996

Alamat e-mail                                       : stmagfirahnasir@gmail.com

  RIWAYAT PENDIDIKAN  
  Tahun Masuk  Program Pendidikan  Perguruan Tinggi  Program Studi
2021DoktorUIN Alauddin MakassarHadis
2019MagisterSekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah JakartaHadis dan Tradisi Kenabian
2014SarjanaUIN Alauddin MakassarIlmu Hadis

NETWORKING RESEACRH

Position TeamJournalLokasi
EditorAL ISNAD Journal of Indonesian Hadith StudiesInstitut Daarul Qur’an Jakarta, Indonesia
ReviewerKalamizu : Jurnal Sains, Sosial, dan Studi AgamaYayasan Darussalam Patalassang, Kab. Sinjai, Sulawesi Selatan
EditorHamfara  Jurnal of Islamic Economic StudiesYayasan Darussalam Patalassang, Kab. Sinjai, Sulawesi Selatan
  KARYA TULIS ILMIAH
Koran  
TahunJudulPenerbit
2023Re-Interpretasi Isu Keberagaman di Nusantarawww.tribun-timur.com
2023Konstruksi Makna Moderasi Beragama di Tanah Nusantarawww.tribun-timur.com
Jurnal  
TahunJudulPenerbit
2026Analisis Pergeseran Makna Ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dalam Tafsir Klasik dan Kontemporerhttps://hamfara.com/kalamizu/article/view/121
2026Metodologi Riwayat Bil Ma’nā dan Implikasinya Terhadap  Penerimaan Israiliyat dalam Tafsirhttps://hamfara.com/kalamizu/article/view/119
2026Inovasi Metode Pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis Berbasis Digital: Perspektif Pendidikan Islamhttps://hamfara.com/kalamizu/article/view/116
2025Kesetaraan Politik Perempuan Perspektif Hadishttps://repositori.uinalauddin.ac.id/28011/
2025The Concept Of Ownership In Prophet’s Hadits: A Study Of The Principles Of Property Rights And Their Relevance To Contemporary Economicshttps://jurnal.al-islamiyah.ponpes.id/index.php/JSIH/article/view/11
2025Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him): Islamic Communication Ethics Study Hadith Perspectivehttps://kalimasadajournals.com/index.php/IJISI/article/view/87
2024Gender dan Politik: Keterwakilan dalam Hadis Nabihttps://proceeding.iainkudus.ac.id/index.php/ICODIC/article/view/697
2024Potret Kepemimpinan terhadap Konsep Hadis Maudhu´ihttps://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tahdis/article/view/25919 
2023Institusi Keagamaan: Peran Dakwah dalam Masyarakat (Objek Analisis Pondok Pesantren Darul Istiqomah Maccopa)https://journal.iainkudus.ac.id/index.
2023Kajian Toleransi Perspektif Hadis (Suatu Kajian Maudu’i)https://jurnal.staiddimakassar.ac.id/index.php/adrsb/article/view/159
2022Sejarah Perkembangan Orientalismehttps://jurnal.stainmajene.ac.id/index.php/almutsla/article/view/65
2022Al-Hadith Al-Mihniyya: Mafhum Rais Al- Daula Al-Nabawihttps://journal.iainkudus.ac.id/index.php/riwayah/issue/view/741
2022Problematika Pembinaan Karakter Anak; Analisis Kritis Hadis Maudu´iJurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 24 (1), 28-46
2021Ulul Albab Dalam Al-Qur’an (Tafsir Tematik)Aqlam: Journal of Islam and Plurality 6 (2), 369121
2021Hak Perempuan Untuk Memilih Pasangan Hidup (Studi Fiqh Al-Hadis dan Fikih Munakahat)Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin 7 (2), 183-206
2021Karakteristik Profesionalisme dalam Konsep Kepala Negara Nabi MuhammadJurnal ElAfkar: 10
2021Kritik Atas Kritik Kamaruddin Amin:(Menguji Kembali Keakuratan) Metode Kritik HadisIhyaussunnah: Journal of Ulumul Hadith and Living Sunnah 1 (2), 104- 115
2021Analisis Hadis-hadis Kepemimpinan tentang Profesionalisme dan Aspirasi Rakyat dan Relevansinya terhadap Konsep Kepemimpinan Nabi Muhammad saw Sebagai Kepala Negara  https://repository.uinjkt.ac.id/
2019The Correlation of Qiyām Al-lail with Human Immunity in Hadith PerspectiveJurnal Ushuluna 6 (1), 1-18
2018The Correlation of Qiyam al-Lail toward Human Immunity in Hadith Perspective.https://repositori.uin- alauddin.ac.id/
2017Hujan Sebagai Berkahhttps://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tahdis/article/view/4010
2016Siri’Na Pacce dalam Suku Makassar Perspektif Al-Qur ‘An dan Hadishttps://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tahdis/article/view/2778
Buku  
TahunJudulPenerbit
2024Abdullah bin Mas’ud Pemuda Pemberani, Pelantun Alquran di Hadapan Kaum KafirSyakir Media Press
2024Qadhi Sidenreng Pejuang 4 Masa: Pejuang Merebut Kemerdekaan, Masa Jepang, Orde Lama-Baru dan ReformasiHaura Press
2023Sirah Ashabiyah Rasulillah Keteladanan Para Sahabat yang Memeluk Ajaran IslamPustaka Mazaya
2023Kepemimpinan Profetik : Agar Jabatan Tidak Jadi BuihPustaka Mazaya
2023Mengenal 10 Sahabat Nabi Yang Dijamin Masuk SurgaSyakir Media Press
2022Sang Pencerah KH. Ahmad Dahlan menerangi persada IndonesiaPustaka Mazaya
2021Seribu Asa Dari Anregurutta Muin The Warrior Of The Eighteenth Century In IndonesiaPustaka Mazaya
2021Hak Perempuan dalam Memilih Pasangan HidupPustaka Mazaya
2021Ummahat al-Mu’mininPustaka Mazaya

Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).


ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?

REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA


SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:

MUALAF CENTER AYA SOFYA

al-qur'an


MEDIA AYA SOFYA

Website: www.ayasofya.id

Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA

YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA

Instagram: @ayasofyaindonesia

Email: ayasofyaindonesia@gmail.com


HOTLINE:

+62 851-7301-0506 (Admin Center)
CHAT: wa.me/6285173010506

+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100

+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361


ADDRESS:

MALANG: INSAN MOKOGINTA INSTITUTE, Puncak Buring Indah Blok Q8, Citra Garden, Kota Malang, Jawa Timur.

PURWOKERTO: RT.04/RW.01, Kel. Mersi, Kec. Purwokerto Timur., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

SIDOARJO: MASJID AYA SOFYA SIDOARJO, Pasar Wisata F2 No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

SURABAYA: Purimas Regency B3 No. 57 B, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294.

TANGERANG: Jl. Villa Pamulang No.3 Blok CE 1, Pd. Benda, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15416

BEKASI: Jl. Bambu Kuning IX No.78, RT.001/RW.002, Sepanjang Jaya, Kec. Rawalumbu, Kota Bks, Jawa Barat

DEPOK: Jl. Tugu Raya Jl. Klp. Dua Raya, Tugu, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451

BOGOR: Jl. Komp. Kehutanan Cikoneng No.15, Pagelaran, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 1661