Alhamdulillah bertambah lagi jumlah muslimah di Indonesia ini, satu demi satu Allah telah memberikan hidayah kepada setiap makhluk yang dikehendaki-Nya untuk dilembutkan hatinya dan menerima agama Islam sebagai agama yang benar di muka bumi ini. Mualaf Center Aya Sofya Sulawesi Utara telah membina dan mendampingi gadis cantik bernama Mega Silvia Mamesah atau biasa disapa Mega yang tulus dari lubuk hatinya ingin masuk dalam pangkuan agama Islam.
Tag Archives: Kisah mualaf mengharukan
KISAH MUALAF AFRIKA: SEBENARNYA MEREKA MENANTI, TAPI AJAL SUDAH MENJEMPUT
Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Dr. Abdurrahman Sumaith (15 Oktober 1947 – 15 Agustus 2013) – pernah merasa sedih hingga meneteskan air mata. Penyebabnya adalah berikut ini:
Suatu ketika beliau warga negara Kuwait pergi ke suatu daerah di pedalaman Afrika untuk misi kemanusiaan. Alhamdulillah banyak penduduk di sana yang masuk islam melalui perantaraan beliau. Setelah masuk islam, para mualaf itu lantas menangisi orang tua mereka yang telah wafat dalam keadaan memeluk agama selain islam.
Mereka berkata, “Kemanakah kalian wahai kaum muslimin? Mengapa kalian datang terlambat? Kemana kalian selama ini?” Kata-kata ini membuat beliau menangis lantaran menyesali keterlambatan dakwah beliau ke desa itu. Beliau merasa bertanggung jawab atas mereka yang wafat dalam kondisi kufur. (dari buku “Jangan Putus Asa” – Dr. Salwa al-Udhaidan)
Dr. Abdurrahman Sumaith adalah dokter lulusan Universitas Baghdad. Beliau menyelesaikan Magister di Liverpool Inggris, kemudian melanjutkan ke program doktoral di Kanada. Beliau meninggalkan pekerjaan sebagai dokter internist (ahli penyakit dalam) di rumah sakit di Kuwait, dan mewakafkan hidup beliau untuk dakwah di jalan Allah di benua Afrika.
Continue readingSURAT TERBUKA UNTUK PARA DA’I DAN PENUNTUT ILMU
Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Surat terbuka dari seorang muslim kepada saudara muslim lainnya. Sifat orang-orang yang beriman adalah saling menyayangi dan berlemah lembut kepada sesama. Setiap dari kita harus saling menjaga diri agar tidak terjadi perselisihan di antara kaum muslimin, terlebih lagi perselisihan di antara aktifis dakwah.
Seorang Ulama memberi wasiat kepada murid-muridnya yang merupakan kader dakwah, “Janganlah kalian menjawab pertanyaan ketika disebutkan nama ustadz /ulama.”
Jika kita hendak bertanya di forum umum, cukup kita bertanya, “Bagaimana pendapat Ustadz tentang masalah ini dan itu?” Bukan, “Bagaimana pendapat Ustadz tentang pernyataan ustadz Fulan yang mengatakan begini dan begitu?” Pertanyaan yang kedua mirip dengan adu domba.
Pertanyaan tersebut dapat mengeraskan hati dan melahirkan kebencian dan permusuhan di antara kaum muslimin. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah marah jika ada di antara muridnya menyebutkan nama ulama lain yang berbeda pendapat (dalam masalah ijtihadiyah) dengan pendapat beliau.
Continue readingKAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER CIREBON: CARA MENGHINDARI PERKATAAN BURUK
Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Allah berfirman,
لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلْجَهْرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
“Allah tidak menyukai ucapan buruk dengan terus terang (yang diucapkan) kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS. An Nisa: 148)
Allah membenci dan berhak menghukum orang yang berkata buruk. Perkataan buruk misalnya ghibah (menceritakan keburukan saudara kita), namimah (mengadu domba), mencela orang, memaki, berkata kasar, menuduh, merendahkan orang lain, memperolok-olok dan lain sebagainya.
Allah menyukai perkataan yang baik, seperti dzikir, ucapan berupa nasihat dan amar ma’ruf nahi mungkar yang diucapkan dengan ungkapan yang baik. Termasuk ucapan baik adalah salam, doa untuk saudara kita, pujian kepada orang lain untuk memotivasi orang yang dipuji atau selainnya.
Continue readingBENCI KEPADA PERILAKU DAN PELAKU KEMAKSIATAN
Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Seringkali kita mendengar nasihat yang berbunyi, “Bencilah kepada perbuatan maksiat tapi janganlah membenci pelakunya.” Ungkapan di atas ini perlu penjelasan agar kita tidak salah dalam keimanan terutama dalam masalah al wala wal bara’ (loyalitas dan berlepas diri) dan agar kita tidak keliru dalam mempraktikkan dakwah, nasihat dan amar ma’ruf nahi mungkar.
Perlu dibedakan dalam muamalah kita kepada orang kafir dan kepada saudara seiman. Seorang muslim harus berkeyakinan bahwa orang-orang kafir itu adalah musuh Allah, RasulNya, dan musuh orang-orang beriman.
Allah berfirman yang artinya,
“Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir” (QS. Ali Imran: 32)
“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 98)
Continue reading