KAJIAN KEISLAMAN MUALAF CENTER AMBON: MEMULIAKAN ILMU DAN GURU !

Al-Qur’an telah banyak menjelaskan dalil tentang keutamaan ilmu, bahwa ilmu adalah bagian dari ibadah sebagaimana sholat dan puasa yang akan mendapatkan pahala. Demikian juga belajar dan mengajar, sesungguhnya kita telah beribadah kepada Allah. Diantara ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang keagungan atau keutamaan ilmu, Allah tidak perna memerintahkan Rosulullah untuk meminta tambahan apapun kecuali tambahan ilmu.

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا
Artinya: Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.
(QS. Thaha: 114)

Dalil tersebut menjelaskan tentang pentingnya ilmu, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mengangkat pula orang yang berilmu, terlebih lagi jika seseorang telah beriman dan berilmu. Keutamaan orang yang berilmu ketimbang ahli ibadah adalah bagaikan rembulan dan seluruh bintang-bintang. Meskipun rembulan hanya ada satu di dunia ini tapi cahayanya sampai ke bumi, sedangkan bintang-bintang yang banyak di langit tapi masih manfaat masih kalah dari rembulan. Orang yang berilmu lebih baik dari ratusan ahli ibadah yang tidak memiliki ilmu.

Diantara keutamaan ilmu sampai Allah menamai ilmu dengan berdzikir, karena orang yang belajar atau mengajar sama halnya mengingat Allah.

وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۖ فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui. (QS. Al-Anbiya: 7)

Apakah sama antara orang yang berilmu dan tidak berilmu ?

Dalam Al-Qur’an dan Hadist Rosulullah telah banyak dijelaskan tentang keutamaan sebuah ilmu. Orang yang berilmu jelas berbeda dengan orang yang tidak berilmu karena pasti akan ada perbedaan dari segi prilaku, tutur kata, akhlak, cara menjalani kehidupan, caranya rumah tangga, kehidupannya di alam barzah, dan kehidupan di hari akhirat kelak. Bahkan Allah juga membedakan antara hewan yang berilmu dan tidak seperti anjing yang terlatih untuk memburu. Sebagaimana firman Allah berikut ini:

يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَآ أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ ٱلطَّيِّبَٰتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُم مِّنَ ٱلْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ ٱللَّهُ ۖ فَكُلُوا۟ مِمَّآ أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ
Artinya: Mereka menanyakan kepadamu: “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?”. Katakanlah: “Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya. (QS. Al-Ma’idah: 4)

Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan jika seseorang telah mengajari anjing untuk berburu dan melepaskan anjingnya dengan membaca Basmalah maka hasil buruannya halal bagi kita. Tetapi anjing yang tidak diajari maka haram hasil buruannya bagi kita. Kalau anjing saja dibedakan oleh Allah antara yang terlatih atau tidak, begitu pula dengan manusia. Belajar dan mengajar adalah ibadah, maka seharusnya kita juga perlu mengagungkan ibadah tersebut seperti sholat dan puasa dengan meluruskan niat dan mencari keridhoan Allah dalam menimbah ilmu atau mengajarkan ilmu.

Kemudian saat Allah mempersaksikan keesaan-Nya, tentang tauhid, kemudian Allah mendatangkan persaksian dari malaikat dan persaksian dari orang-orang berilmu. Derajat orang yang berilmu lebih tinggi daripada seorang ahli ibadah yang tidak berilmu, dan kesaksian orang yang berilmu terhadap keesaan Allah adalah yang lebih baik. Dan Rosulullah juga banyak menjelaskan dalam hadistnya tentang keutamaan ilmu juga banyak, diantaranya sebagai berikut:

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah)

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagaimana juga kisah Nabi Isa saat digendong oleh ibunya Siti Maryam, sementara orang-orang telah menuduh dia melakukan zina karena punya anak tanpa suami. Padahal Allah menjadikan Nabi Isa sebagai berkah dimanapun dia berada. Para ahli tafsir mengatakan bahwa Allah menjadikan Nabi Isa sebagai pengajar, maka sampai sekarang pun sering kita dapati dalam terjemahan kitab Injil bahwa Nabi Isa sering di panggil guru karena ia sesungguhnya adalah guru yang diutus Allah kepada kaumnya. Kita juga tahu bahwa setiap nabi atau rosul adalah guru bagi umatnya.

Siapa orang yang paling pintar dimuka bumi ini?

Lihatlah pada zaman nabi dan para sahabat, mereka memuliakan ilmu dan para ahli ilmu. Sebagaimana kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Dalam ayat tersebut mengkisahkan tentang kegigihan nabi musa untuk mempelajari suatu ilmu Nabi Musa belajar dan adabnya terhadap seorang guru. Dalam hadits riwayat Al-Bukhari, Ubay bin Ka’ab pernah mendengar Rasulullah  menceritakan kisah tersebut kepada para sahabat, bahwa:

Suatu ketika Nabi Musa sedang berkhotbah di depan bani Israil dengan luar biasa sehingga mereka kagum dengannya dan bertanya, “wahai musa, siapa orang yang paling berilmu?” Saat itu Nabi Musa menjawab sebatas ilmunya karena merasa dirinya yang paling berilmu, beliau menjawab, “aku”. Kemudian Allah menegur Nabi Musa dan mewahyukan kepadanya, “Sungguh, Aku memiliki seorang hamba-Ku di pertemuan antara dua lautan, dan lebih berilmu dari kamu. Maka Nabi Musa minta izin kepada Allah agar bisa bertemu dengan guru tersebut yakni Nabi Khidir.

Kisah itu diabadikan pula dalam QS. Al-Kahfi 60 – 82 secara lengkap, tentang perjalanan Nabi Musa bersama dengan pelayannya (Yusya bin Nun) mencari seorang guru dan ingin mendapatkan ilmu darinya. Padahal para ulama sepakat jika membandingkan, ilmu yang dimiliki oleh Nabi Musa lebih utama ketimbang Nabi Khidir. Keutamaan Nabi Musa adalah bisa langsung bertemu dengan Allah tanpa perantara Jibril, diberikan kitab Taurat langsung dari Allah dalam alwaah (lembaran-lembaran batu). Nabi Musa merupakan Rosul ulul azmi dan memiliki banyak pengikut dari golongan bani Israil. Tapi Nabi Khidir mempunyai ilmu yang tidak dimiliki oleh Nabi Musa, maka beliau pun meminta dengan kerendahan hati sebagai bentuk penghormatan terhadap guru agar mengajari suatu ilmu yang tidak dimiliki. Nabi Musa yang begitu mulia, memiliki banyak ilmu, dan kuat dapat tunduk dengan Nabi Khidir hanya karena ada ilmu yang tidak dipunyainya.

Intinya kisah ini adalah suatu contoh dari Allah yang menjelaskan tentang ketundukan seseorang tentang Ilmu dan penghormatan terhadap ilmu. Bahwasanya ilmu adalah cahaya dan kebodohan adalah kegelapan. Jika seorang ingin maju dan berkembang maka harus dengan ilmu, andaikan tidak memiliki ilmu maka kita akan sama dengan hewan, tidak bisa berkembang baik secara dunia ataupun agama. Semuanya kembali kepada ilmu, maka jika seseorang telah berjasa mengajarkan ilmu walau hanya satu huruf saja maka kita harus menghormatinya karena telah menghilangkan kebodohan dalam diri kita.

Realita yang harus diperbaiki !

Zaman sekarang menyuguhkan kenyataan pahit bagi para pengajar dan gairah mencari ilmu. Sering kita dapati seorang murid di sekolah atau universitas melakukan perlakuan atau tindakan yang tidak menghormati guru atau dosennya, telah memberikan ilmu tapi tidak dihargai. Ramai dalam kelas atau sibuk dengan urusannya sendiri sehingga tidak memperhatikan penjelasan guru.

Terkadang guru yang diejek, tidak dipedulikan, dibully oleh muridnya, dan sampai dilaporkan ke polisi hanya karena bertindak tegas saat mengajar. Sungguh malangnya nasib guru zaman sekarang, tidak ada rasa penghormatan baginya. Banyak guru yang gajinya pas-pasan atau bahkan kurang, secara kenyataannya seorang murid akan lebih kaya dari pada gurunya. Salah satu keberhasilan murid diantaranya sejauh mana dia menghormati guru, sedangkan orang tua berperan menanamkan hal itu terhadap anak sebelum berangkat sekolah. Jika tidak menghormati guru maka tidak ada keberkahan ilmu, meski pintar tapi bisa jadi digunakan untuk merugikan orang lain.

Suatu hal yang memberi pengaruh besar pada diri seseorang yakni ketika senantiasa gemar mencari ilmu dan menemukan sosok mentor atau guru yang bisa dicontoh, lalu menjadi seorang murid yang meneladani gurunya. Maka Insya Allah kesuksesan dunia dan akhirat akan menghampiri dengan sendirinya.

Sesungguhnya Allah memerintahkan kita (ummat Islam) untuk senantiasa mengajak saudara kita selalu berlomba-lomba dalam kebaikan, menyampaikan pada kebaikan, dan mencegah pada kemungkaran. Serta mengajak saudara diluar sana yang belum disinari cahaya Islam untuk senantiasa berusaha mendapatkan hidayah Allah dengan mengajak belajar agama Islam. Seorang ulama berpesan kepada kami: “Berbuat baik jangan diborong semua sendirian. Tapi ajak yang lainnya juga” Maka dari itu, sejatinya kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama berdakwah dan mensyi’arkan agama Islam hingga ke pelosok negeri bersama dengan Mualaf Center Ambon dan Mualaf Center Nasional Aya Sofya.

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya: “Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.”
(QS. Al-Imran: 85)


Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).


ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?

REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-00-4040-12
AN. YAYASAN THORIQUSSALAM INDONESIA QQ AYA SOFYA INDONESIA


SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:

MUALAF CENTER AYA SOFYA


MEDIA AYA SOFYA

Website: www.ayasofya.id

Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA

YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA

Instagram: @ayasofyaindonesia

Email: ayasofyaindonesia@gmail.com


HOTLINE:

+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100

+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361


ADDRESS:

SIDOARJO: MASJID AYA SOFYA SIDOARJO, Pasar Wisata F2 No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

MALANG: INSAN MOKOGINTA INSTITUTE, Puncak Buring Indah, Citra Garden, Kota Malang, Jawa Timur.

SURABAYA: Pesantren JEHA Dolly. Jl. Putat Jaya No. 4B, Putat Jaya, Kota Surabaya.

DEPOK: Jl. Tugu Raya No. 8 Kelapa Dua Cimanggis, Depok.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.