MUALAF CENTER CIANJUR: PEMURTADAN BESAR-BESARAN DI CIRANJANG – ISLAM DITUKAR DENGAN SAWAH

Kecamatan Ciranjang menjadi salah satu pusat pemurtadan terbesar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kami melaporkan ini berdasarkan data yang kami peroleh dari wawancara yang dilakukan oleh Koh Agus Tan bersama salah satu warga sekitar. Narasumber kami pada kali ini bernama Bapak Ahmad Fauzi yang merupakan seorang mualaf. Beliau sempat mengaku bahwa dirinya mendapatkan tawaran sawah dan harta dari misionaris untuk kembali memeluk agama Kristen.

Beliau menolak tawaran itu dan tetap memilih Islam. Baginya menjadi bagian dari seorang muslim adalah hal baik yang beliau lakukan seumur hidup. Keyakinannya pada Islam sudah mendarah daging. Dari pada memberikan alasan logis bahwa Kristen adalah agama yang benar, para misionaris itu justru mengiming-iming materi duniawi yang seolah Islam mudah dijatuhkan dengan materi duniawi.

Meski baru menjadi mualaf tapi tidak mudah terpengaruh dengan pemurtadan besar-besaran

Mirisnya tidak hanya meyuruh menjual agamanya dengan sawah, para misionaris itu juga akan melakukan fitnah dan persekusi bagi yang menolak tawarannya untuk masuk Kristen. beriku ini wawancara singkat kami untuk menggali lebih dalam modus-modus pemurtadan yang wajib kita waspadai.

Isu-isu pemurtadan di Kecamatan Ciranjang begitu senter dan viral dengan memposisikan umat Islam sebagai pihak yang intoleran dan anarkis. Sehingga selain mengungkap modus pemurtadan, kami juga ingin membuktikan bahwa tuduhan yang ditujukan kepada Islam adalah fitnah.

“Saya baru dua tahun ini memeluk agama Islam karena menurut saya hanya Allah yang bisa menolong saya. Saya meyakini bahwa Yesus bukan Tuhan, melainkan manusia yang diutus sebagai rasul. Apakah mungkin Tuhan itu disalib? jika Tuhan disabil maka siapa yang akan menolong kita”. Penjelasan dari bapak Puji Kemuliaan, nama Kristen dari bapak Ahmad Fauzi sebelum memeluk Islam.

Perlu kita ketahui bahwa bapak Ahmad Fauzi itu lahir dan besar di lingkungan rawan pemurtadan ini, saat ini beliau berusia 48 tahun. Meksi baru dua tahun memeluk Islam tapi pemahamannya tentang Islam sedikit membuatnya yakin bahwa memang agama yang benar adalah agama Islam.

Bagaimana sejarah persebaran agama Kristen di Kecamatan Ciranjang?

Dari awal memang sudah banyak gereja-gereja yang berdiri di Desa Sindang Jaya dan Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang. Terdapat gereja terlama, pada masa penjajahan Belanda bernama Griya Protestan. Namun, baru-baru ini ada pembangunan gereja baru dengan kerasulan baru.

“Total gereja yang sudah terbangun di Desa Sindang Jaya dan Desa Kertajaya sejumlah 24 gereja yang bisa kita lihat dan masih banyak gereja yang tidak terlihat. Misalnya ada rumah yang dibuat gereja juga ada”. Jelas pak Ahmad.

Jika melihat kisah beliau yang dari kecil sudah lahir dan dibesarkan di lingkungan mayoritas Kristen. Pastinya ada hambatan yang tidak mudah ketika memutuskan untuk memeluk Kristen. Sehingga menarik bagi kami untuk bisa membagikan kisah beliau dalam menghadapi berbagai tekanan. InsyaAllah itu bisa bermanfaat bagi kita semua.

“Saya masuk Islam karena tekad dan keyakinian diri saya sendiri. Tanpa menerima apapun dari Islam. Bahkan setelah masuk Islam, saya dianggap orang asing tidak mendapatkan apa-apa, tidak juga dengan harta. Saat ini kedua anak saya tinggal di Surabaya bersama dengan pamannya, kalau istri sudah meninggal karena kecelakan. Jadi saya ini sudah tidak dianggap apa-apa”. Kata pak Ahmad saat menceritakan kisah pilunya setelah memeluk Islam.

Saat ini beliau tinggal sebatang kara setelah ditinggal oleh anak-anaknya karena memeluk agama Islam. Beliau saat ini berprofesi sebagai seorang pemulung untuk menghidupi dirinya sendiri. Anak yang pertama bekerja sebagai angkatan laut dan anak yang perempuan sedang penempuh kuliah di salah satu Universitas Surabaya.

Bagaimana kondisi pemurtadan di Kecamatan Ciranjang?

“Iya, masih ada pemurtadan di sini. Orang-orang yang sudah menjadi mualaf diiming-imingi sawah dan jadi murtad lagi. Awalnya disuruh garap sawah untuk beberapa kali panen, 2-3 kali panen baru dikasihkan hak miliknya. Pokoknya gilaa bener”. Penjelasan modus pemurtadan dari bapak Ahmad Fauzi.

Jadi memang dalam pemurtadan yang terjadi di daerah Ciranjang ini dikendalikan oleh oknum. Pastinya oknum ini seseorang yang berpengaruh dan memiliki banyak kekayaan sampai berani menyuruh umat Islam untuk menjual agamanya dan menjadi Kristen.

Tidak hanya sawah, ada juga mualaf lain bernama bapak Wahyu Suganda yang mendapatkan tawaran motor dengan syarat memeluk Kristen. Jadi dari sini modus pemurtadan ini menggunakan alat kekuasaan dan kekayaan. Bagi yang mau masuk Kristen akan mendapatkan imbalan, sedangkan yang tidak bersedia masuk Kristen akan mendapatkan fitnah, dikucilkan, dan dipersekusi.

Pada mulanya memang daerah Ciranjang ini mayoritas beragama Kristen, namun seiring berjalannya waktu banyak gereja-gereja baru yang berdiri. Pemurtadan semakin merajalela di daerah sekitar Ciranjang. Meski ada juga warga yang memeluk Islam tapi hal itu tidak sebanding dengan jumlahnya umat Islam yang murtad.

“Jadi memang perihal pemurtadan ini memang harus dirisaukan. Jika mereka genjar melakukan misionaris maka dakwah kita harus lebih diperluas lagi. Hal semacam ini seharusnya tidak bisa dibiarkan jika tidak ingin umat Islam semakin berkurang”. Kata pak Haji menyampaikan keluh kesahnya.

“Seharunya yang merasa sebagai Ustadz atau Ulama di lingkungan sini minimal ada kerisauan dalam dirinya.” Jelas lebih lanjut.

Saat seseorang sudah memiliki agama Islam dan ada oknum yang berusaha untuk memurtadkannya dengan modus yang seperti itu, rasanya sangat tidak etis dan merusak toleransi. Seharusnya keinginan beragama itu ditentukan oleh diri sendiri bukan karena iming-iming dunia dan paksaan.

Tugas umat Islam

Tugas kita sebagai umat muslim hanya menyampaikan kebenaran, mengembalikan ajaran yang disalah pahami ke pemahaman yang sebenarnya. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua untuk senantiasa teguh keimanan dalam Islam dan melindungi dari berbagai fitnah dunia. Dan semoga kisah ini dapat memotivasi kita untuk semangat mensyiarkan Islam dimanapun kita berada.

Sesungguhnya Allah memerintahkan kita (umat Islam) untuk senantiasa mengajak saudara kita yang belum mendapatkan hidayah Allah untuk berusaha mendapatkan hidayah-Nya dengan cara belajar agama Islam. Mualaf Center Nasional Aya Sofya, siap membantu mualaf yang membutuhkan pertolongan baik secara fisik, materi, ataupun solusi dari masalah yang dialami seorang mualaf.

Kami siap melakukan edukasi atau advokasi bagi mualaf di seluruh Indonesia untuk mendalami dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kesehariannya, serta membina para mualaf agar produktif dalam syi’ar dan dakwah, serta mandiri secara finansial dalam kehidupan yang berlandaskan iman, taqwa, dan cinta tanah air.

“Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai Agamaku dan Muhammad sebagai Nabi-ku dan Rasul utusan Allah”: maka aku adalah penjaminnya, dan akan aku gandeng dia dengan memegang tangannya, sampai aku memasukkannya ke dalam Surga. (HR. At-Thabrani)


Rekomendasi artikel:


Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).


ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?

REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA


SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:

MUALAF CENTER AYA SOFYA


MEDIA AYA SOFYA

Website: www.ayasofya.id

Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA

YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA

Instagram: @ayasofyaindonesia

Email: ayasofyaindonesia@gmail.com


HOTLINE:

+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100

+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361


Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.