KAJIAN KRISTOLOGI BERSAMA MUALAF CENTER MEDAN : PANDANGAN 3 AGAMA BESAR TENTANG YESUS ATAU ISA

Sebagai orang Islam kita sangat beruntung karena dimanapun kita berada nama Tuhan kita tetap sama yakni Allah karena bahasa yang digunakan dalam Al-qur’an adalah bahasa arab (bahasa asli Al-qur’an) sehingga keasliannya tetap terjaga, lain halnya dengan kitab lainnya yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa hingga tidak mengetahui bahasa dasarnya (asli) yang memicu multi-penafsiran yang berbeda-beda karena tidak merujuk pada bahasa asli dari kitab tersebut. Oleh karena itu pentingnya pembelajaran bahasa arab dalam bangku sekolah karena kitab suci umat Islam menggunakan bahasa arab yang segala penafsirannya merujuk pada Al-qur’an berbahasa arab sebagai bahasa ibu umat Islam.

Perbedaan sedikitpun dalam bahasa sudah menimbulkan tafsiran yang berbeda-beda, dan itu bisa mempengaruhi ritual dalam beribadah kepada Tuhan. Jika firman Allah dalam Alqur’an menggunakan bahasa Arab karena diturunkan kepada Nabi Muhammad yang merupakan orang Makkah, lain halnya dengan kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa (Yesus) berasal dari bani Israel yang seharusnya teks asli menggunakan bahasa Ibrani tapi telah banyak diterjemahkan keberbagai bahasa hingga sampai saat ini bahasa asli kitab injil masih dalam perdebatan, padahal dengan mengetahui bahasa aslinya kita bisa membuat penafsiran yang tepat dan mencegah adanya dogma-dogma ketuhanan yang menyesatkan.

Banyak yang berspekulasi bahwa bahasa Yunani bukan bahasa asli melainkan terjemahan dari bahasa asli dalam kitab Injil perjanjian baru tapi ada juga yang mengklaim bahwa kitab Injil perjanjian baru adalah berbahasa Yunani. Sehingga disini yang menjadi perdebatan adalah dimana teks asli dari kitab suci dan mana teks terjemahan kitab suci yang nanti akan berdampak pada sosok Yesus atau Isa ini, begitu juga gelar dan panggilannya dalam kitab tersebut. Seperti makna God atau Lord yang memiliki perbedaan arti tapi dianggap sama oleh sebagian orang, seperti arti kata Lord yang memiliki banyak penafsiran, dan masih banyak lagi dampak yang ditimbulkan dari terjemahan kitab suci dalam berbagai bahasa tanpa adanya kejelasan bahasa asli dari kitab tersebut.

Oleh orang Kristen Indonesia yang menyebutnya Yesus, sejatinya berasal dari bahasa Yunani Ιησούς / Iesous (dibaca: Iesus), sementara beliau sendiri berasal dari bani Israel tepatnya di Nazaret bumi Palestina yang masyarakat sekitar biasa menyebutnya Yesua (Yehoshuah), Yesu (Yeshu), atau ‘Isho. Dalam tradisi Timur Tengah, nama Yesus justru tidak dikenal, tetapi dikenal sebagai Yashu’ atau ‘Isho. Jika menggunakan kitab Injil berbahasa arab disebut sebagai ‘Isa. Sedangkan pada Al-Qur’an terjemahan bahasa Yunani nama Nabi ‘Isa disebut sebagai Ιησούς / Iesous (dibaca: Iesus).

Dari perbedaan bahasa ini bisa disimpulkan bahwa Isa dan Yesus adalah sama, yang membedakan adalah cara dalam memuliakannya berdasarkan ajaran agama masing-masing. Jika dalam agama Islam mengajarkan ajaran tauhid melalui Rasul Muhammad untuk mengimani Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan Nabi/Rasul Allah lainnya sebagai utusannya termasuk ‘Isa/Yesus. Lain halnya dengan mengajarkan dogma-dogma yang dibentuk oleh manusia Paulus dari Tarsus hingga lahirlah agama Kristen yang menganggap Yesus/‘Isa adalah Tuhan yang disembah berdasarkan doktirn trinitas setelah dibuatnya doktrin penebusan dosa atas penyaliban Yesus. Sedangkan agama Yahudi mengajarkan bahwa Isa/Yesus adalah anak zina.

Setelah mengetahui bahwa ‘Isa dan Yesus adalah pribadi yang sama, kali ini kita akan membahas mengenai pandangan sosok tersebut dalam perspektif yang berbeda berdasarkan 3 agama besar yakni Islam, Yahudi, dan Kristen.

Bagaimana pemahaman orang Yahudi terhadap Yesus? Isa/Yesus disebut dengan nama Yesu (Yeshu) dari Nazaret. Oleh Rabbi Moses ben Maimon (Tokoh otoritas Yahudi) dalam surat-surat kepada orang-orang Yahudi di Yaman menyatakan dalam bahasa Arab-Ibrani bahwa, Yesus merupakan orang Nazaret dari keturunan Israel dan beliau adalah anak zina yang memiliki seorang ayah dari Ghoi (orang asing/non-israel) dan ibunya orang Israel dari keturunan Israel. Sebagai umat Islam tentu kita tidak ikut campur dalam urusan orang Yahudi, tapi ini adalah bentuk pemahaman mereka mengenai Yesus/Isa yang dianggap sebagai anak zina dari seorang pezina.

Bagaimana pemahaman orang Kristen terhadap Yesus? Tak dipungkiri lagi ajaran Kristen memahami kelahiran Isa sebagai anak suci bahkan dianggap sebagai salah satu bentuk Tuhan dalam doktrin trinitas yang sejatinya dogma ketuhanan yang tidak didasari dari kitab Injil dan justru menyesatkan. Dogma-dogma tersebut justru melenceng jauh dari ajaran Tauhid yang disampaikan oleh Yesus. Bahwa sejatinya Yesus adalah utusan Tuhan dan satu-satunya Tuhan yang wajib disembah adalah Allah, namun dengan adanya doktrin trinitas tersebut justru menghancurkan ajaran Yesus yang sebenarnya. Ingatlah bahwa agama Kristen didirikan oleh manusia dengan dasar doktrin-doktrin menyesatkan yang tidak berdasar tersebut dan Yesus sejatinya membawa ajaran Tauhid atas perintah dari Allah. Dan juga perhatikan dengan jelas orang Kristen justru tidak mengamalkan ajaran Yesus dalam kitabnya (Injil) sebagaimana dilarangnya dengan sangat tegas untuk tidak minum-minuman keras, wine, dan makan babi tetapi justru oleh mereka justru dilanggar. Beginikah cara memuliakan Yesus dalam Kristen? Bukankah justru menghina karena perkatannya tidak amalkan dengan baik oleh umatnya.

Bagaimana pemahaman orang Islam terhadap Yesus? Ternayata dalam Alqur’an telah mengkonfirmasi dan membantah tuduhan bahwa “Yesus adalah anak zina” dalam firman Allah surat Maryam ayat 28 menyatakan tentang bagaimana pandangan Al-qur’an mengenai Maryam dan anak kandung Maryam.

يَٰٓأُخْتَ هَٰرُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ ٱمْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

Artinya: Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”

Dalam ayat tersebut jelas merupakan konfirmasi dari Al-qur’an karena terhadap tuduhan yang dulu oleh dilakukan orang Yahudi kepada Isa, bahkan sampai sekarang pun. Dari sini kita tauh adanya perbedaan dalam memaknai kelahiran Isa. Menurut Al-qur’an seorang Isa adalah anak yang suci sama seperti pemahaman versi Kristen, hanya saja memiliki perbedaan dalam cara memuliakannya. Al-Qur’an sebenarnya adalah penengah yang baik, jika Yahudi terlalu melecehkan Yesus dan Kristen terlalu memuliakannya hingga menyebutnya Tuhan, maka Islam menganggap bahwa beliau adalah Rasul yang dimuliakan Allah seperti rasul yang lainnya. Oleh karena itu orang kristen janganlah terlalu membenci Islam karena kami juga wajib mengimani Yesus sebagaimana Nabi/Rasol lainnya dan kami muliakannya dengan proporsional, tidak mengurangi dan melebihkan.

Sesungguhnya Allah memerintahkan kita (ummat Islam) untuk senantiasa mengajak saudara kita yang belum mendapatkan hidayah Allah untuk berusaha mendapatkan hidayah-Nya dengan cara belajar agama Islam. Bersama Mualaf Center Medan dibawa naungan Mualaf Center Nasional AYA SOFYA, siap membantu mualaf yang membutuhkan pertolongan baik secara fisik, materi, ataupun solusi dari masalah yang dialami seorang mualaf. Melakukan pembinaan atau advokasi bagi mualaf di seluruh Indonesia untuk mendalami dan mengamalkan ajaran agama Islam dalam kesehariannya, serta membina para mualaf agar produktif dalam syi’ar dan dakwah, serta mandiri secara finansial dalam kehidupan yang berlandaskan iman, taqwa, dan cinta tanah air.


Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).


ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?

REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-00-4040-12
AN. YAYASAN THORIQUSSALAM INDONESIA QQ AYA SOFYA INDONESIA


SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:

MUALAF CENTER AYA SOFYA


MEDIA AYA SOFYA

Website: www.ayasofya.id

Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA

YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA

Instagram: @ayasofyaindonesia

Email: ayasofyaindonesia@gmail.com


HOTLINE:

+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100

+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.