Kisah mualaf kali ini berasal dari seorang gadis cantik dari Kota Surabaya. Lahir dari keluarga yang berbeda agama, ayahnya beragama Kristen dan ibunya beragama Islam. Namun, diusianya yang masih muda itu harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah bercerai. Semenjak itu ia tinggal bersama tantenya yang merupakan adik dari sang ayah.
Hari-harinya tidak mudah dan dilanda kebingunan jati diri karena negara sudah mengakui bahwa dirinya telah beragama Islam. Status keagamaan dalam KTPnya adalah Islam. Namun, kenyataannya menjalankan ritual ibadah agama lain sebagaimana mengikuti agama sang tante yang beragama Kristen. Gadis cantik dari Kota Surabaya ini adalah Mbak Tania.
Beruntungnya ia masih memiliki seorang teman yang peduli dengan kebimbangan hatinya. Seorang teman dari keluarga Islam. Bu Erna yang merupakan ibu dari temannya itu telah menganggap Mbak Tania sebagaimana anaknya sendiri. Kisah mulianya yang ingin memeluk Islam dan menjadi mualaf disambut baik oleh bu Erna dan keluarganya. Beliau siap memenuhi kebutuhan hidupnya. Hingga saat ini Mbak Tania tinggal bersama keluarga ibu Erna dan menganggap beliau sebagaimana orang tuannya sendiri.
Motivasi masuk Islam
Pensyahadatan dilakukan di Masjid Ad Da’wah Kemlaten Surabaya dan dipimpin oleh Ust. Zainal Arifin. Diusianya yang masih muda, 18 tahun, pada akhirnya Mbak Tania bisa memantapkan diri untuk memeluk agama Islam. Kami pun berkesempatan untuk bertanya perihal kisah dan motivasinya yang ingin kembali ke Islam dan menjadi mualaf.
“Saya dari kecil itu memang agamannya sudah Islam, Ustadz. Pada saat itu saya dipaksa ayah saya untuk ikut agamanya jadi saya mau tidak mau ikuti saja karena waktu itu saya masih kecil. Terus ketika orang tua saya berpisah, baru setelah itu saya bisa masuk Islam lagi”. Kata Mbak Tania saat menjelaskan kisah dan motivasinya yang ingin menjadi mualaf.
Pada Malam hari ini, Mbak Tania berhasil memantapkan diri dengan pilihannya untuk kembali memeluk agama Islam. Keinginannya ini murni dari hatinya, tanpa ada paksaan atau intervensi dari pihak manapun. Penuh dengan keridhoan untuk kembali kejalan yang benar yakni agama Islam. Prosesi pensyahadatan pun dimulai dengan membaca kalimat basmallah terlebih dahulu. Kemudian disambung dengan 2 kalimat syahadat beserta artinya dalam bahasa Indonesia.
“Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah“. Dua kalimat syahadat diucapkan oleh Mbak Tania dengan kemantapan hati dan keyakinan penuh.
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”. Sambungnya yang membacakan terjemahan dari kalimat syahadat.
Alhamdulillah… Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, maka dengan ini Mbak Tania sah secara agama dan resmi secara negara menjadi bagian dari umat Islam. Segala puji syukur kepada Allah dengan bertambahnya saudara kita yang telah kembali pada jalan kebenaran yakni Agama Islam. Semoga Mbak Tania bisa Istiqomah menjalankan kewajiabannya sebagai seorang muslimah.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa menjadi seorang muslim atau muslimah tidak cukup bersyahadat saja. Meski itu itu menjadi syarat sah seseorang memeluk Islam. Sejatinya memutuskan untuk memeluk agama Islam berati siap menjalankan tugas dan kewajibannya dalam beribadah kepada Allah. Bentuk ibadah kita kepada Allah, paling tidak dengan menjalankan rukun Islam: syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji (bila mampu).
Dokumen yang perlu disiapkan agar keIslaman diakui negara
Selanjutnya agar ke-Islamannya diketahui masyarakat dan diakui pemerintah, hingga dapat dicantumkan dalam identitas diri, maka semestinya ucapan syahadatain diikrarkan di depan ulama’ dan para saksi untuk kemudian diberi sertifikat sebagai tanda bukti.
Hal tersebut juga bertujuan untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan seputar hak beragama bagi warga negara di Indonesia. Berikut ini adalah persyaratan lain sebagai pendukung yang harus disiapkan bagi calon mualaf yang ingin masuk islam:
- Foto kopi KTP
- Foto kopi KK
- Foto kopi Akte Lahir
- Foto kopi Surat Baptis
- Foto 4 x 6 = 2 Lembar
- Materai 2 Lembar
Mualaf Center Nasional Aya Sofya senantiasa menyambut dengan hangat saudara kita yang telah mendapatkan hidayah ingin memeluk agama Islam dengan adanya pembinaan dari mulai pengenalan dasar ke-Islaman hingga mempelajari ilmu keagamaan mulai dari tingkat dasar sampai lanjutan.
Lembaga ini juga difokuskan dalam pemberdayaan ummat kepada para mualaf di seluruh Indonesia dengan menjadi media perantara yang menyalurkan dan menjembatani para Muhsinin (orang-orang baik) untuk saling berbagi sebagian rizkinya kepada saudara kita para mualaf dhuafa di pelosok-pelosok nusantara.
“Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai Agamaku dan Muhammad sebagai Nabi-ku dan Rasul utusan Allah”: maka aku adalah penjaminnya, dan akan aku gandeng dia dengan memegang tangannya, sampai aku memasukkannya ke dalam Surga. (HR. At-Thabrani)
Rekomendasi Artikel:
- Kisah Pemuda Sebatang Kara yang Ingin Menjadi Mualaf Setelah Sekian Lama Mendalami Islam
- Kisah Mualaf Asal Surabaya yang Masuk Islam Saat Istrinya Masih Beragama Kristen
- Kisah Mualaf yang Masuk Islam karena Al-Qur’an Lebih Lengkap daripada Alkitab
- Mantan Pendeta Dantje Mumek Mensyahadatkan Mualaf yang Masuk Islam
- Mantan Pendeta Dantje Mumek Mensyahadatkan Mualaf yang Masuk Islam
Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).
ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?
REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA
SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:
MUALAF CENTER AYA SOFYA
MEDIA AYA SOFYA
Website: www.ayasofya.id
Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA
YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA
Instagram: @ayasofyaindonesia
Email: ayasofyaindonesia@gmail.com
HOTLINE:
+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100
+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361
ADDRESS:
SIDOARJO: MASJID AYA SOFYA SIDOARJO, Pasar Wisata F2 No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
MALANG: INSAN MOKOGINTA INSTITUTE, Puncak Buring Indah, Citra Garden, Kota Malang, Jawa Timur.
SURABAYA: Purimas Regency B3 No. 57 B, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294.
DEPOK: Jl. Tugu Raya No. 8 Kelapa Dua Cimanggis, Depok.

Pingback: KISAH MUALAF | MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYAMUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
Pingback: KISAH MUALAF | MCN AYA SOFYAMUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA