PENEMUAN TERBARU: NAMA NABI MUHAMMAD TERTERA ASLI DI BIBLE || Eksklusif Ust. Kainama (Part 1)

اعوذ بالله السّميع العليم من الشيطان الرجيم
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِين
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
(Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 2).

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ
أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالُوا۟ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ
Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.
(Al-Qur’an Surat As-Shaff ayat 6).


Pembukaan.
A’uu dzu billahi minasy syaithaanir rajiim
Bismillahir rahmaanir rahiim
Alhamdu lillahi rabbil ‘aalamiin
Asy hadu an laa ilaaha illaallahu wahdahu laa syariika lah, wa asy hadu anna sayyidanaa muhammadan ‘abduhu wa rasuuluuh
Wash shalaatu was salaamu’alaa rasuulillah, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa man waalaah
Laa haula wa laa quwwata ilaa billaah,
ammaa ba’du

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaiton yang terkutuk, dan dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala pujian dan rasa syukur hanya kepada Allah pemilik seluruh alam beserta segala isinya. Sholawat beserta salam kiranya tercurah bagi baginda nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam rasulullah, beserta seluruh keluarganya, sahabatnya, para thabi’in, thabi’ut thabi’in dan juga kiranya kita sekalian umat Islam di saat ini menerima karunia keberkahan dari Allah subhanahu wa ta’ala, amin ya robbal al amiin.

Di tengah rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala ni’mat dan kurnia-Nya sehingga seseorang seperti saya ini dapat hidup didalam keselamatan dan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala yang menarik diri saya dari kegelapan yang membuat diri ini merasa sombong didalam kesesatan dan kesalah pemahaman akan nilai-nilai kebenaran, untuk kemudian menuntunku kepada cahaya yang menyelamatkan yaitu cahaya kebenaran sejati didalam Islam serta keberkahan karena Allah subhanahu wa ta’ala memberikan contoh tauladan sebagai pegangan dalam meniti kehidupan dunia yang sekejap ini yaitu Al-Qur’annulkariim dan hadits serta sunnah rasulullah salallahu alaihi wassalam.

Keberagaman didalam kesatuan, ke-bhineka-an dalam ke-manunggal-an, bhineka yang ika menumbuhkan kenyamanan dan kedamaian berkehidupan di negara ini, walaupun di suatu saat dan tempat tertentu harus diakui bahwa ada pula riak-riak ketidak selarasan di beberapa hal kecil bidang kehidupan bermasyarakat dan kehidupan ber-negara, hal ini justru membuat kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia tampil indah bagaikan riak biru ombak di tepi lautan

Kebahagiaan inilah yang kemudian menuntun saya untuk sedapat mungkin secara baik, menyusun satu-dua kumpulan pengalaman tentang ‘dialog iman saya’ yang adalah seorang muallaf, yaitu seorang kristiani yang kemudian menerima hidayah kebenaran Islam untuk menjadi seseorang yang memeluk agama Islam.

Dan untuk kemudian pengalaman tersebut dituliskan sebagai sebuah kesimpulan sederhana yang insya Allah dapat memberikan suatu manfa’at bagi semua saudara yang membacanya, baik para pembaca yang datang dari lingkup persaudaraan muslimin dan muslimat, ataupun dari saudara-saudara non muslim.

Saya sungguh-sungguh memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala di dalam do’a.

Saya pun berusaha dengan segala kemampuan, dan dengan berdasar pada sumber referensi penelaahan yang valid dan terbukti keabsahannya, di samping itu juga disertai dengan pengetahuan dan pemahaman saya yang didapat dari pengalaman saat saya belajar alkitab, saya juga berusaha dengan sekuat tenaga  untuk menggunakan bahasa tulisan  dan tatanan kata yang umum dan biasa dipakai didalam kehidupan bersosialisasi sehari-hari.

Saling bersandingnya tulisan pemahaman yang saya ajukan dengan mencantumkan kutipan ayat bible dan kemudian ada beberapa titik pemahaman yang saya runut kepada petunjuk dari ayat Al-Qur’annul kariim di dalam tulisan  ini, kiranya tidak ditafsirkan sebagai suatu perbuatan  untuk “membanding-bandingkan ayat Al-Qur’an dengan ayat bijble”.

Dengan begitu, tulisan tentang pemahaman seorang muallaf ini pada intinya bukanlah tulisan yang ditulis untuk tujuan menghina salah satu iman kepercayaan agama selain Islam.

Sama sekali bukan.

Tulisan ini bukanlah tulisan yang berisikan hal-hal yang merendahkan atau melecehkan salah satu agama di tanah republik ini, atau bahkan lebih dari itu, tulisan ini bukanlah tulisan yang berisikan pendapat atau pemikiran pribadi beralaskan pada suatu kepentingan yang pada akhirnya dapat menjadi pemicu pemikiran dan tindakan intoleransi dan profokasi yang ujung-ujungnya akan memecah belah kesatuan dan kerukunan antar umat beragama di negeri ini.

Semoga Allah subhana wa ta’ala meridhoi agar  tulisan ini benar-benar ditulis sebagai gambaran rasa syukur dan sukacita seorang muallaf yang menjadi lebih sayang kepada semua saudaranya non muslim, dan kiranya nampak pada kenyataannya bahwa seorang muallaf adalah seseorang yang telah merasakan karunia hidayah dari Allah subhana wa ta’ala, untuk kemudian membuka pengertian dan pengetahuan nya akan inti dari kitab suci yang selama ini dipercayai dan dipelajarinya.

Hidayah Allah subhanahu wa ta’ala melalui terbukanya mata hati dan pengertian akan kitab suci dari seorang muallaf inilah, yang akan bersama-sama kita baca di dalam tulisan ini, dan semoga pula dapat menjadi masukan pengetahuan bagi saudara-saudara  kaum muslimin dan muslimat, sehingga menjadikan suatu cara pandang baru dalam melihat keimanan dan pemikiran keagamaan saudara-saudara kita non muslim, dalam hal ini secara lebih khusus, saudara umat Kristian dan saudara umat katholik dari sisi pandang saudara muallafnya yang bertoleransi didalam pandangan bernegara di Indonesia ini, pandandangan filosofi Negara kita, Pancasila.

Kiranya tidaklah menjadi sesuatu yang menyakiti hati pembaca yang bukan beragama Islam apabila membaca tulisan ini, dikarenakan tiada maksud penulis untuk menyakiti hati atau menyinggung perasaan pembaca yang non muslim disaat membaca tulisan ini,

Tulisan ini hanyalah sebagai penyampai rasa sayang sebagai saudara yang telah menerima keberkahan Allah subhana wa ta’ala melalui “kasih yang sempurna” yaitu kasih sayang Allah SWT melalui agama Islam.

Saudara ku pembaca,
Berulang-ulang kali telah saya sampaikan, baik didalam video maupun tulisan saya, bahwa setiap paparan saya adalah suatu penyampaian pengalaman saya sebagai muallaf kepada saudara muslimiin dan muslimat tentang pemahaman dan hasil riset saya terhadap ayat-ayat alkitab yang untuk kemudian menuntun saya untuk menerima dan mengucapkan dua kalimat suci syahadat.

Seluruh paparan saya yang meilibatkan ayat-ayat alkitab, sekali lagi, bukanlah untuk memperbandingkan agama Islam dan Kristen atau Katolik, melainkan – ayat-ayat alkitab tadi saya haturkan sebagai gambaran riset saya sebelum saya mengucapkan dua kalimat suci syahadat.

Seperti pada saat saya membaca dua ayat Al-Qur’annul kariim diatas.
Surat Al-Baqarah ayat 2 dan Surat As-Shaff ayat 6.

Pada saat saya membaca kedua ayat suci Al-Qur’an di atas, maka tergeraklah hati saya untuk (sedapat mungkin) mencari bukti yang baik, dan yang pada awalnya saya berkeinginan untuk membuktikan bahwa kedua ayat Al-Qur’an di atas tadi tidaklah benar.

Namun sebaliknya.
Saya menemukan kebenaran yang ‘terlewati’ didalam alkitab, tentang esensi ayat didalam kitab Yesaya pasal 42 ayat 1, kitab Yohanes pasal 14 ayat 16, dan kitab Yohanes pasal 16 ayat 13, dan masih banyak ayat-ayat lain yang pada dasarnya mengandung penjelasan tentang : “Akan datangnya seorang utusan dan hamba Allah setelah Yesus Kristus”.

Pada akhir dari kata pembuka ini ingin saya sampaikan dengan segala kerendahan hati bahwa, saya menampilkan pemaparan ini adalah sebagai cerita saya (Kainama) yang adalah pengalaman pribadi saya, dan bukanlah, sekali lagi, bukanlah, untuk menjadi bahan perdebatan agama antara Islam dan Kristen.

Kalaupun ada di antara saudara Kristen atau Katolik yang tidak setuju dengan tulisan atau paparan saya di dalam video saya, saya sangat menerima hal tersebut dengan terbuka dan juga saya akan menghormati dan menghargai pendapat dari saudara-saudara Kristen dan Katolik yang tidak setuju.

Saya tidak mau berdebat.
Saya meng-imani Surat Al-Baqarah ayat 2 dan Surat As-Shaff ayat 6.
Dan saya mendapati kebenaran ayat tersebut didalam ayat-ayat alkitab.
Itu adalah saya.

Jika saudara Kristen dan Katolik keberatan, itu adalah hak saudara.
Karena kita hidup sekarang ini didalam bingkai Negara Demokrasi Republik Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika Berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang saling menghormati pendapat orang lain.

Hormat saya,

Kainama.


Pendapat Kainama Tentang Nama Ahmad Pada Kitab Yesaya 42:1.

יְשַׁעְיָהוּ
א  הֵן עַבְדִּי אֶתְמָךְ-בּוֹ, בְּחִירִי רָצְתָה נַפְשִׁי; נָתַתִּי רוּחִי עָלָיו, מִשְׁפָּט לַגּוֹיִם יוֹצִיא.

(Dibaca dari kanan ke kiri).
“hen abdii etmakh-bo, behiirii ratstah nafsii ; natatii ruhii alii misfit lagoyim iittsii”.

Kitab Yesaya pasal 42 ayat 1 :
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.

KVJ.
“Behold, My Servant, whom I uphold; My chosen one in whom My soul delights. I have put My Spirit upon Him; He will bring forth justice to the nations.

Pemahaman (menurut Kainama) tentang beberapa kata penting didalam ayat ini adalah :

1. Hamba Allah, yang didalam ayat di atas tertulis dalam bahasa Ibrani nya adalah עבדי abdi (dengan menggunakan huruf ‘ayin), abdi Allah atau Abdullah عبدالله

2. Disebutkan abdi Allah ini adalah אתמך atau etmakh’.

3. Disebutkan bahwa ‘etmakh’ ini adalah abdi Allah yang dicurahkan kepada nya yaitu רוּחִי עָלָיו atau terbaca ‘ruhi alii’, Allah mencurahkan ‘roh’ kepada ‘etmakh’.

4. Dan ‘etmakh’ ini melakukan pengajaran ‘sentences’ atau yang pada ayat di atas tertulis sebagai משפט (misfat yang didalam bahasa Ibrani itu, bahasa inggrisnya sentence).

5. Dan pada bagian akhir ayat tertulis לַגּוֹיִם יוֹצִיא (lagoyiim yotsii), yang artinya ‘go to nations’, atau ‘pergi kepada bangsa-bangsa’, ‘kepada bangsa-bangsa’.

6. Dari beberapa pegangan kata diatas, maka tidaklah berkelebihan jika kita mendapatkan gambaran tentang Yesaya pasal 42 ayat 1 ini sedemikian :

“Hamba Allah atau Abdi Allah (Abdullah) ‘etmakh’ mendapatkan curahan ‘roh’ dari Allah untuk mengajarkan hukum Allah kepada bangsa-bangsa”, atau didalam bahasa Ibrani nya terbaca אלוהים חוק   “khukh ellohim”.

Dan pemahaman saya berikutnya adalah, dari apa yang tertulis didalam kitab Matius pasal 12 ayat 17 dan 18 :

supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
“Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.

KJV.
that it might be fulfilled which was spoken by Isaiah the prophet, saying:
Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgment to the Gentiles

Hebrew Bible.
הן עבדי בחרתי בו ידידי רצתה נפשי נתתי רוחי עליו ומשפט לגוים יוציא׃

Teks asli kitab Bible

Ma’afkan saya sejenak,
Apakah saudara Kristian meng-imani bahwa kitab Yesaya pasal 42 ayat 1 itu firman Tuhan yang sungguh ?

Dan apakah Matius pasal 12 ayat 17 dan 18 itu juga firman Tuhan yang sungguh ?

Jika iya,
Dengan segala kerendahan hati dan permohonan ma’af,

Mengapa Tuhan berbeda dalam mengutip kata-kata Nya sendiri ? (Astaghfirullah Al adziim, Naudzubillahil min dzaliik).

Didalam Yesaya tertulis ‘hen avdii etmakh’ tetapi didalam Matius tertulis ‘hen avdii baharatii’ (atau ‘bahartii)  בחרתי ?

Didalam Yesaya versi King James tertulis “whom I uphold”, tetapi didalam Matius tertulis “whom I have chosen” ?

Yang manakah yang benar ?

Dan lagi selanjutnya, apa yang menurut saya adalah informasi tentang Rasulullah menurut Yesus sebagaimana yang tertulis didalam Bible, yang saya ajukan didalam paparan saya seperti yang tertulis didalam sKitab Yohanes pasal 14 ayat 17 :

yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

KJV.
the Spirit of truth, whom the world cannot receive, because it neither sees Him nor knows Him; but you know Him, for He dwells with you and will be in you.

Hebrew Bible.
כה־אמר יהוה למשיחו לכורש אשר־החזקתי בימינו לרד־לפניו גוים ומתני מלכים אפתח לפתח לפניו דלתים ושערים לא יסגרו׃

Dan juga seperti apa yang tertulis didalam Kitab Yohanes pasal 16 ayat 13 :
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran ; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

KJV.
However, when He, the Spirit of truth, has come, He will guide you into all truth; for He will not speak on His own authority, but whatever He hears He will speak; and He will tell you things to come.

Hebrew Bible.
ורוח האמת בבאו הוא ידריך אתכם אל כל האמת כי לא ידבר מעצמו כי אם אשר ישמע ידבר והאתיות יגיד לכם׃

Teks asli kitab Bible

Beliau Yesus didalam Bible selalu mengatakan dan menekan kan, bahwa yang akan datang setelah beliau adalah ‘roh kebenaran’  ורוח האמת (terbaca : ruah ha’amat) ‘roh – amat’, dan bukan ‘roh kudus’ atau רוח קודש  ‘ruah – khodes’ sebagaimana yang selalu diklaim oleh saudaraku Kristian.

Didalam kitab Perjajian Baru, kata ‘Roh Kudus’ dalam bahasa Yunani nya adalah πνεῦμα ἅγιον (terbaca : pneuma hagion atau pneuma hogion), sedangkan kata ‘roh kebenaran’ yang terdapat didalam Yohanes 14 dan 16 dalam bahasa Yunani nya adalah πνεῦμα τῆς ἀληθείας (terbaca : pneuma tes aletheias).

Sekali lagi,
Kata ‘roh kudus’ didalam bahasa Ibrani nya adalah ‘ruah ha khodesh’ dan kata ‘roh kebenaran’ adalah ‘ruah ha amat’.

Mari bedakan, dengan hati terbuka dan kejujuran.
Apakah beliau yang mulia Yesus tidak tau membedakan ; mana yang ‘ruah ha khodesh’ dan mana yang ‘ruah ha amat’ ?

Berbeda bukan ?

Karena sangatlah jelas sekali tertulis dalam Bible, bahwa Yesus tidak pernah menjanjikan yang akan datang setelah beliau adalah ‘roh kudus’ melainkan ‘roh kebenaran’, karena beliau Yesus didalam kitab Yohanes pasal 20 ayat 22 telah ‘menghembuskan roh kudus’ kepada murid-muridnya.

Yohanes 20:22
Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus

KJV.
And when He had said this, He breathed on them , and said to them, “Receive the Holy Spirit.

Hebrew Bible.
ויהי בדברו זאת ויפח בהם ויאמר אליהם קחו לכם את רוח הקדש׃

Textus Receptus 1955.
καὶ τοῦτο εἰπὼν ἐνεφύσησεν καὶ λέγει αὐτοῖς Λάβετε πνεῦμα ἅγιον·

Teks asli kitab Bible

Sungguh,
Yesus adalah seseorang yang sangat baik karena telah menunjukan dengan jelas bahwa beliau membedakan antara ‘roh kudus’ dengan ‘roh kebenaran’.

Menurut informasi yang sangat valid dari Yesus sendiri bahwa yang akan datang itu adalah ‘ruah ha amat’ – ‘amat’ – ‘roh amat’ – dan bukan ‘ruah ha khodesh’.

Allahu Akbar !
Yesus mengabarkan kedatangan Rasulullah shalallahu alaihi wa salaam.

Ma’af,
Kita kembali kepada ayat yang menjadi inti masalah dari statement Kainama, tentang ayat Yesaya pasal 42 ayat 1.

Inti masalah nya adalah pada kata :

1. uphold, didalam bahasa Ibrani adalah : לקיים Terbaca : lekhi’im

2. hold atau pegang, didalam bahasa Ibrani nya adalah : להחזיק (terbaca : lehhatzikh).

3. Dan kata ‘keep’ atau yang di-Indonesia-kan menjadi ‘tetap berpegang teguh’ itu bahasa Ibrani nya adalah לשמור (terbaca : leshemor).

Sedangkan אתמך (terbaca : etmakh) artinya : with you.

Sedangkan didalam kitab Yesaya pasal 42 ayat 6 tertulis :
Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,

King James Bible.
I the LORD have called thee in righteousness, and will hold thine hand, and will keep thee, and give thee for a covenant of the people, for a light of the Gentiles;

Hebrew Bible.
אֲנִ֧י יְהוָ֛ה קְרָאתִ֥יךָֽ בְצֶ֖דֶק וְאַחְזֵ֣ק בְּיָדֶ֑ךָ וְאֶצָּרְךָ֗ וְאֶתֶּנְךָ֛ לִבְרִ֥ית עָ֖ם לְאֹ֥ור גֹּויִֽם׃

Didalam ayat ke-enam pasal 42 kitab Yesaya, timbul lagi kata ‘hold’ atau ‘pegang’. Tetapi kata ‘hold’ disini – didalam bahasa Ibrani nya – justru dipakai kata וְאַחְזֵ֣ק (terbaca : veahtzekh, yang adalah bersumber dari kata memegang yang asli yaitu  להחזיק – lehhatzikh – dan bukan אתמך – terbaca : etmakh.

Singkatnya,
Kata ‘hold’ atau ‘pegang’ atau ‘uphold’ atau ‘memegang’ pada kitab Yesaya pasal 42 ayat 1 didalam bahasa Ibrani nya menggunakan kata ‘etmakh’ yang artinya ‘with you’, sedangkan pada ayat 6 dipakai kata bahasa ibrani menggunakan kata yang sesungguhnya untuk kata ‘pegang’ atau ‘uphold’ yaitu ‘lehhatzekh’.

Dan ternyata, kata ‘etmakh’ ini, memang hanya diketemukan satu kali didalam seluruh tulisan kitab Torah, Nevi’im, dan Kethubvi’im.

Hanya satu kali !

Kata ‘etmakh’ hanya ada di kitab Yesaya pasal 42 ayat 1.

Tidak ada lagi di ayat lain, di seluruh kitab Torah, Nevi’im, Khethubvi’im.

Ada ratusan ayat didalam Torah – Nevi’im – Kethubvi’im yang terdapat kata ‘pegang’ atau ‘hold’ atau ‘uphold’.

Tetapi, semua kata ‘pegang’ – ‘memegang’ – ‘berpegang’ – ‘hold’ – ‘uphold’ – ‘keep’ – kesemuanya tidak ada yang menggunakan kata bahasa Ibrani ‘etmakh’ melainkan ‘lekhi’im’ – ‘lehhatzikh’ – atau ‘leshemor’.

Hebrew Bible.
כה־אמר יהוה למשיחו לכורש אשר־החזקתי בימינו לרד־לפניו גוים ומתני מלכים אפתח לפתח לפניו דלתים ושערים לא יסגרו׃

Hebrew Bible diatas berasal dari Kitab Yesaya pasal 45 ayat 1 :
Beginilah firman TUHAN: “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:

Hebrew Bible diatas berasal dari Kitab Yesaya pasal 45 ayat 1 :

Beginilah firman TUHAN: “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:

King James Bible.
Thus saith the LORD to his anointed, to Cyrus, whose right hand I have holden, to subdue nations before him; and I will loose the loins of kings, to open before him the two leaved gates; and the gates shall not be shut;

Didalam ayat ini kata ‘pegang’ atau ‘held’ atau ‘hold’ atau perfect past tense nya adalah ‘holden’, bahasa Ibrani nya menggunakan kata הֶחֱזַ֣קְתִּי – terbaca : ‘hehetzekhti’ – yang adalah kata bentukan dari kata dasar ‘lehatzikh’, kata bahasa Ibrani yang baku untuk ‘hold’ atau ‘pegang’.

Disaat saya mendapati turutan tulisan pada ayat-ayat diatas, maka saya, sekali lagi saya, mendapatkan kesimpulan bahwa tulisan ayat ‘yang Ku pegang’ tidaklah hanya ada pada Yesaya pasal 42 ayat 1, melainkan juga ada di Yesaya pasal 45 ayat 1.

Saya, sekali lagi saya, sempat berkesimpulan bahwa ‘etmakh’ yang tertulis didalam kitab Yesaya 42 ayat 1 itu adalah ‘Koresh al-masih’ atau ‘Koresh kristus’ (karena didalam bahasa Ibrani nya tertulis : למשיחו לכורש atau terbaca “lemashihu lekoresh”), namun ternyata : BUKAN.

Mari kita lihat kitab Yesaya pasal 45 ayat 1 :
Beginilah firman TUHAN: “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:

‘Koresh yang di-urapi’, atau ‘Koresh al-masih’, atau ‘Koresh kristus’ (karena arti kata ‘mesiah’ atau ‘al-masih’ atau ‘kristus’ adalah : ‘the anointed one’ atau ‘yang di-urapi’), adalah seseorang yang ‘di-urapi’ Tuhan dan di ‘pegang tangan nya’ untuk membebaskan bangsa Israel yang saat itu menjadi tawanan di kerajaan nya, dengan mebuka pintu-pintu gerbang bagi kebebasan bangsa tawanan yaitu bangsa Israel.

“Ketika Babilonia menaklukkan Yudea tahun 586 SM, mereka memboyong orang Yudea ke Babilonia. Tetapi lima puluh tahun kemudian, sesudah Koresh menaklukkan Babilonia, dia beri izin orang-orang Yahudi kembali ke kampung halamannya. Kalau tidak karena Koresh, rasanya orang-orang Yahudi akan musnah sebagai kelompok yang terasing pada abad ke-5 SM”
(Sumber : Media.isnet.org/iptek/100/Cyrus.html).

Koresh bukanlah seseorang yang ‘dipegang tangan nya’ oleh Tuhan untuk mengajarkan hukum-hukum Tuhan, hukum-hukum Allah kepada bangsa-bangsa.

Saya, sekali lagi saya, mengambil kesimpulan dari ayat ini bahwa : kitab Yesaya pasal 42 ayat 1 bukanlah menunjuk kepada Koresh.

Lalu, marikita lihat lagi ayat berikutnya.
Kitab Yesaya pasal 22 ayat 20 sampai 23 :
22:20
Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia:22:21 

Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.
22:22         

Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
22:23   

Aku akan memberikan dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh; maka ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi kaum keluarganya.

Elyakim bin Hilkia, ternyata juga bukanlah menunjuk pada tokoh ‘etmakh’ yang tertulis didalam Yesaya pasal 42 ayat 1, karena beliau orang suci Elyakim diutus hanya bagi penduduk Yerusalem, kaum Yehuda, keturunan Daud, dan keluarga beliau.

Orang suci Elyakim bin Hilkia, bukanlah orang yang diutus Tuhan untuk mengajarkan hukum-hukum Tuhan bagi bangsa-bangsa.

Kemudian, Kitab Yesaya pasal 42 ayat 1, sepertinya juga bukanlah membicarakan nabi Yakub.Karena kitab Yesaya diperkirakan ditulis pada tahun antara 700 SM sampai tahun 680 SM (sumber : sabda.org/sejarah/artikel/pengantarfulllifeyesaya.htm), sedangkan nabi Yakub hidup antara tahun 1750 SM sampai tahun 1570 SM. “Tradisi tentang Yakub terhimpun selama beberapa abad, namun sejauh dapat diperkirakan bahwa Yakub adalah pribadi historis, agaknya ia hidup pada periode antara 1750 dan 1570 SM.
(sumber : alkitab.sabda.org).

Kitab Yesaya pasal 43 ayat 1 sampai ayat 28 :

43:1
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.

43:2     
Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.         

43:3 
Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu.        

43:4      
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.    

43:5        
Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat.      

43:6 
Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi,             

43:7   
semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!”          

43:8   
Biarlah orang membawa tampil bangsa yang buta sekalipun ada matanya, yang tuli sekalipun ada telinganya!          

43:9           
Biarlah berhimpun bersama-sama segala bangsa-bangsa, dan biarlah berkumpul suku-suku bangsa! Siapakah di antara mereka yang dapat memberitahukan hal-hal ini, yang dapat mengabarkan kepada kita hal-hal yang dahulu? Biarlah mereka membawa saksi-saksinya, supaya mereka nyata benar; biarlah orang mendengarnya dan berkata: “Benar demikian!”   

43:10       
“Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.     

43:11            
Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.

43:12 
Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan Akulah Allah.           

43:13            
Juga seterusnya Aku tetap Dia, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku; Aku melakukannya, siapakah yang dapat mencegahnya?”

43:14            
Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Oleh karena kamu Aku mau menyuruh orang ke Babel dan mau membuka semua palang-palang pintu penjara, dan sorak-sorai orang Kasdim menjadi keluh kesah.

43:15            
Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel.”

43:16   
Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,         

43:17   
yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah–mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu–,

43:18            
firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!

43:19 
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.          

43:20            
Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku;

43:21            
umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”

43:22            
“Sungguh, engkau tidak memanggil Aku, hai Yakub, dan engkau tidak bersusah-susah karena Aku, hai Israel.

43:23            
Engkau tidak membawa domba korban bakaranmu bagi-Ku, dan tidak memuliakan Aku dengan korban sembelihanmu. Aku tidak memberati engkau dengan menuntut korban sajian atau menyusahi engkau dengan menuntut kemenyan.

43:24            
Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu. Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu.

43:25            
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.

43:26            
Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar!

43:27            
Bapa leluhurmu yang pertama sudah berdosa, dan jurubicaramu telah memberontak terhadap Aku.

43:28            
Jadi Aku terpaksa menajiskan pemimpin-pemimpin tempat kudus, dan terpaksa menyerahkan Yakub untuk ditumpas dan Israel untuk dinista.”

Menurut kitab Yesaya pasal 43 :
Yakub, bukanlah ‘etmakh’ sebagaimana yang tertulis didalam kitab Yesaya pasal 42 ayat 1, disebabkan karena pada pasal bacaan utuh ini diterangkan bahwa, “Yakub adalah seseorang yang beliau bersama seluruh keturunan nya ‘mendapatkan’ atau ‘diberikan’ pengampunan oleh Tuhan, oleh Allah, dan Tuhan lah yang mengumpulkan kembali keturunan Yakub yang tercerai-berai diantara bangsa-bangsa, lalu dikumpulkan kembali oleh Tuhan di tanah yang diberikan Tuhan kepada Yakub”.

Mohon dibaca Yesaya pasal 43 ayat 24 :

Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu. Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu

Didalam ayat ini justru dikatakan Tuhan bahwa Yakub ‘memberati’ Tuhan dengan dosa. Yakub ‘menyusahkan’ Tuhan dengan kesalahan.

Lalu pada ayat nya yang ke 28 :

Jadi Aku terpaksa menajiskan pemimpin-pemimpin tempat kudus, dan terpaksa menyerahkan Yakub untuk ditumpas dan Israel untuk dinista.”

Pada ayat 28, Tuhan berkata bahwa :
“Tuhan terpaksa menajiskan…….”

Menurut saya,
Yakub bukanlah ‘etmakh’ pada kitab Yesaya pasal 42 ayat 1.

Daud.
Juga menurut saya,
Daud bukanlah ‘etmakh’ pada kitab Yesaya pasal 42 ayat 1.

Mari kita membaca kitab Yesaya pasal 7 ayat 13 sampai 15 :

7:13
Lalu berkatalah nabi Yesaya: “Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?

7:14
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

7:15   
Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik,

Justru didalam kitab Yesaya pasal 7 ini kita melihat bahwa : “keluarga Daud adalah keluarga yang ‘melelahkan Tuhan’, (ayat 13).
Dan dari keturunan Daud, Tuhan akan memberikan tanda yaitu : tanda lahirnya seorang anak laki-laki yang diberi nama Imanuel (Imanuel atau Immanuel adalah sebuah nama yang berasal dari bahasa Ibrani עִמָּנוּאֵל “”El” atau Allah beserta kita”. Nama ini terdiri dari dua kata Ibrani: אל El, artinya Allah dan עמנו Immanu, artinya “beserta kita”, “bersama kita” atau “dengan kita).

Imanuel didalam bahasa Arab nya adalah “innallaha ma ‘ana” إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا       

(Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 40).
Anak keturunan Daud ini – menurut kitab Yesaya pasal 7 ini – akan memiliki tanda : anak yang sebelum masa baligh akan memakan ‘dadih’ (dadih/da·dih/ n air susu sapi, kerbau, dan sebagainya yang pekat atau dikentalkan; – sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia) atau yang kita kenal dengan ‘yoghurt’, dan juga anak itu akan makan atau minum ‘madu’.

Lagi, lagi, dan lagi, menurut saya, Seturut denga kitab Yesaya, bahwa Daud bukanlah yang dituliskan ‘etmakh’ didalam kitab Yesaya pasal 42 ayat 1.

Bagaimana dengan Musa ?
Musa adalah hamba Tuhan yang membawa hukum Taurat – yang kemudian diajarkan oleh beliau Musa kepada bani Israel, dan bukan ‘etmakh’ yang akan, sekali lagi – akan, mengajarkan hukum-hukum Tuhan kepada bangsa-bangsa.

Kembali kepada kitab Yesaya pasal 42 ayat 1 menurut tulisan pada gulungan kitab laut mati.
Musa, tidak bisa dipadankan dengan ‘etmakh’.
Mohon ma’af.


TULISAN INI DIULAS JAUH LEBIH MENARIK DI BAGIAN-2:

PENEMUAN TERBARU: NAMA NABI MUHAMMAD TERTERA ASLI DI BIBLE || Eksklusif Ust. Kainama (Part 2)


Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).


Silahkan dibaca artikel menarik kami lainnya berjudul:

300 ORANG SUKU TAU TAA WANA BERBONDONG-BONDONG MASUK ISLAM

Hubungi kami:
MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
HOTLINE-1: +62 8233-121-6100 (WhatsApp, Call, SMS)
HOTLINE-2: +62 8233-735-6361 (WhatsApp, Call, SMS)
HOTLINE-3: +62 8571-048-3731 (WhatsApp, Call, SMS)

Chat WA:
wa.me/6282331216100
wa.me/6282337356361

Email: ayasofyaindonesia@gmail.com
Webwww.ayasofya.id
Facebook: mualaf center aya sofya
Instagram: aya sofya indonesia

ADDRESS:
– Pasar Wisata F2 No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
– Jl. Tugu Raya No. 8 Kelapa Dua Cimanggis, Depok, Jawa Barat.


ANDA INGIN MEMBANTU KAMI DALAM PROGAM MUALAF INDONESIA?

REKENING DONASI:
MUALAF CENTER AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-00-4040-12
An. Yayasan Thoriqussalam Indonesia QQ Aya Sofya Indonesia
———-
– Kode BANK MANDIRI: 008
– Kode SWIFT BANK MANDIRI (Jika Transfer Dari Luar Negeri): BMRIIDJA


Inilah Channel Unggulan Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia:

Mualaf Center Aya Sofya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.