Alhamdulillah, sebuah peristiwa penuh haru dan keberkahan kembali terjadi. Pada sore hari yang diberkahi, di sebuah rumah yang dikenal sebagai tempat penuh doa dan kasih sayang. Rumah yang selama ini menjadi tempat pengasuhan anak-anak yatim. Sebuah momen penting dalam perjalanan iman seorang hamba Allah tercipta.
Rumah tersebut bukan sekadar bangunan, melainkan tempat yang dipenuhi lantunan doa, harapan, dan rahmat. Di sinilah banyak anak-anak yatim diasuh dengan penuh cinta oleh Ustaz Lukman beserta keluarga. Doa-doa yang terangkat dari tempat ini diyakini menjadi sebab turunnya keberkahan bagi siapa pun yang datang dengan niat baik.
Anugerah Terindah di Sore Hari
Hari itu, setelah perjalanan dari Depok dan agenda yang cukup padat, para ustaz dan tamu berkumpul untuk menyaksikan sebuah anugerah yang terindah. Suasana dipenuhi rasa syukur, lantunan shalawat, dan harapan agar setiap langkah yang terjadi bernilai ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Seorang perantau bernama Firdaus, yang berasal dari Palembang, turut hadir. Kehadirannya bukan tanpa sebab. Ia datang membawa niat baik: mengantarkan seseorang yang ia cintai untuk mengenal dan memeluk iman yang sama sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Perjalanan Cindy Menuju Islam
Perempuan tersebut adalah Cindy, yang sebelumnya beragama Kristen Protestan dan berasal dari lingkungan Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan). Yang membuat kisah ini begitu menggetarkan hati, Cindy bukan berasal dari keluarga biasa. Orang tuanya merupakan Sintua, yaitu anggota majelis gereja—jabatan yang termasuk paling tinggi setelah pendeta dalam struktur gereja.
Namun perlu ditegaskan, peristiwa ini bukanlah tentang “pindah agama” semata. Sebagaimana disampaikan dengan penuh hikmah oleh para ustaz, masuk Islam adalah proses mengembalikan fitrah, mengembalikan seorang saudara kepada jalan yang telah Allah tetapkan sejak awal penciptaan manusia.
Dengan penuh kesadaran, tanpa paksaan, dan melalui proses pencarian yang matang, Cindy melangkah mendekat kepada Islam. Proses ini juga dilandasi oleh niat suci untuk membangun rumah tangga yang seiman, harmonis, dan diridhai Allah.
Lingkungan Doa dan Keikhlasan
Momen tersebut terasa semakin khidmat karena terjadi di lingkungan yang dipenuhi doa anak-anak yatim. Doa-doa mereka diyakini menjadi wasilah turunnya rahmat, kesehatan, keberkahan, dan kemudahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Para hadirin pun memanjatkan doa agar keluarga yang mengasuh rumah tersebut senantiasa diberi kekuatan, keikhlasan, dan balasan terbaik dari Allah atas segala pengorbanan mereka.
Sebelum prosesi dimulai, disampaikan dengan tegas bahwa keputusan Cindy bukanlah keputusan yang diambil secara tergesa-gesa. Ia bukan datang karena bujukan materi, bukan pula karena tekanan siapa pun. Bahkan ditegaskan, tidak ada iming-iming, hadiah, ataupun paksaan dalam bentuk apa pun.
Keputusan itu lahir dari kesadaran hati dan panggilan fitrah.
Bukan Karena Manusia, Tapi Karena Panggilan Sang Pencipta
Ditekankan pula bahwa memeluk Islam bukan berarti durhaka kepada orang tua, bukan bentuk perlawanan, dan bukan pula membatalkan rasa hormat kepada keluarga. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta.
Setiap manusia, sejak lahir ke dunia, telah membawa fitrah Islam. Lingkungan, keluarga, dan keadaanlah yang kemudian membentuk keyakinan seseorang. Maka ketika tiba waktunya, Allah memanggil seorang hamba untuk kembali kepada-Nya, bukan karena siapa pun, melainkan karena sudah waktunya hati itu dipanggil.
Dalam suasana yang penuh ketenangan, Cindy dipersilakan duduk dengan khidmat. Mukena yang dikenakan bukan simbol paksaan, melainkan tanda kesiapan batin. Ia telah berusaha mencari tempat untuk bersyahadat, hingga akhirnya Allah mempertemukannya dengan rumah penuh berkah ini.
Keputusan yang Lahir dari Keyakinan Pribadi
Sebuah pertanyaan penting pun diajukan:
Apakah keputusan ini berkaitan dengan rencana pernikahan?
Dengan jujur dijelaskan bahwa tidak ada syarat atau ancaman. Bahkan ditegaskan, seandainya Cindy tidak mengucapkan syahadat, tidak ada paksaan untuk menikah. Namun dari lubuk hati terdalam, Cindy menyampaikan bahwa keinginannya memeluk Islam murni karena ingin mengikuti ajaran Islam itu sendiri.
“Allahu Akbar” pun bergema, disambut rasa haru para hadirin.
Perlindungan Hukum dan Kesaksian Resmi
Mengingat latar belakang keluarga Cindy, yang berasal dari struktur kepemimpinan gereja HKBP, maka prosesi ini juga disertai langkah perlindungan hukum. Akan diterbitkan sertifikat resmi sebagai bukti kesaksian, berada di bawah lembaga keislaman yang diakui negara, guna melindungi Cindy dan Firdaus apabila kelak muncul tekanan dari pihak mana pun.
Disebutkan bahwa jabatan Sintua merupakan jenjang kepengurusan penting dalam gereja. Karena itu, proses ini dilakukan secara terbuka, sadar, sehat jasmani dan rohani, serta disaksikan oleh para ustaz dan ustazah.
Kesaksian yang Mengubah Segalanya
Dengan penuh hormat, Cindy disebut lengkap namanya menegaskan bahwa kehadirannya adalah atas keinginan sendiri. Tidak ada paksaan, ancaman, ataupun imbalan.
Kemudian, dengan suara yang jelas dan tenang, ia mengikuti lafaz dua kalimat syahadat. Syahadat itu bukan sekadar ucapan, melainkan kesaksian hidup—pengakuan tertinggi seorang hamba terhadap Tuhannya.
Suasana menjadi sangat khidmat. Shalawat pun mengalun, doa-doa dipanjatkan, dan air mata haru tak terbendung.
Lahir Kembali dalam Islam
Dijelaskan bahwa siapa pun yang mengucapkan dua kalimat syahadat dengan ikhlas, maka seluruh dosa masa lalunya diampuni. Ia bagaikan bayi yang baru lahir, bersih, suci, dan memulai lembaran hidup yang baru.
Hari itu, Cindy dinyatakan lahir kembali dalam Islam. Masa lalu telah berlalu, dan masa depan terbentang sebagai seorang muslimah. Tugas berikutnya adalah belajar, dimulai dari dasar-dasar Islam, terutama shalat sebagai fondasi kehidupan barunya.
Memahami Fitrah dan Kebenaran Sejak Awal Kemanusiaan
Setelah prosesi syahadat, dialog pun dilanjutkan dengan pendekatan ilmiah dan keimanan. Cindy diajak memahami kembali makna fitrah manusia, bahwa setiap anak manusia dilahirkan dengan kecenderungan mengenal dan menyembah Tuhan Yang Esa.
Pertanyaan ringan namun mendalam diajukan: sejauh mana pemahaman tentang Yesus Kristus, dan bagaimana Islam memandang beliau. Penjelasan ini bukan untuk meniadakan, apalagi menghina, melainkan untuk meluruskan bahwa Islam justru memuliakan Nabi Isa ‘Alaihissalam sebagai utusan Allah yang agung.
Mengikuti Yesus dengan Cara yang Dia Ajarkan
Ditekankan bahwa dalam perspektif Al-Qur’an, seseorang yang memeluk Islam tidak pernah dianggap meninggalkan Yesus. Sebaliknya, orang yang benar-benar mengikuti ajaran Yesus adalah mereka yang menaati wasiatnya.
Dalam Injil Yohanes pasal 16 ayat 13 disebutkan tentang datangnya “Roh Kebenaran” yang akan memimpin manusia ke dalam seluruh kebenaran. Penjelasan linguistik dan teologis disampaikan bahwa sosok ini belum hadir pada masa Yesus, melainkan akan datang kemudian sebagai pembawa wahyu, yang dalam Islam diyakini sebagai Nabi Muhammad ﷺ.
Dengan demikian, mengikuti Nabi Muhammad ﷺ justru dipahami sebagai bentuk ketaatan terhadap ajaran Nabi Isa ‘Alaihissalam, bukan pengkhianatan terhadapnya.
Nabi Isa dan Kabar Gembira tentang Rasul Terakhir
Penegasan kembali disampaikan melalui Al-Qur’an, bahwa Nabi Isa ‘Alaihissalam telah memberi kabar gembira tentang akan datangnya seorang rasul setelah beliau, yang bernama Ahmad. Perbedaan penyebutan nama dijelaskan melalui sudut pandang bahasa dan makna: Ahmad, Muhammad, dan Mahmud merupakan akar kata yang sama, menggambarkan kesempurnaan hubungan seorang nabi dengan Allah dan manusia.
Hal ini menjadi jembatan pemahaman bahwa Islam hadir bukan sebagai agama yang memutus mata rantai kenabian, melainkan menyempurnakannya.
Meluruskan Kesalahpahaman tentang Roh Kudus
Diskusi juga menyentuh isu teologis tentang Roh Kudus. Dijelaskan bahwa dalam Islam, Roh Kudus dipahami sebagai Malaikat Jibril ‘Alaihissalam, pembawa wahyu bukan bagian dari konsep ketuhanan. Pandangan ini ditegaskan bukan untuk menyerang keyakinan lain, melainkan untuk menjelaskan posisi Islam secara jujur dan terbuka.
Islam memuliakan Nabi Isa, memuliakan Malaikat Jibril, dan menegaskan keesaan Allah tanpa pembagian atau sekutu.
Kembali kepada Fitrah dengan Ilmu dan Kesadaran
Perjalanan Cindy menuju Islam bukanlah perjalanan emosional sesaat, melainkan langkah yang dilandasi pencarian, pemahaman, dan kesadaran. Islam tidak datang untuk merendahkan keyakinan sebelumnya, tetapi untuk mengajak manusia kembali kepada fitrah, kepada tauhid, dan kepada kebenaran yang utuh.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hidayah datang dengan cara yang lembut, melalui dialog, ilmu, dan keterbukaan hati. Tidak ada paksaan, tidak ada kebencian—yang ada hanyalah undangan menuju kebenaran.
Masya Allah. Alhamdulillah.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran, inspirasi, dan penguat iman bagi siapa pun yang membacanya.
“Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”
Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).
ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?
REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA
SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:
MUALAF CENTER AYA SOFYA
MEDIA AYA SOFYA
Website: www.ayasofya.id
Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA
YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA
Instagram: @ayasofyaindonesia
Email: ayasofyaindonesia@gmail.com
HOTLINE:
+62 851-7301-0506 (Admin Center)
CHAT: wa.me/6285173010506
+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100
+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361
ADDRESS:
MALANG: INSAN MOKOGINTA INSTITUTE, Puncak Buring Indah Blok Q8, Citra Garden, Kota Malang, Jawa Timur.
PURWOKERTO: RT.04/RW.01, Kel. Mersi, Kec. Purwokerto Timur., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
SIDOARJO: MASJID AYA SOFYA SIDOARJO, Pasar Wisata F2 No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
SURABAYA: Purimas Regency B3 No. 57 B, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294.
TANGERANG: Jl. Villa Pamulang No.3 Blok CE 1, Pd. Benda, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15416
BEKASI: Jl. Bambu Kuning IX No.78, RT.001/RW.002, Sepanjang Jaya, Kec. Rawalumbu, Kota Bks, Jawa Barat 17114
