Kisah perjalanan iman selalu menarik untuk diikuti, terlebih ketika melibatkan para tokoh agama yang sebelumnya berperan sebagai pengajar dan pemimpin jemaat. Pertemuan dua mantan pendeta dalam sebuah forum dialog agama membuka ruang diskusi yang hangat, kritis, sekaligus penuh kejutan. Dari perbincangan itulah lahir sebuah momen bersejarah: seorang mantan pendeta wanita mengucapkan dua kalimat syahadat, menegaskan pilihannya untuk memeluk Islam.
Artikel panjang ini mengupas secara mendalam bagaimana dialog itu terjadi, topik-topik apa saja yang dibahas, hingga detik-detik penuh haru ketika syahadat diikrarkan.
Siapa yang Disalib? Pertanyaan Dasar dalam Teologi Kristen
Dialog dimulai dari pertanyaan yang sudah lama menjadi perdebatan: siapa sebenarnya yang disalib? Dalam tradisi gereja, diajarkan bahwa Yesus Kristus disalibkan untuk menanggung dosa manusia. Namun, sang ustaz yang juga mantan pendeta mengajak audiens menelaah kembali ayat-ayat Alkitab.
- Filipi 3:10: “Yang ku kehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitannya dan persekutuan dalam penderitaannya, di mana aku menjadi serupa dengan kematian-Nya.”
→ Ayat ini menegaskan adanya manusia yang serupa dalam penderitaan Yesus. Dengan kata lain, penyaliban tidak sepenuhnya tentang Yesus saja. - Roma 6:6: “Manusia lama kita turut disalibkan supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya.”
→ Kata “manusia turut disalibkan” menunjukkan bahwa penyaliban itu menyangkut manusia yang menanggung dosanya sendiri, bukan Yesus yang menanggung dosa semua orang.
Jika dosa manusia otomatis sudah ditanggung Yesus, maka tidak ada lagi rasa takut berbuat dosa. Dunia akan kacau karena orang merasa bebas berzina, membunuh, atau berbuat jahat, lalu tetap masuk surga. Namun Perjanjian Lama justru mengajarkan: setiap orang menanggung dosanya sendiri.
Lebih jauh, nubuat Matius 12:40 menyebutkan bahwa sebagaimana Yunus hidup tiga hari dalam perut ikan, demikian pula Yesus hidup tiga hari dalam perut bumi. Ini artinya Yesus tetap hidup, bukan mati di kayu salib.
Kesimpulannya: ada “manusia lain” yang diserupakan, yang menanggung penderitaan itu, sementara Yesus tetap hidup.
Pertanyaan tentang “Allah” dalam Alkitab
Setelah membahas penyaliban, muncul pertanyaan mendasar: Siapa sebenarnya Allah yang disebut dalam Alkitab?
Pertanyaan ini sederhana namun mendalam. Banyak jemaat Kristen hanya mendengar istilah “Tuhan” tanpa menyadari bahwa Alkitab mencatat nama yang jelas. Melalui Bible Dictionary, referensi resmi yang diakui oleh kalangan gereja, ditemukan fakta mencengangkan:
- Nama Allah benar-benar ada dalam Alkitab, bahkan dengan kode 746 dalam kamus Alkitab.
- Dalam Amos 5:27, disebutkan: “Firman Tuhan yang namanya Allah semesta alam.”
- Bahkan dalam Perjanjian Lama, banyak doa dan ibadah dilakukan “dalam nama Allah.”
Fakta ini disembunyikan selama berabad-abad oleh otoritas gereja. Jemaat tidak pernah ditunjukkan bahwa nama Tuhan yang asli adalah Allah, yang juga disebut oleh umat Islam.
Yesus sendiri pun menaklukkan diri di bawah Allah, sebagaimana ditulis dalam 1 Korintus 15:28. Dengan demikian, jelaslah bahwa Allah adalah Tuhan semesta alam, Tuhan Yesus, Tuhan manusia, dan Tuhan seluruh ciptaan.
Bagaimana Menyampaikan Keislaman kepada Orang Tua?
Setelah berdiskusi tentang teologi, sang calon mualaf bertanya: Bagaimana saya menyampaikan keislaman kepada orang tua saya?
Jawaban yang diberikan penuh hikmah:
- Keislaman tidak menghapus kedudukan sebagai anak.
Seorang anak yang masuk Islam tetaplah anak dari orang tuanya. Islam justru membuatnya lebih berbakti, lebih lembut, dan lebih peduli. - Jangan provokatif.
Syahadat bukan untuk diproklamirkan dengan cara menantang orang tua. Jika langsung diumumkan dengan keras, orang tua akan sakit hati. - Gunakan strategi cerdas.
Islam bukan agama penakut, tapi agama yang mengajarkan kecerdasan. Rasulullah ﷺ sendiri sabar berdakwah di Mekkah selama 10 tahun sebelum terbuka menyebarkan Islam. - Buktikan dengan perbuatan.
Biarlah waktu yang membuktikan bahwa Islam membuat seorang anak lebih baik. Dengan bukti nyata, hati orang tua akan luluh dengan sendirinya.
Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, bukan agama yang membuat hidup susah. Mualaf harus bijak, tidak menjadikan keislamannya alasan untuk bermalas-malasan atau menuntut belas kasihan.
Islam Ternyata Tertulis dalam Alkitab
Dialog semakin menarik ketika sang ustaz menunjukkan bahwa tata cara ibadah Islam justru sudah ada dalam Alkitab.
- Mazmur 38:17 → sujud.
- Keluaran 3:5 → melepas sandal sebelum masuk tempat suci.
- Keluaran 40:31-32 → berwudhu.
- Markus 11:25 → berdoa dengan berdiri.
- Lukas 22:41 → rukuk/berlutut.
- Matius 26:39 → sujud.
- Nehemia 8:6-7 → berdiri, mengangkat tangan, lalu sujud dengan wajah ke tanah.
Jika dilihat, seluruh tata cara ibadah yang dipraktekkan para nabi itu persis seperti shalat dalam Islam. Artinya, agama para nabi sejak dahulu adalah Islam: berserah diri kepada Allah.
Detik-Detik Mantan Pendeta Mengsyahadatkan: Momen yang Menggetarkan
Setelah dialog panjang, tibalah pada momen paling bersejarah. Seorang perempuan calon mualaf mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh kesadaran dibantu oleh Ustadz:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang layak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Kalimat ini disaksikan oleh seluruh hadirin. Air mata haru bercucuran, doa pun bergema. Sang ustaz memimpin doa agar Allah mengampuni dosa-dosa masa lalunya, memagari imannya, melimpahkan rezeki, serta melembutkan hati orang tua dan keluarganya agar kelak bisa menerima Islam.
Doa itu juga memohon agar saudari mualaf ini diberi kekuatan untuk istiqamah, agar wafat dalam keadaan husnul khotimah, dan agar hidupnya dipenuhi keberkahan dunia akhirat.
Islam: Agama untuk Orang-Orang Cerdas
Pesan penting yang ditekankan adalah: Islam bukan agama untuk orang bodoh.
- Islam menuntut umatnya berpikir, membaca (iqra’), dan menggunakan strategi.
- Menjadi mualaf bukan berarti hidup susah. Jika susah, itu karena diri sendiri yang salah strategi.
- Islam bukan tempat untuk mencari belas kasihan atau bantuan ekonomi. Justru Islam adalah keberkahan, pintu rezeki, dan jalan menuju kebahagiaan sejati.
Hidayah Milik Allah
Kisah dua mantan pendeta ini adalah bukti nyata bahwa hidayah Allah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Dari dialog kritis tentang siapa yang disalib, siapa Allah yang sejati, hingga makna ibadah dalam Alkitab, akhirnya berujung pada syahadat yang penuh keikhlasan.
Hidayah tidak bisa dipaksa. Ia adalah anugerah Allah yang diberikan kepada hati yang tulus mencari kebenaran. Dan ketika syahadat telah diucapkan, seorang manusia lahir kembali dalam cahaya Islam, dengan dosa-dosanya diampuni, dan hidup barunya dipenuhi berkah.
Selamat datang saudariku dalam Islam. Semoga Allah menjagamu hingga akhir hayat.
Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).
ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?
REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA
SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:
MUALAF CENTER AYA SOFYA
MEDIA AYA SOFYA
Website: www.ayasofya.id
Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA
YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA
Instagram: @ayasofyaindonesia
Email: ayasofyaindonesia@gmail.com
HOTLINE:
+62 851-7301-0506 (Admin Center)
CHAT: wa.me/6285173010506
+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100
+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361
ADDRESS:
MALANG: INSAN MOKOGINTA INSTITUTE, Puncak Buring Indah Blok Q8, Citra Garden, Kota Malang, Jawa Timur.
PURWOKERTO: RT.04/RW.01, Kel. Mersi, Kec. Purwokerto Timur., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
SIDOARJO: MASJID AYA SOFYA SIDOARJO, Pasar Wisata F2 No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
SURABAYA: Purimas Regency B3 No. 57 B, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294.
TANGERANG: Jl. Villa Pamulang No.3 Blok CE 1, Pd. Benda, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15416
BEKASI: Jl. Bambu Kuning IX No.78, RT.001/RW.002, Sepanjang Jaya, Kec. Rawalumbu, Kota Bks, Jawa Barat
DEPOK: Jl. Tugu Raya Jl. Klp. Dua Raya, Tugu, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451
BOGOR: Jl. Komp. Kehutanan Cikoneng No.15, Pagelaran, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610
