Berkah Allah yang Menggetarkan Hati
Setiap hari, ada keberkahan luar biasa yang Allah SWT berikan kepada setiap umat manusia, khususnya umat Islam. Keberkahan ini, atau hidayah, sampai kepada ciptaan-Nya melalui berbagai cara yang tak terduga, melampaui batas-batas logika dan paksaan. Hal ini jugalah yang telah dialami oleh Jamie, atau Jeremia saat mencari kepercayaan yang sesungguhnya.
Islam bukanlah agama yang disebarkan melalui cara-cara di luar iman. Sebaliknya, ia menyentuh kalbu dengan kelembutan yang membuahkan ketenangan. Kisah-kisah orang yang “kembali” atau pulang ke fitrah Islam adalah bukti nyata.
- Contoh Hidayah yang Menyentuh:
- Seseorang non-muslim yang menangis setelah mendengar kumandang azan, merasa ada panggilan dan ketenangan mendalam.
- Mahasiswa non-muslim yang merasa adem dan nyaman di hati saat mendengarkan temannya mengaji (membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an), meskipun tidak mengerti artinya, hingga akhirnya bersyahadat.
- Fenomena kerukunan dan kedisiplinan umat Islam (laki-laki) yang berlomba-lomba untuk Salat Jumat berjamaah di kantor tanpa paksaan, yang menggetarkan hati rekan-rekan mereka yang tidak seiman.
Inilah esensi dari gerakan Mualaf Center Nasional Aya Sofya. Kami tidak menggunakan istilah “pindah agama,” melainkan “pulang ke rumah.” Hidayah adalah kepulangan, sebuah kembali kepada asal. Dan hari ini, Ustaz Ipung bersama Ustaz Kanamah kembali menghadirkan kisah kepulangan yang istimewa, kisah seorang pemuda dari Sulawesi Utara.
Profil dan Latar Belakang: Jeremia Yehuda Putra Aribowo
Saudara kita yang hendak pulang ini bernama Jeremia Yehuda Putra Aribowo, akrab dipanggil Jamie atau Jie. Beliau berasal dari Sulawesi Utara, tepatnya Tomohon, dengan garis keturunan dari keluarga besar Minahasa.
Minahasa: Identitas, Adat, dan Sejarah Kekeluargaan
Secara kekerabatan, masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara memiliki kedekatan genetik dengan warga Filipina, khususnya di wilayah Sangihe. Hal ini tercermin dalam budaya, gaya hidup, hingga cara bersosialisasi. Ustaz Kanamah sempat menyinggung beberapa ciri khas masyarakat Manado/Minahasa yang terkenal:
- Pentingnya Penampilan dan Kehormatan: Orang Minahasa dikenal sangat menghargai penampilan luar sebagai bentuk penghormatan kepada orang lain.
- Kehidupan Sosial yang Dinamis: Ada istilah bahwa orang Minado itu, biar belum makan yang penting dansa (menari). Biarpun tak punya uang, yang penting kalau keluar naik taksi. Ini mencerminkan semangat hidup yang ceria dan mencintai kebersamaan.
- Tradisi dan Asal Usul Marga (Kaunang):
- Jamie menjelaskan bahwa ia dibesarkan oleh keluarga besar dari garis ibu (Oma), yang memiliki marga Kaunang, marga yang sangat dikenal dan dihormati di Sulawesi Utara.
- Anehnya, nama Manado (Marga Kaunang) dihilangkan dari namanya, dan hanya menyisakan marga dari sang ayah yang asli Jawa (Surabaya).
- Ustaz Kanamah menegaskan bahwa Allah SWT memiliki kasih sayang yang besar untuk keluarga besar Kaunang dan ingin menghimpun mereka dalam berkah Islam. “Allah sayang dengan keluarga besar Kaunang, Allah ingin menghimpun semua keluarga besar Kaunang.”
Perjalanan Spiritual dan Kekristenan Awal
Jamie tinggal di Cibitung, Bekasi, bersama Oma-nya, yang berasal dari garis ibu (Kaunang). Ia tidak tinggal bersama ayah dan ibu kandungnya yang berdomisili di Cikarang. Ini berarti, Jamie dibesarkan dalam lingkungan keluarga Kaunang dan ajaran Kekristenan yang kuat.
Jamie mengaku bahwa ajaran Kekristenan, khususnya tentang Yesus, diturunkan dengan baik oleh Oma dan keluarganya. “Kita tahu dasarnya,” ujar Jamie.
- Gereja dan Lingkungan Masa Muda: Jamie adalah seorang Kristen yang aktif, beribadah di gereja daerah Senen, dan ia menyebut tentang gereja/menara Alfa Omega di Tomohon.
- Pergaulan Bebas: Ia mengakui bahwa lingkungan Tomohon, khususnya di masa mudanya, terkenal dengan pergaulan bebas yang meliputi minum-minuman keras dan apa yang ia sebut sebagai “pasar binatang” (mengacu pada tempat atau praktik yang tidak sesuai norma). Namun, ia mencoba melupakan masa lalu itu. Ustaz Kanamah mengingatkan bahwa melupakan masa lalu yang buruk itu tidak boleh, karena itu adalah titik balik yang harus diingat untuk bersyukur atas hidayah.
Pertanyaan Kritis Ustaz Kanamah: Siapakah Yesus yang Kamu Kenal?
Untuk memastikan bahwa kepulangan Jamie benar-benar datang dari kesadaran spiritual dan bukan sekadar ikut-ikutan (misalnya karena si “Neng” atau kekasih), Ustaz Kanamah memulai sebuah sesi tanya jawab yang mendalam dan menantang, yang bertujuan untuk membedah pemahaman Jamie tentang figur sentral dalam Kekristenan, yaitu Yesus Kristus.
1. Mengenal Wajah Yesus (Gambar dan Visualisasi)
Ustaz Kanamah menunjukkan beberapa gambar wajah Yesus yang tersebar luas. Jamie menunjuk salah satu yang ia kenali, yang paling sering dilihat di rumah dan tempat ibadah—sosok laki-laki berambut panjang dengan wajah Arab.
- Fakta Sejarah Visualisasi: Ustaz Kanamah menjelaskan bahwa gambar tersebut, berjudul “The Head of Christ” (Kepala Kristus), dilukis oleh seorang seniman Amerika bernama Warner Sallman pada tahun 1940. Lukisan ini sangat sukses dan telah dicetak lebih dari setengah miliar kali di seluruh dunia, menjadi dasar visualisasi Yesus bagi ratusan juta orang.
- Kesimpulan: Ustaz Kanamah menegaskan: “Ternyata kita tidak kenal.” Wajah yang dikenal dan disembah adalah hasil visualisasi seniman Amerika, bukan gambaran otentik. Bahkan, Yesus sendiri tidak ingin wajahnya diketahui, karena jika wajahnya diketahui, orang akan menyembah wajah itu, dan Dia akan menjadi lebih daripada Tuhan.
2. Mengenal Jati Diri Yesus (Alfa dan Omega)
Jamie mengakui mengenal Yesus sebagai “Alfa dan Omega,” istilah yang terdapat dalam Kitab Wahyu 22:13.
- Ayat Alkitab (Wahyu 22:13): “Aku adalah Alfa dan Omega, yang pertama dan yang terkemudian, yang awal dan yang akhir.”
- Analisis Kritis (Awal dan Akhir): Ustaz Kanamah menjelaskan bahwa ungkapan “punya awal” dan “punya akhir” adalah ciri makhluk ciptaan, bukan Tuhan Pencipta yang tidak berawal dan tidak akan berakhir.
- Awal Yesus: Jika Yesus adalah “awal,” maka Dia punya tanggal lahir. Jamie menyebut 25 Desember, yang merupakan keyakinan umum. Namun, Ustaz Kanamah menunjukkan referensi dari Alkitab Sabda yang mencantumkan keterangan bahwa Clement dari Alexandria mengatakan kelahiran Yesus (Natal) terjadi pada 21 April, karena pada bulan Desember (Keswan), para gembala sudah membawa kawanan domba pulang dari padang.
3. Mengenal Ajaran dan Praktik Hidup Yesus
Ustaz Kanamah menguji Jamie dengan membandingkan praktik-praktik hidup Jamie (sebagai seorang Kristen) dengan ajaran yang tercatat dalam Kitab Suci:
| Praktik | Yesus (Menurut Alkitab) | Jamie (Sebagai Kristen) | Kesimpulan |
| Sunat (Khitan) | Sunat (Lukas 2:21: *”…ketika genap delapan hari dan ia harus disunatkan ia diberi nama Yesus…”) | Sunat (Kelas 1 SMP) | Sama (Jamie secara tidak sengaja mengikuti praktik Yesus) |
| Makan Babi | Tidak Makan (Ulangan 14:8 & Imamat: Babi diharamkan) | Makan (Suka BPK/Andi Watung) | Beda (Jamie melanggar ajaran haram) |
| Salat | Salat/Berdoa dengan Gerakan (Berlutut/tersungkur) | Tidak Salat (Tidak ada dalam ajaran Kristen) | Beda |
| Wudu | Wudu/Cuci Tangan dan Kaki (Sebuah praktik yang umum pada masa itu) | Tidak Wudu | Beda |
| Makan Daging Haram | Tidak Makan (Haram) | Makan (Babi, Guguk/Dogi, Paniki, Tikus Hutan – hal yang umum di Tomohon) | Beda Total |
Ekspor ke Spreadsheet
Kesimpulan Sementara: Jamie, meskipun mengaku Kristen dan pengikut Yesus, ternyata tidak mengikuti praktik-praktik dasar kehidupan Yesus yang tercatat dalam Kitab Suci sendiri. Hanya sunat yang sama.
4. Inti Ajaran Yesus: Tauhid (Keesaan Tuhan)
Puncak dari diskusi ini adalah ketika Ustaz Kanamah meminta Ustaz Ipung membacakan ajaran Yesus yang paling utama, yaitu ajaran tentang Keesaan Tuhan (Tauhid), yang terdapat dalam Markus 12:29. Ayat ini dibacakan dari Alkitab berbahasa Arab (Kitab Suci Mobi) untuk menekankan keotentikan nama.
Markus 12:29 (Terjemahan Arab – MobI):
Fa ajaba ‘Isa, isma’ ya syab’i: Al-Maula Ilahuna Huwallahu Ahad.
Terjemahan:
“Maka menjawablah Isa (Yesus): Dengarlah kaumku, Tuan kita, Sesembahan kita, Allah Hu Ahad.”
Pesan Utama (Wasiat): Yesus (Isa) mengajarkan “Qul Huwallahu Ahad,” yang merupakan inti dari Surah Al-Ikhlas (Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa).
- Pertanyaan Penutup: Jika Yesus mengajarkan Allah Hu Ahad, dan huruf-huruf Allah (Lafaz Jalalah) sering dilihat Jamie di masjid, lalu mengapa Jamie berada di gereja? “Yesusnya Islam, Bung!”
Inilah yang menjadi titik balik kesadaran Jamie. Yesus yang sejati, yang berkhitan, tidak makan babi, wudu, dan mengajarkan Tauhid (Allah Hu Ahad), adalah seorang Muslim (dalam arti tunduk/berserah diri kepada Allah), dan ajaran tersebut diwarisi oleh Islam.
Momen Kepulangan: Syahadat dan Harapan
Setelah melewati perbincangan mendalam, Jamie ditegaskan bahwa kehadirannya di Mualaf Center bukan karena kuat dan gagahnya atau karena faktor manusiawi (seperti wanita/kekasih), melainkan karena Allah SWT memilih dia untuk dicintai dan dirawat di jalan yang benar.
Menguatkan Hati dan Niat
Ustaz Kainama menekankan bahwa syahadat ini adalah pilihan hati yang tulus, meskipun ia tahu bahwa setelah ini Jamie mungkin akan menghadapi tantangan dan ejekan (dicengin/diledekin) dari lingkungan lamanya.
- Ketegasan Niat: Jamie harus berpegang teguh pada fakta bahwa ia pulang ke Islam bukan demi manusia, melainkan karena Allah SWT. “Wallahi insyaallah, bukan karena kamu, tapi karena Allah.”
- Mengapa Diterima? Karena Allah SWT memilihnya, bukan karena Jamie mencari-cari atau memohon. Hidayah adalah anugerah murni.
Pelaksanaan Syahadat
Dengan kesadaran penuh dan hati yang mantap, Jeremia Yehuda Putra Aribowo mengucapkan dua kalimat syahadat, disaksikan oleh Ustaz Kanamah, Ustaz Ipung, dan jamaah Mualaf Center Nasional Ayah Sofia.
Lafaz Dua Kalimat Syahadat:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ ٱللَّٰهِ
Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadan rasūlullāh.
Artinya:
“Saya bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Penutup dan Pesan Mualaf Center: Pulang dan Berkah Kaunang
Kepulangan Jamie adalah penegasan kembali atas janji Allah bahwa hidayah itu nyata dan ia menyentuh siapa saja yang dikehendaki-Nya. Kisah ini meninggalkan beberapa pesan penting bagi umat Islam dan non-muslim:
Pesan untuk Umat Islam: Kasih Sayang dan Dakwah
Umat Islam memiliki tugas untuk menunjukkan kasih sayang kepada saudara-saudara non-muslim, agar mereka tahu bahwa Yesus yang mereka cari, yang sejati dan mengajarkan Tauhid, dikenal dengan baik oleh umat Islam sebagai Nabi Isa AS. Dakwah harus dilakukan dengan lemah lembut, ilmu yang benar, dan berdasarkan data yang valid (bahkan dari Kitab Suci mereka sendiri).
- Pentingnya Ilmu: Diskusi dengan Jamie membuktikan bahwa dakwah yang efektif adalah yang didasari ilmu, mampu menjelaskan perbedaan antara tradisi (seperti 25 Desember) dan fakta kitab suci (seperti 21 April atau sunat).
- Kehormatan Marga Kaunang: Kepulangan Jamie, seorang Kaunang, adalah berkah bagi seluruh marga. Mualaf Center mendoakan agar keluarga besarnya juga segera mendapat hidayah, sehingga “Semua keluarga besar Kaunang dihimpun di surga.”
Pesan untuk Mualaf (Jamie): Keteguhan Iman dan Ujian
Jamie harus bersiap menghadapi ujian, karena hidayah datang bersama tanggung jawab besar.
- Pentingnya Komunitas: Mualaf Center Nasional Ayah Sofia hadir sebagai rumah bagi Jamie untuk belajar, berkeluh kesah, dan mendapatkan dukungan.
- Kewajiban Baru: Ia kini wajib melaksanakan rukun Islam:
- Syahadat (sudah dilakukan).
- Salat (belajar salat, wudu, dan tata caranya).
- Puasa (melaksanakan puasa wajib, puasa Nabi Isa AS).
- Zakat.
- Haji.
Jamie kini telah pulang. Ia meninggalkan kehidupan lama (pergaulan bebas, makanan haram, dan ajaran yang bertentangan dengan Nabi Isa AS) dan memulai babak baru sebagai seorang Muslim yang sesungguhnya, yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, ajaran yang sama yang dibawa oleh Nabi Isa AS: La Ilaha Illallah (Tiada Tuhan Selain Allah).
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keteguhan (istiqamah) kepada Jeremia Yehuda Putra Aribowo dan seluruh mualaf di seluruh dunia.
Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).
ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?
REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA
SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:
MUALAF CENTER AYA SOFYA
MEDIA AYA SOFYA
Website: www.ayasofya.id
Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA
YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA
Instagram: @ayasofyaindonesia
Email: ayasofyaindonesia@gmail.com
HOTLINE:
+62 851-7301-0506 (Admin Center)
CHAT: wa.me/6285173010506
+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100
+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361
ADDRESS:
MALANG: INSAN MOKOGINTA INSTITUTE, Puncak Buring Indah Blok Q8, Citra Garden, Kota Malang, Jawa Timur.
PURWOKERTO: RT.04/RW.01, Kel. Mersi, Kec. Purwokerto Timur., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
SIDOARJO: MASJID AYA SOFYA SIDOARJO, Pasar Wisata F2 No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
SURABAYA: Purimas Regency B3 No. 57 B, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294.
TANGERANG: Jl. Villa Pamulang No.3 Blok CE 1, Pd. Benda, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15416
BEKASI: Jl. Bambu Kuning IX No.78, RT.001/RW.002, Sepanjang Jaya, Kec. Rawalumbu, Kota Bks, Jawa Barat
DEPOK: Jl. Tugu Raya Jl. Klp. Dua Raya, Tugu, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451
BOGOR: Jl. Komp. Kehutanan Cikoneng No.15, Pagelaran, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610
