
Link Youtube: https://www.youtube.com/live/Oz6y87DTf5Y?si=sur4dZtFwyF56fcN
Kajian Kristologi bersama Ustaz Ahmad Kainama, Mualaf Center Aya Sofya
Kisah Perjalanan Dakwah di Sulawesi Utara
Ustaz Kainama menceritakan pengalaman dakwahnya di beberapa daerah seperti Manado, Tondano, Tomohon, dan Sangihe. Di salah satu desa yang seluruh warganya beragama Kristen, terdapat seorang mualaf bernama Fresman beserta keluarganya yang tetap teguh memegang Islam.
Menariknya, meski berada di tengah komunitas mayoritas non-Muslim, beliau mendapat dukungan penuh dari warga Kristen setempat untuk membangun sebuah musala. Bahkan, para tokoh Kristen di daerah itu ikut membantu proses perizinan hingga akhirnya rumah ibadah tersebut berdiri.
Kisah ini menjadi bukti bahwa hidup berdampingan dalam damai dan saling menghormati adalah hal yang mungkin terjadi, tanpa harus mengorbankan keyakinan masing-masing.
Dalil Utama: Surah Al-Baqarah Ayat 256
Sebagai dasar pembahasan, Ustaz Kainama mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 256:
“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama. Sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Thagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Ayat ini menegaskan bahwa Islam tidak memaksa siapapun untuk memeluk agamanya. Namun, Allah juga menjelaskan secara gamblang bahwa keselamatan hanya dimiliki oleh mereka yang meninggalkan penyembahan selain Allah (thagut) dan beriman kepada-Nya.
Keluar dari Islam: Konsekuensinya
Menjawab pertanyaan utama kajian, Ustaz Kainama dengan tegas mengatakan:
“Jika seorang Muslim keluar dari Islam dan masuk ke agama lain, termasuk Kristen, maka ia membuang surga.”
Penjelasannya sederhana: Surga hanya dimiliki oleh Allah, Sang Pencipta langit dan bumi. Jika seseorang memilih untuk tidak beriman kepada-Nya dan malah mengikuti keyakinan yang tidak mengakui-Nya sebagai Tuhan Yang Esa, maka ia melepaskan jaminan surgawi.
Makna Thagut dan Keimanan
Dalam pembahasan, Ustaz Kainama mengurai kata thagut sebagai segala bentuk sesembahan selain Allah. Meninggalkan thagut berarti menolak penyembahan terhadap makhluk atau entitas yang bukan Pencipta, lalu beriman hanya kepada Allah.
Ini adalah inti dari kalimat syahadat:
“Ashhadu an la ilaha illallah wa ashhadu anna Muhammadan Rasulullah.”
Dengan syahadat, seorang Muslim mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan dan Muhammad sebagai Rasul-Nya.
Rukun Iman sebagai Pembeda
Ustaz Kainama menekankan bahwa salah satu pembeda utama antara Islam dan agama lain adalah Rukun Iman, yang terdiri dari:
- Iman kepada Allah
- Iman kepada malaikat
- Iman kepada kitab-kitab Allah
- Iman kepada nabi dan rasul
- Iman kepada hari akhir
- Iman kepada qada dan qadar
Ketika seseorang meninggalkan iman kepada Allah atau mempersukutukan-Nya, ia secara otomatis kehilangan pegangan pada “tali yang kuat” yang dijanjikan ayat tersebut.
Pandangan tentang Kristen
Sebelum membahas lebih jauh soal surga, Ustaz Kainama mengajak jamaah melihat fakta sejarah: Yesus (Nabi Isa ‘alaihis salam) tidak pernah menyebut atau mengenal istilah “Kristen” sebagai sebuah agama. Bahkan, beliau menolak untuk dijadikan Tuhan.
Klaim bahwa Kristen sudah ada jauh sebelum Islam menurut Ustaz Kainama memang benar secara historis, namun keberadaan lebih awal bukanlah jaminan kebenaran teologis. Sebab, yang menjadi ukuran adalah keesaan Tuhan dan ketaatan kepada-Nya.
Hidup Berdampingan Tanpa Paksaan
Meski tegas dalam prinsip akidah, Ustaz Kainama menekankan pentingnya menghormati pilihan orang lain. Islam mengajarkan untuk tidak memaksa keyakinan kepada siapapun. Umat Islam diperintahkan untuk menyampaikan kebenaran, selebihnya adalah urusan hati dan hidayah dari Allah.
Dari satu ayat Al-Baqarah 256, Ustaz Kainama menyimpulkan:
- Keluar dari Islam berarti membuang surga.
- Surga hanya dimiliki dan diciptakan oleh Allah, Tuhan umat Islam.
- Tidak ada paksaan dalam agama, namun penjelasan tentang kebenaran harus disampaikan.
- Hanya dengan meninggalkan thagut dan beriman kepada Allah, seseorang memegang jaminan surga.
Jalan menuju surga berada di bawah naungan iman kepada Allah dan mengikuti ajaran yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
Yesus Tidak Mengenal Kristen? Menelusuri Akar Agama Nabi-Nabi Sebelum Islam
Pertanyaan sederhana namun mengejutkan pernah dilontarkan: “Kristen itu apa?” Menurut penjelasan dalam kajian ini, Yesus sendiri tidak pernah mengetahui istilah “Kristen” sepanjang hidupnya di dunia. Pandangan ini bukanlah bentuk penghinaan, melainkan penelusuran historis dan tekstual terhadap kitab-kitab suci, yang justru mengungkap fakta bahwa istilah “Kristen” baru muncul jauh setelah masa Yesus.
Kajian ini menekankan pentingnya kembali kepada data dan sumber primer, agar pembahasan agama tidak didasarkan pada prasangka atau provokasi, tetapi pada bukti nyata dari teks dan sejarah.
Membedakan Islam dan Kristen Secara Kronologis
Sejarah mencatat bahwa agama Islam sebagai risalah terakhir Allah hadir pada abad ke-7, sedangkan Kristen muncul sekitar abad ke-3 setelah serangkaian konsili gereja. Namun, Yesus hidup di abad pertama, dan Nabi Ibrahim jauh lebih awal lagi. Pertanyaannya, agama apa yang dianut para nabi sebelum masa Nabi Muhammad?
Jawaban dapat ditemukan dengan menelusuri kitab-kitab terdahulu seperti Kitab Kejadian 15:6. Ayat ini, dalam versi paralel, menyebutkan:
“Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”
Makna Nama Abram: Bapak Bangsa Arab dan Israel
Sebelum bernama Abraham, tokoh besar ini dikenal dengan nama Abram. Dalam bahasa Ibrani, “Ab” berarti bapak, sedangkan “Ram” merujuk pada orang Arab dan orang Israel. Menariknya, penyebutan “Arab” muncul lebih dahulu karena putra pertama Nabi Ibrahim adalah Ismail, nenek moyang bangsa Arab. Putra keduanya, Ishak, menjadi leluhur Bani Israel.
Makna ini menegaskan bahwa Nabi Ibrahim adalah figur sentral bagi dua rumpun bangsa besar, dan ajaran yang dibawanya adalah tauhid, menyembah satu Tuhan.
Tuhan yang Disembah: Allah, Bukan Trinitas
Dalam teks tafsir Yahudi kuno, khususnya Tafsir Rasag karya Rabai Saadiah Gaon, dijelaskan bahwa Abraham “amana billah”, beriman kepada Allah. Keyakinan ini murni monoteistik: Tuhan satu, bukan tiga. Tidak ada konsep Trinitas di sini.
Hal ini mengindikasikan bahwa para nabi, termasuk Ibrahim dan Yesus, membawa ajaran penyembahan kepada satu Tuhan, dan tidak pernah mengajarkan doktrin ketuhanan Yesus sebagaimana yang berkembang di kalangan Kristen setelah konsili-konsili gereja.
Salam Para Nabi: As-Salamu ‘Alaikum
Bukti menarik lainnya ditemukan dalam Kitab Kejadian pasal 43 ayat 23 dalam naskah Ibrani, yang mencatat ucapan “As-salamu ‘alaikum”, bentuk salam yang digunakan oleh para nabi di masa lampau. Salam ini identik dengan salam kaum Muslimin saat ini, menandakan kesinambungan tradisi dari zaman nabi-nabi terdahulu hingga risalah Islam.
Dari Kata “Salam” ke “Islam”
Analisis bahasa menunjukkan bahwa kata Islam berasal dari akar kata Ibrani dan Arab yang sama, bermakna menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Dalam Strong’s Concordance H7999, istilah ini dihubungkan dengan konsep “penyerahan diri yang tepat kepada Tuhan”, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai aslama yuslimu islaman — tunduk, patuh, dan selamat.
Dengan demikian, secara etimologis dan teologis, agama para nabi adalah Islam dalam pengertian menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, meskipun istilah “Islam” baru diformalkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ.
Tidak Ada Yahudi atau Kristen di Zaman Nabi Ibrahim
Sejarawan Yahudi maupun catatan sejarah mengakui bahwa istilah “Yahudi” baru dikenal setelah masa keluarga Makabe (sekitar 100 SM), sementara istilah “Kristen” baru muncul setelah abad pertama Masehi. Artinya, pada masa Nabi Ibrahim, Musa, Daud, hingga Yesus, yang dianut adalah agama tauhid murni, bukan Yahudi maupun Kristen seperti yang kita kenal sekarang.
Islam dan Agama Para Nabi
Ustaz Kainama memulai dengan menegaskan bahwa ajaran tauhid yang dibawa para nabi, mulai dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Isa (Yesus), adalah Islam. Ia mengutip kitab Exodus (Keluaran 20) yang memuat perintah penyembahan hanya kepada Allah, serta pembebasan dari “rumah perhambaan” di Mesir.
Menurutnya, keluar dari jalan tauhid dan beralih kepada konsep ketuhanan yang tidak murni tidaklah membawa jaminan keselamatan. Bahkan, jika merujuk pada Alkitab, Yesus sendiri digambarkan sebagai hamba Allah, bukan Tuhan.
Yesus sebagai Hamba Allah
Dalam Matius 12:15 versi Alkitab Mobile Sabda (2000), tertulis jelas bahwa Isa adalah hamba Allah. Ustaz Kainama kemudian menunjukkan bahwa dalam bahasa Arab, frasa itu menjadi Isa Abdillah atau Abdullah, yang artinya “Isa, hamba Allah”.
Ia mengingatkan bahwa ketika ada pihak yang merendahkan nama “Abdullah”, secara tidak sadar mereka justru menghina Yesus yang mereka agungkan.
Yesus dan Masjid
Salah satu poin menarik yang diangkat adalah rujukan dari Matius 4:23 dalam terjemahan lama (1863 dan 1879), di mana Yesus digambarkan mengajar di masjid-masjid dan memberitakan Injil Kerajaan Allah.
“Kalau Yesus saja masuk masjid, mengajar di masjid, dan beribadah di sana, lalu dari mana konsep keselamatan tanpa mengikuti ajarannya yang asli?” tanya beliau retoris.
Yesus dan Salat
Ustaz Kainama menegaskan bahwa Yesus dan para muridnya adalah penganut ibadah salat.
- Lukas 6:12 menggambarkan Yesus berdoa (salat) semalaman kepada Allah.
- Markus 1:35 mencatat Yesus salat sebelum fajar, mirip salat Subuh.
- Kisah Para Rasul 3:1 menceritakan Petrus dan Yohanes salat Asar di Bait Allah.
- Kisah Para Rasul 10:9 menyebut Petrus salat Zuhur.
Bagi beliau, semua ini adalah bukti bahwa ibadah para nabi mengikuti pola ibadah Islam, bukan model ibadah gereja modern.
Murtad dan Ilusi Surga
Menurut Ustaz Kainama, ada sebagian orang yang keluar dari Islam (murtad) dengan harapan mendapat surga. Ia menyebut ini sebagai “mimpi di siang bolong”.
“Jangankan surga, Yesus saja tidak mengakui kalian jika tidak mengikuti ajarannya yang asli,” ujarnya.
Mengenal Kaum Ebionit
Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta bertanya tentang siapa itu kaum Ebionit. Ustaz Kainama menjelaskan:
- Kaum Ebionit adalah kelompok Yahudi tauhid yang menjadi pengikut setia Yesus.
- Mereka memuliakan Yesus sebagai nabi Allah, bukan Tuhan.
- Mereka identik dengan kelompok Eseni.
- Bersama orang Yahudi lainnya, mereka menolak konsep ketuhanan Yesus dan bahkan mengutuk umat Kristen melalui doa yang disebut Birkat Haminim, tiga kali sehari.
Kesimpulan Ustaz Ahmad Kainama
Menutup kajian, beliau menegaskan bahwa murtadin adalah orang yang tidak memiliki kejelasan prinsip. Keluar dari Islam bukan hanya berarti meninggalkan ajaran tauhid, tetapi juga melepaskan diri dari jalan para nabi.
“Kalau Yesus adalah hamba Allah, masuk masjid, salat, dan mengajarkan tauhid, maka keselamatan hanya ada dengan mengikuti jejak beliau yang sebenarnya, yaitu Islam,” pungkasnya.
Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).
ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?
REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA
SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:
MUALAF CENTER AYA SOFYA
MEDIA AYA SOFYA
Website: www.ayasofya.id
Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA
YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA
Instagram: @ayasofyaindonesia
Email: ayasofyaindonesia@gmail.com
HOTLINE:
+62 851-7301-0506 (Admin Center)
CHAT: wa.me/6285173010506
+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100
+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361
ADDRESS:
MALANG: INSAN MOKOGINTA INSTITUTE, Puncak Buring Indah Blok Q8, Citra Garden, Kota Malang, Jawa Timur.
PURWOKERTO: RT.04/RW.01, Kel. Mersi, Kec. Purwokerto Timur., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
SIDOARJO: MASJID AYA SOFYA SIDOARJO, Pasar Wisata F2 No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
SURABAYA: Purimas Regency B3 No. 57 B, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294.
TANGERANG: Jl. Villa Pamulang No.3 Blok CE 1, Pd. Benda, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15416
BEKASI: Jl. Bambu Kuning IX No.78, RT.001/RW.002, Sepanjang Jaya, Kec. Rawalumbu, Kota Bks, Jawa Barat
DEPOK: Jl. Tugu Raya Jl. Klp. Dua Raya, Tugu, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451
BOGOR: Jl. Komp. Kehutanan Cikoneng No.15, Pagelaran, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610
