Dakwah Islam tidak hanya berlangsung di kota-kota besar dengan segala fasilitasnya. Di pelosok tanah air, ada para dai yang berjuang di medan yang sunyi, penuh tantangan, bahkan sering kali berhadapan langsung dengan gerakan pemurtadan. Salah satunya adalah Ustaz M. Damanhuri, S.Hi., SH., M.Pd., seorang mualaf yang dulunya adalah seorang Kristen taat dan sering menyebar ayat bible. Kini, beliau dikenal luas sebagai dai yang telah mensyahadatkan ribuan orang dari suku Dayak di Kalimantan Barat.
Perjalanan beliau menjadi muslim dan cara beliau menghadapi para pendeta Kristen penuh dengan kisah menegangkan sekaligus inspiratif. Dalam salah satu ceramahnya, beliau menguraikan strategi unik: menghadapi misionaris cukup dengan Bible itu sendiri. Biarkan mereka membaca, merenungkan, dan akhirnya menemukan bahwa kebenaran justru membawa mereka kepada Islam.
Artikel ini mencoba mengurai panjang kisah beliau mulai dari latar belakang, pengalaman dakwah, hingga strategi menghadapi pemurtadan yang terorganisir.
Dari Kristen Taat Menjadi Santri
Ustaz Damanhuri lahir dan besar dalam lingkungan keluarga Kristen yang taat. Rumahnya di Pontianak, Kalimantan Barat, bahkan pernah menjadi salah satu pusat kegiatan kristenisasi. Di tempat itu, banyak cara dipakai untuk menarik orang Islam agar pindah keyakinan. Misionaris bahkan menyamar dengan pakaian muslim perempuan memakai kerudung, laki-laki memakai peci dan sorban agar tampak akrab dengan masyarakat sekitar.
Dalam rumah itu pula, anak-anak muslim sering dijadikan sasaran. Mereka dididik, diberi perhatian, lalu perlahan didoktrin agar masuk Kristen. Inilah yang disebut Ustaz Damanhuri sebagai pusat kristenisasi terselubung.
Namun takdir Allah membawa beliau ke jalan berbeda. Saat masuk ke sebuah pondok pesantren modern cabang Gontor di Madura, beliau membawa serta Bibel. Awalnya, niat beliau adalah untuk memperkenalkan ajaran Kristen di kalangan santri, bahkan setiap Jumat beliau menulis kutipan ayat-ayat Bible di mading pesantren. Tapi justru dari situlah perjalanan hidayah dimulai.
Mengenal Bibel dari Dekat
Ada satu hal yang membuat Ustaz Damanhuri berbeda dari misionaris kebanyakan: ia benar-benar mempelajari Bibel secara mendalam, bukan hanya potongan-potongan ayat untuk khotbah.
Di gereja pada umumnya, ayat-ayat Bible jarang dibaca secara utuh. Yang ditampilkan hanya bagian tertentu yang disertai nyanyian dan doa. Sedangkan isi yang membicarakan ketauhidan, ibadah Yesus kepada Tuhan, dan penolakan Yesus terhadap konsep ketuhanan dirinya, semua itu jarang disentuh.
Ketika beliau mendalami isi Bible secara utuh, justru terlihat jelas bahwa ajaran Yesus lebih dekat dengan Islam. Misalnya:
- Yesus beribadah dengan sujud dan doa (Lukas 6:12).
- Yesus mengajarkan menyembah hanya kepada Allah (Matius 4:10).
- Yesus menolak disembah sebagai Tuhan dalam berbagai ayat Perjanjian Lama maupun Baru.
Kesadaran inilah yang membuat beliau akhirnya merangkul Islam.
Strategi Pemurtadan: Belajar dari Pengalaman
Sebelum masuk Islam, Ustaz Damanhuri sempat terlibat langsung dalam strategi kristenisasi. Beliau membeberkan bagaimana cara para misionaris bekerja.
- Bekerja dalam tim
Misionaris tidak pernah bergerak sendiri. Jika satu orang berbicara, ada beberapa orang lain yang berpura-pura sebagai “pihak netral” untuk menguatkan argumen tersebut. - Memakai potongan ayat Al-Qur’an
Salah satu trik adalah mengutip sebagian ayat Al-Qur’an, lalu memelintir maknanya. Contoh: Surah Al-Ikhlas tentang keesaan Allah dipelintir untuk membenarkan Trinitas. Atau Surah Al-Maidah dipotong untuk seolah mewajibkan orang Islam beriman kepada Taurat dan Injil yang ada sekarang. - Menyasar muslim yang “setengah”
Sasaran utama adalah muslim yang lemah pengetahuan agamanya disebut Ustaz Damanhuri sebagai Islam setengah. Mereka tahu membaca Al-Qur’an, hafal beberapa ayat, tapi tidak paham makna mendalam. Orang-orang seperti inilah yang mudah goyah. - Menggunakan pendekatan sosial dan emosional
Tak jarang, alasan seseorang pindah agama bukan karena teologi, melainkan faktor cinta, ekonomi, atau pergaulan.
Dari Misionaris Menjadi Dai
Hidayah datang, dan segalanya berubah. Setelah masuk Islam, Ustaz Damanhuri tidak berhenti pada keislaman pribadi, melainkan menjadi seorang dai yang gigih melawan arus kristenisasi.
Beliau mulai mengeluarkan ayat-ayat Bible yang justru menegaskan ajaran tauhid. Beliau menandai setiap ayat dengan stabilo agar mudah dibaca saat debat. Dengan cara ini, beliau menghadapi para pendeta yang mencoba berdialog.
Caranya sederhana: cukup buka Bible, baca, lalu renungkan. Tak perlu banyak bicara. Dengan metode itu, tak sedikit pendeta yang akhirnya menyadari kontradiksi dalam keyakinannya sendiri.
Bahkan, beliau pernah bercerita bagaimana seorang ustaz di pesantrennya dulu sempat terpengaruh oleh Bible. Namun akhirnya, ustaz itu kembali ke Islam setelah dibimbing dan disyahadatkan ulang.
Tantangan Dakwah di Kalimantan Barat
Kalimantan Barat dikenal sebagai salah satu basis kristenisasi yang kuat. Namun justru di sanalah Ustaz Damanhuri membuktikan keteguhan dakwahnya. Bersama para dai lain, beliau berhasil mensyahadatkan ribuan orang dari suku Dayak.
Prosesnya tentu tidak mudah. Para misionaris masih aktif dengan berbagai cara, bahkan menggunakan gaya berpakaian Islam untuk menarik simpati. Karena itu, Ustaz Damanhuri menekankan pentingnya benteng keimanan:
- Ilmu sosial dan interaksi: jangan hanya paham kitab, tapi juga paham kondisi masyarakat.
- Open mind: banyak membaca, mendengar, dan bergaul agar tidak kaget ketika berhadapan dengan argumen lawan.
- Pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an: bukan sekadar hafal terjemahan, tapi mengerti makna dan konteksnya.
Buah Dakwah: Dari Perlawanan Menjadi Pencerahan
Kini, Ustaz Damanhuri dikenal sebagai tokoh Islam di Kalimantan Barat. Beliau menulis buku berjudul Solusi Mencari Tuhan dalam Islam, yang menjadi salah satu karya populer dalam membentengi umat dari pemurtadan.
Beliau tidak hanya berjuang di mimbar, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat pedalaman. Di tempat-tempat yang jauh dari akses informasi, beliau menyebarkan cahaya Islam. Ribuan suku Dayak telah bersyahadat melalui tangan beliau, sebuah pencapaian besar yang lahir dari pengalaman pahit sekaligus petunjuk hidayah.
Kisah Ustaz M. Damanhuri adalah contoh nyata bahwa hidayah bisa datang dari jalan yang tidak disangka-sangka. Dari seorang Kristen taat, bahkan pernah menjadi bagian dari misi pemurtadan, kini beliau justru menjadi dai yang berdiri di garda depan melawan pemurtadan di pedalaman Kalimantan Barat.
Metodenya sederhana, tetapi mengena: biarkan Bible bicara sendiri. Dengan membaca secara jujur, siapa pun akan menemukan bahwa Yesus bukan Tuhan, melainkan hamba Allah yang mengajarkan tauhid.
Dakwah beliau mengajarkan kita pentingnya ilmu, kesabaran, dan pemahaman mendalam dalam menjaga iman. Sebab, sebagaimana beliau sampaikan, yang paling mudah disesatkan adalah muslim yang hanya setengah—tahu sedikit tapi tidak mendalami.
Maka, kisah ini adalah seruan bagi kita semua: perkuat akidah, dalami Al-Qur’an, pahami agama dengan utuh, dan jangan pernah berhenti belajar.
Mualaf Center Nasional AYA SOFYA Indonesia Adalah Lembaga Sosial. Berdiri Untuk Semua Golongan. Membantu dan Advokasi Bagi Para Mualaf di Seluruh Indonesia. Dengan Founder Ust. Insan LS Mokoginta (Bapak Kristolog Nasional).
ANDA INGIN SUPPORT KAMI UNTUK GERAKAN DUKUNGAN BAGI MUALAF INDONESIA?
REKENING DONASI MUALAF CENTER NASIONAL AYA SOFYA INDONESIA
BANK MANDIRI 141-00-2243196-9
AN. MUALAF CENTER AYA SOFYA
SAKSIKAN Petualangan Dakwah Seru Kami Di Spesial Channel YouTube Kami:
MUALAF CENTER AYA SOFYA
MEDIA AYA SOFYA
Website: www.ayasofya.id
Facebook: Mualaf Center AYA SOFYA
YouTube: MUALAF CENTER AYA SOFYA
Instagram: @ayasofyaindonesia
Email: ayasofyaindonesia@gmail.com
HOTLINE:
+62 851-7301-0506 (Admin Center)
CHAT: wa.me/6285173010506
+62 8233-121-6100 (Ust. Ipung)
CHAT: wa.me/6282331216100
+62 8233-735-6361 (Ust. Fitroh)
CHAT: wa.me/6282337356361
ADDRESS:
MALANG: INSAN MOKOGINTA INSTITUTE, Puncak Buring Indah Blok Q8, Citra Garden, Kota Malang, Jawa Timur.
PURWOKERTO: RT.04/RW.01, Kel. Mersi, Kec. Purwokerto Timur., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
SIDOARJO: MASJID AYA SOFYA SIDOARJO, Pasar Wisata F2 No. 1, Kedensari, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
SURABAYA: Purimas Regency B3 No. 57 B, Kec. Gn. Anyar, Kota SBY, Jawa Timur 60294.
TANGERANG: Jl. Villa Pamulang No.3 Blok CE 1, Pd. Benda, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15416
BEKASI: Jl. Bambu Kuning IX No.78, RT.001/RW.002, Sepanjang Jaya, Kec. Rawalumbu, Kota Bks, Jawa Barat
DEPOK: Jl. Tugu Raya Jl. Klp. Dua Raya, Tugu, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16451
BOGOR: Jl. Komp. Kehutanan Cikoneng No.15, Pagelaran, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610
